Seribu Keseruan di Kepulauan Seribu

Kepulauan Seribu adalah gugusan pulau yang terletak di Laut Jawa dan Teluk Jakarta, serta merupakan bagian dari DKI Jakarta. Karakteristik dan potensi alamnya berbeda dengan wilayah Jakarta lainnya mendorong pemerintah untuk mengembangkan Kepulauan Seribu sebagai kawasan wisata, konservasi mangrove dan terumbu karang, serta budidaya laut yang meliputi ikan, rumput laut, kerang-kerangan dan masih banyak lagi.

Selain dapat kaos, ini dia perlengkapan di Jelajah Gizi 2013

10 Blogger Jelajah Gizi 2013 (Foto by @iqbal_kautsar)

Yaaay! Dari karakter Kepulauan Seribu, terbayang ya betapa serunya kalau ada kesempatan menjelajahi pulau-pulau itu satu peserta. Dan yaay! Rusa bersama 9 blogger lainnya mendapatkan kesempatan untuk menjelajahi Kepulauan Seribu dalam Jelajah Gizi yang diselenggarakan oleh Sarihusada pada Kamis 30 Mei-Sabtu1 Juni 2013 kemaren. Acara ini adalah tahun ke 2 mengajak blogger ikut serta yang merupakan 10 blogger terpilih karena tulisannnya tentang gizi seperti dalam lomba yang tahun ini tentang “Kekayaan Gizi Masyarakat Pesisir”.

Jelajah Gizi

Jelajah Gizi adalah jalan-jalan yang unik di mana mengenalkan keragaman makanan khas daerah sekaligus mempelajari sejarah dan budaya yang melatarbelakanginya. Karena Jelajah Gizi 2013 ini di Kepulauan Seribu, tentunya kami jalan-jalan menjelajahi beberapa pulau di Kepulauan Seribu dan tentunya mengenal juga makanan khas dalam pulau tersebut sambil mengenal kandungan gizinya.

Kerennya, dalam jelajah ini selain membawa tour guide yang akan mengenalkan tentang Pulau Seribu, ada juga Chef Opik yang akan demo memasak, yang akan mengajari bagaimana membuat masakan jadi enak, tapi juga membawa pakar gizi dari Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB Prof Ahmad Sulaeman yang akan menjelasakan kandungan gizinya.

Chef Opik yang bikin masakan enak

Ini dia profesor Ahmad yang menjelaskan kandungan gizi

Ini dia profesor Ahmad yang menjelaskan kandungan gizi (foto by @Nutrisi_Bangsa)

Pulau Pari, Pulau Lancang, Pulau Putri, Pulau Pramuka, Pulau Harapan, dan Pulau Nusa Keramba adalah nama-nama pulau yang kita singgahi. Ada 6 pulau dalam 3 hari 2 malam ini. Ini tentunya pengalaman yang tak akan Rusa lupakan bersaama 9 blogger lainnya! Seru!

Berangkat dari Marina Bay Ancol, kami menyebrang ke pulau pertama dengan boat yang berkapasitas 60 orang.

Pulau Pari dan Budidaya Rumput Laut

Pulau Pari adalah pulau pertama yang kita singgahi untuk dieksplor tempat dan makan khasnya. Pulau ini terkenal dengan budidaya rumput lautnya. Banyak makanan  yang dihasilkan dari rumput laut. Menurut Pak Nurhayat, ketua RW, budidaya rumput laut dilakukan masyarakat Pulau Pari sebagai  matapencaharian utama.

Bersama ketua RW setempat para peserta Jelajah Gizi diajari bagaimana cara membudidayakan rumput laut mulai dari pemilihan bibit, pengikatan hingga sampai penanaman. Menurutnya rumput laut dibudidayakan dengan memotong sedikit tunasnya, lalu diikat kembali supaya berkembang. Dari 50 gr bibit bisa menjadi 2 kg. Sekali panen, rumput laut ini mencapai 1 ton! Wow!

Belajar memilih dan mengingak bibit rumput laut

Seperti ini proses penanaman bibit rumput laut (Foto by @Nutrisi_Bangsa)

Seperti ini proses penanaman bibit rumput laut (Foto by @Nutrisi_Bangsa)

Ini dia rumput lautnya

Pengeringan rumput laut di Pulau Pari

Pengeringan rumput laut di Pulau Pari (Foto by @Nutrisi_Bangsa)

Masih bersama Pak Nurhayat, beliau menjelaskan aalah satu yang bisa menyebabkan kerusakan rumput laut ini adalah limbah dan penyemaran dari sampah. Tak selesai sampai penanaman, para peserta juga dijelaskan bagaimana cara mengeringkan rumput laut langsung dari lokasi pengeringan. Dari sini juga Rusa jadi tahu cara untuk menghilangkan amis dan asin, rumput laut harus direndam di air tawar minimal 2 malam. Untuk rumput laut batang besar, digunakan jadi tepung. Yang biasa untuk kosmetik dan dikonsumsi.

Rumput laut oleh ibu-ibu Pulau Pari diolah menjadi manisan dan minuman. Selain itu juga menjadi dodol, gula dan masih banyak lainnya. Ini merupakan peluang bagus buat masyarakat pesisir lainnya.

Dodol dari rumput laut olahan warga Pulau Pari

Gula pasir dari rumput laut Pulau Pari

Masih di Pulau Pari, selesai belajar pembudidayaan rumput laut, kami diajak ke Pantai Perawan, di sana selain melihat pemandangan yang indah di pantai yang berpasir putih dengan mangrove sekeliling juga bersama Chef Opik yang mengajari ibu-ibu di Pulau Pari bagaimana cara membuat rumput laut menjadi masakan yang enak.

Chef Opik ngajarin masak ibu-ibu Pulau Pari

Salad Rumput Laut ala Chef Opik

Chef Opik membuat salad rumput laut. Sedangkan Profesor Ahmad menjelaskan kandungan gizi pada rumput laut. Menurut professor, rumput laut mengandung protein, magnesium, dll Rumput laut bagus banget buat mau berdiet, seratnya tinggi, tapi konsumsinya cukup 20gr per hari.

Rumput laut mempunyai kandungan nutrisi cukup lengkap. Secara kimia rumput laut terdiri dari air (27,8%), protein (5,4%), karbohidrat (33,3%), lemak (8,6%) serat kasar (3%) dan abu (22,25%). Selain karbohidrat, protein, lemak dan serat, rumput laut juga mengandung enzim, asam nukleat, asam amino, vitamin (A,B,C,D, E dan K) dan makro mineral seperti nitrogen, oksigen, kalsium dan selenium serta mikro mineral seperti zat besi, magnesium dan natrium. Kandungan asam amino, vitamin dan mineral rumput laut mencapai 10-20 kali lipat dibandingkan dengan tanaman darat.Keren ya ternyata rumput laut.*

Pulau Lancang dan Ikan Teri dan Rajungannya

Pulau Lancang adalah pulau yang masih saudaraan sama Pulau Pari. Di mana di sini lah kantor lurah dari Pulau Pari yang Pak Lurahnya tinggal di Pulau Pari. Katanya sih gak tinggal di Pulau Lancang biar gak dipanggil Lurah Lancang. Hihihi.. Lucu ya Pak Lurahnya.

Lain dengan Pulau Pari yang menghasilkan rumput laut, Pulau Lancang penghasilan utamanya adalah ikan teri dan rajungan. Pulau ini adalah produsen ikan teri yang dijual di Jakarta.

Di pulau yang luas wilayahnya 15,13 Ha ini peserta Jelajah Gizi melihat langsung perebusan ikan teri, pengeringan sampai pemilahan antar ikan teri nasi dan ikan teri basah. Ikan teri nasi adalah ikan teri yang ukurannya kecil, sedangkan teri basah adalah kebalikannya, yaitu yang berukuran lebih besar.

Proses perebusan ikan teri

Menurut Profesor Ahmad Sulaeman, penduduk Pulau Lancang tidak akan kekurangan gizi, karena protein yang terpenuhi dari ikan teri. Selain itu anak-anak di sini akan pintar-pintar karena makan ikan setip hari. Ikan teri teri mengandung 17% protein dan yg kering mengandung lebih banyak lagi.

Di Pulau Lancang kami belajar pengolahan ikan teri. Oleh Pak Astawan, lurah Pulau Lancang dijelaskan mulai saat perebusan, ikan teri ini ditambahkan garam yang berfungsi untuk mengawetkan terinya. Jadi tidak menggunakan pengawet lain. Setelah direbus dengan garam, ikan teri ini kemudian dijemur untuk dikeringkan dan prosesnya memakan waktu 4 jam. Setelah itu ikan teri ini sudah bisa disimpan selama 3 bulan. Kata Pak Lurah, teri belah harganya Rp. 50.000 per kilogram, sedangkan teri medan Rp. 75.000 per kilogram.

Pengeringan ikan teri

Pemisahan teri nasi dan teri belah

Selain teri, pulau ini juga penghasil rajungan. Apa perbedaan rajungan dengan kepiting?

Rajungan hidup di satu alam saja, sedangkan kepiting hidup di dua alam. Rajungan akan mati tidak lama setelah dikeluarkan dari air. Tidak seperti kepiting yang masih dapat bertahan hidup. Perbedaannya juga terletak pada kaki yang paling belakang. Pada rajungan, kaki yang terakhir itu merupakan sejenis anggota tubuh yang pipih (tidak runcing seperti kaki lainnya) dan umumnya digunakan untuk berenang. Rajungan lebih umum ditemukan di laut.

Kiri Kepiting, dan yang kanan adalah rajungan

Pengukusan rajungan di Pulau Lancang

Perharinya 1 kelompok nelayan di Pulau Lancang bisa mendapatkan 50 kilogram rajungan. Wuih! Setelah ditangkap, rajungan tersebut kemudian direbus dan langsung didistribusikan untuk dijual. Jadi yang dijual oleh warga Pulau Lancang adalah rajungan yang sudah matang.

Belum lapar lagi karena sudah makan siang di Pantai Perawan Pulau Pari, di Pulau Lancang ini peserta Jelajah Gizi harus makan lagi masakan Chef Opik dengan bahan ikan teri dan rajungan di Pulau Lancang.

Ini masakan dari ikan teri dan rajungan oleh Chef Opik

Ini masakan dari ikan teri dan rajungan oleh Chef Opik (Foto by @nengbiker)

Menurut Profesor Ahmad, ikan teri dan rajungan kaya gizi dengan protein dan omega 3. Ikan teri mengandung Kalsium dan Flour dalam bentuk senyawa CaF2.

Daging rajungan mempunyai nilai gizi tinggi. Rata-rata per 100 gram daging rajungan mengandung karbohidrat sebesar 14,1 gram, kalsium 210 mg, fosfor 1,1 mg, zat besi 200 SI, dan vitamin A dan B1 sebesar 0,05 mg/ 100 g. Keunggulan nilai gizi rajungan adalah kandungan proteinnya yang cukup besar, yaitu sekitar 16-17 g/ 100 g daging rajungan. Makanmya rajungan dapat dimanfaatkan sebagai sumber protein yang cukup baik dan sangat potensial. Keunggulan lainnya adalah kandungan lemak rajungan yang sangat rendah. *

***

Hari pertama Jelajah Gizi kepulauan seribu ditutup di Pulau Lancang. Dan kami semua meninggalkan Pulau lancang, dan berpindah pulau untuk istirahat. “Gila ya, pindah pulau cuma buat istirahat” *suara ghaib di Kepulauan Seribu*. Pulau yang kami tempati buat istirahat adalah Pulau Putri. Pulau Putri adalah salah satu pulau dari Kepulauan Seribu yang dikelola sebagai sebuah resort. Jadi di Pulau Putri ini isinya cuma resort aja. Resort yang fasilitasnya tebilang lengkap dengan  kolam renang, mini sea world, diving dan snorkeling spot, dll. Isinya memang wahana bawah laut sik, emang itu keunggulannya.

Sekian dulu cerita keseruan Jelajah Gizi hari pertama di Kepulauan Seribu. Keseruan berikutnya tunggu di postingan berikutnya ya!

*Informasi kandungan gizi dari penjelasan Prof Ahmad Sulaeman, pakar gizi dari Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB. Detail jumlah setiap kandungan gizi dari berbagai sumber.

Tulisan ini juga bisa dibaca di nutrisiuntukbangsa.org.

Share yuuk..
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

28 Comments - Add Comment

Reply


+ 6 = ten