BzKs57ZCUAAxlTz

Ekspedisi Pulau Bawean: Dari Parade Kapal Hias Sampai Pembentangan Batik Massal di Bawah Laut

Bawean punya potensi besar sebagai destinasi wisata bahari unggulan Jawa Timur. Apa saja potensinya? Bisa baca-baca artikel yang sudah pernah dipubish di blog ini.

wpid-wp-1412696821584

Tapi, karena memang belum ada promosi besar-besaran (promosi kecil juga belum sih), Pulau Bawean, pulauku tercinta belum dikenal banyak oleh wisatawan. So, maka dari itu, Dishub Propinsi Jatim bekerjasama dengan Dinas Perikanan dan Kelautan Propinsi Jatim, Pemkab Gresik, HAPPI dan ITS akan menyelenggarakan Ekspedisi Pulau Bawean.

Ekspedisi Pulau Bawean ini adalah event yang diselenggarakan dalam rangka menyiapkan Bawean sebagai Pulau Ekowisata. Event ini dalam rangka peringatan Hari Nusantara di Jawa Timur yang tahun ini dipusatkan di Pulu Bawean.
Ekspedisi Pulau Bawean akan diselenggarakan pada 23-26 Oktober 2014. Dan berikut detail acaranya:

Hari 1 di Bawean. Sosialisa Peduli Bawean

Hari pertama peserta akan dibawa ke Pulau Gili (Timur). Di Gili kamu akan melakukan kegiatan telusur pesisir dengan pembagian sembako, cek kesehatan, dan pengobatan gratis.

Tentang Gili (Timur), pulau ini adalah pulau kecil di Bawean dengan penduduk terbesar dibanding pulau-pulau kecil lainnya yang mengelilingi Bawean. Pantai di pulau ini sangat bagus dengan sunset yang mempesona. Di dekat Gili ada Pulau Noko Gili dengan hanya pasir putih panjang. Kalau lagi surut, kamu bisa hanya dengan jalan kaki ke pulau ini dari Gili.

Hari 2 di Bawean. Jelajah Bahari

Hari ke-2 kamu akan dibawa ke pantai dengan sejuta pesona bawah laut. Pantai Labuhan dan Lekok Cina. Di sana akan diselenggarakan pembentangan kain batik yang dibawa oleh masing-masing peserta berdasarkan motif daerahnya dan penyelaman pada spot-spot tertentu untuk melihat keindahan bawah laut Bawean. Bayangin, pembentangan batik di bawah laut? Wooooow!

BzKs57ZCUAAxlTz

Salah satu Tim Ekspedisi Pulau Bawean ketika survey pesona bawah laut Bawean (Pic by @ekspedisibawean)

BzKskwlCIAAyze-

Pesona bawah laut Pulau Bawean (Pic by @ekspedisibawean)

Setelah itu bakal ada Parade Kapal Hias, di mana kamu akan berlayar menggunakan kapal hias. Kapal nelayan yang sudah poles sedemikian rupa.

Malamnya bakal ada Maritime Night Spectacular , yang akan ada malam inagurasi penutupan Ekspedisi Bawean dengan aneka hiburan dan pasar rakyat.. Di sini kamu akan lebih dekat dengan masyarakat Bawean di alun-alun Sangkapura. Salah satu dari 2 kecamatan di Bawean. Dan kamu akan menyaksikan hiburan rakyat seperti seni tari tradisional ala Bawean.

Tertarik kan? Mau ikut? Ini syaratnya:
– Diver mahasiswa berlisensi
– 1 tim terdiri dari 4 orang
– Biaya pendaftaran Rp 300.000,00 per orang
– Perlengkapan selam oleh peserta
– Kuota hanya 40 orang atau 10 tim
– Pendaftaran maksimal 19 Oktober 2014
– Formulir dan petunjuk kegiatan bisa diunduh di sini

Info lengkap bisa hubungi:
Lutfi Baihaqie – 0857 3040 4309
Alpin – 0817 075 0570
Atau bisa Twiternya @EkspedisiBawean, atau va Instagramnya di @ekspedisi_bawean.

Ini dia Pulau Noko Selayar, ulau yag berdeatan dengan Pulau Selayar

Visit Bawean #4: Bawean, Pulau Perawan yang Menawan

Perjalanan ke Pulau Bawean bisa dibilang adalah sebuah rentetan kebetulan. Sekitar 2 minggu sebelum hari H, kebetulan secara iseng saya mengajak seorang teman untuk nge-trip ke Bawean. Kebetulan juga ada request dari seorang kenalan untuk mengadakan trip ke Bawean. Dan kebetulannya lagi, ada ajakan survey dalam rangka membantu pariwisata setempat untuk event “Ekspedisi Bawean” yang rencananya diadakan bulan Oktober 2014. Semua fasilitas disediakan gratis, kecuali tranportasi kapal PP Gresik – Bawean. Tanpa pikir panjang, saya mengiyakan ajakan tersebut.

Bawean, pulau di utara Jawa Timur yang sudah sejak tahun lalu ingin saya kunjungi namun selalu tertunda. Bagi yang belum tau, pulau ini terletak di tengah Laut Jawa dan termasuk dalam Kabupaten Gresik. Dari Surabaya, bisa ditempuh dengan berkendara selama 1 jam menuju Pelabuhan Gresik, kemudian dilanjutkan dengan menyeberang menggunakan kapal Express Bahari 1C selama 3,5 jam. Selain kapal Express Bahari 1C, alternatifnya adalah menggunakan kapal ferry selama 8 jam! Opsi lain yang lebih praktis adalah dengan pesawat dari Surabaya. Tapi itu nanti ketika bandara di Bawean sudah jadi, karena sekarang sedang dalam proses pembangunan.

Pulau Bawean berada di tengah-tengah laut Jawa

Pulau Bawean berada di tengah-tengah laut Jawa

Ternyata bulan September bukan waktu terbaik untuk datang ke Bawean. Ombaknya cukup besar. Selama 3,5 jam kami terguncang-guncang di dalam kapal. Mabuk laut tidak dapat dihindari. Tapi menurut kata pepatah, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Di balik perjalanan yang menyusahkan, biasanya ada keindahan di baliknya. Dan benar saja, sesampainya di Pelabuhan Bawean kami disambut langit yang cerah, hamparan lautan biru, serta pulau berbukit-bukit hijau yang menyejukkan mata.

Karena minimnya informasi tentang Bawean, bertandang ke sana tanpa bantuan penduduk lokal memang agak menyusahkan. Untungnya teman sekaligus partner kerja saya, Indra, adalah warga asal Bawean yang sudah bertahun-tahun tidak pulang ke kampung halamannya. Kami sangat terbantu oleh Indra yang menyediakan rumah keluarganya untuk diinapi. Bahkan kami diberi makan 3x sehari gratis! Bapak Dinas Pariwisata setempat pun membantu menyediakan transportasi lokal dan sewa kapal.

Pulau Bawean identik dengan rusa endemik pulau ini, yaitu Rusa Bawean (Axis kuhlii). Saat ini jumlah Rusa Bawean ini tersisa hanya 37 ekor dan terancam punah. Sebab itulah dibuat penangkaran Rusa Bawean untuk menjaga kelestarian mereka. Rusa-rusa diletakkan di dalam kandang yang terletak di tengah-tengah perkebunan luas yang dikelilingi hutan dan perbukitan hijau. Saat berkunjung, pengunjung dianjurkan tidak membuat kegaduhan ketika mendekati kandang agar rusa-rusa tersebut tidak berlarian. Maklum, mereka cenderung masih liar.

Rusa Bawean di Panangkaran Boto Ghebbhang

Rusa Bawean di Panangkaran Boto Ghebbhang

Salah satu tempat yang unik di Bawean adalah Jharat Lanjhang alias kuburan panjang. Menurut penduduk setempat, kuburan dengan panjang sekitar 12 meter ini ada hubungannya dengan cerita huruf Jawa, yaitu Ha Na Ca Ra Ka. Konon, orang Bawean jaman dulu bertubuh sangat tinggi, sehingga kuburannya bisa sepanjang itu. Takut datang ke kuburan? Tenang saja, tidak ada kesan mistis di sini karena lokasinya menghadap ke pantai dengan pemandangan sunset yang mempesona.

Kuburan Panjang di Jharat Lanjhang

Kuburan Panjang di Jharat Lanjhang

Sunset di pantai Jharat Lanjhang

Sunset di pantai Jharat Lanjhang

Pantai adalah objek yang pasti dicari jika kita bepergian ke pulau. Jangan khawatir, Bawean punya pantai-pantai berpasir putih yang sangat cantik. Pulau utama Bawean dikelilingi oleh beberapa pulau-pulau kecil, seperti Pulau Selayar, Pulau Gili (Timur), Gili Barat, Noko Selayar, Noko Gili, Pulau Cina, Pulau Nusa dan lain-lain. Pulau Selayar adalah pulau tak berpenghuni yang bisa dicapai dengan berjalan kaki jika air sedang surut. Sedangkan untuk menuju Noko Selayar dan Noko Gili (Timur), kita harus menyeberang menggunakan perahu sewaan.

Pulau Selayar, kalau lagi pasang, bisa ditemuh dengan jalan kaki ke pulau ini dari Bawean

Pulau Selayar, kalau lagi pasang, bisa ditemuh dengan jalan kaki ke pulau ini dari Bawean

Laut biru dan pasir putih di sekitar Pulau Selayar

Laut biru dan pasir putih di sekitar Pulau Selayar

Ini dia Pulau Noko Selayar, ulau yag berdeatan dengan Pulau Selayar

Ini dia Pulau Noko Selayar, ulau yag berdeatan dengan Pulau Selayar

Noko Selayar berupa gusung atau atol dengan semacam laguna di tengah-tengahnya

Noko Selayar berupa gusung atau atol dengan semacam laguna di tengah-tengahnya

Bawean punya satu-satunya danau yang terletak di tengah-tengah pulau. Danau Kastoba namanya. Dibutuhkan trekking sekitar 500 meter untuk mencapai danau. Ada mitos di Danau Kastoba, yaitu wanita yang sedang menstruasi dilarang datang ke sini jika tak ingin terkena bencana atau musibah. Namun terlepas dari cerita-cerita mistisnya, suasana danau ini sangat sejuk dan teduh karena dikelilingi pepohonan hijau. Untuk menikmati danau, pengunjung biasanya memancing sembari piknik dan bakar-bakar ikan. Bahkan kami sempat kebagian 2 ikan bakar dari rombongan asal Gresik yang kebetulan datang ke danau berbarengan dengan kami.

Danau Kastoba yang berad di tengah-tengah Pulau Bawean

Danau Kastoba yang berad di tengah-tengah Pulau Bawean

Bandara Bawean yang belum selesai dibangun juga bisa dijadikan objek wisata yang menarik lho. Selain pemandangan sunset yang cantik, kita juga bisa berfoto di landasan pacu tanpa takut diseruduk pesawat. Hihihi. Bandara ini tak kunjung jadi sejak 2 tahun lalu. Katanya sih karena dananya dikorupsi oleh Pemerintah. Konon akan dibuka bulan Oktober 2014. Doakan saja ya, karena dilihat dari keadaan di lapangan saat itu, bandara belum siap dibuka dalam waktu dekat. Akses jalan masih belum dibenahi, bahkan menara pengawas pun tak ada.

Runway Bandara Bawean

Runway Bandara Bawean

Sunset di Bandara Bawean

Sunset di Bandara Bawean

Tempat berikutnya adalah tempat favorit kami. Ada namanya sih, tapi kami lebih suka menyebutnya sebagai “Toni’s Stone Hill” (Toni adalah saudara sepupu Indra. Dia yang mengetahui keberadaan tempat ini. Hihihi). Untuk menuju tempat ini butuh perjuangan yang lumayan. Blusukan naik motor, trekking melalui hutan, kemudian mendaki bukit karang. Medannya yang berupa bebatuan tajam cukup membuat stress saya yang tidak suka kegiatan daki-mendaki. Tapi sesampainya di atas bukit, semua kelelahan terbayar. Kita bisa melihat pemandangan tebing-tebing karang yang mengagumkan serta lautan yang penuh hamparan terumbu karang. Dan tak lupa, sunset yang cantik.

Ini dia Toni’s Stone Hil atau nama sebenarnya Tanjung Ghaang

Ini dia Toni’s Stone Hil atau nama sebenarnya Tanjung Gaang

Sisi barat Tanjung Gaang

Sisi barat Tanjung Gaang

Keadaan bawah laut di Pulau Bawean juga tidak kalah cantik lho dengan pemandangan atas lautnya. Sayang tidak ada bukti foto karena kamera kami yang rusak. Tapi memang keindahan Bawean tidak perlu diragukan. Sayangnya, penduduk di sana belum sadar akan potensi pariwisata pulaunya. Mereka sudah cukup makmur dengan penghasilan sebagai pelaut, sehingga pariwisata dianggap bukan hal yang “menghasilkan” di sana. Fasilitas dan infrastruktur pun belum menunjang. Padahal Bawean punya potensi besar menjadi idola pariwisata Jawa Timur. Danau, bukit, air terjun, pantai pasir putih, bahkan pemandian air panas, semua ada di Bawean.

Karena merupakan pulau kecil dan termasuk pedesaan, penduduk di Bawean sangat guyub. Mereka suka berkumpul di dhurung (gazebo) yang dipunyai di depan tiap rumah. Penduduknya hampir selalu mengenal satu sama lain. Tiap malam kami selalu bercengkrama sambil makan bersama, disuguhi ikan bakar beserta sambal yang sangat lezat. Suasana kebersamaan dan keramahan penduduk itulah yang nantinya akan selalu kami rindukan. Terima kasih sekali untuk Indra, Toni, dan Tante Laili yang sudah menjamu kami. Memang selalu menyenangkan jika bisa berbaur dengan penduduk lokal.

Di sela perjalanan, kami juga sempatkan untuk datang ke SD setempat dan berbagi buku dalam rangka gerakan #1Traveler1Book. Bagi yang belum tahu, #1Traveler1Book adalah gerakan sosial para traveler untuk selalu membawa minimal 1 buku dan membagikannya kepada anak-anak usia sekolah yang dijumpai di perjalanan. Gerakan ini berguna untuk mencerdaskan anak-anak bangsa lho. Ikutan yuk!

#1Traveler1Book

#1Traveler1Book

Fakta Bawean:

  • Pulau Bawean disebut juga Pulau Putri, karena mayoritas lelaki merantau ke luar negeri sebagai pelaut. Sehingga lebih banyak wanita yang tinggal di Bawean.
  • 99% penduduk Bawean adalah penganut muslim yang taat. Hormati warga setempat dengan tidak memakai pakaian minim.
  • Hampir tidak ada kriminalitas di Bawean. Memarkir motor dengan kunci masih menggantung pun, motor tidak akan hilang!
  • Pulau Bawean ternyata tidak terlalu kecil. Untuk mengelilingi jalan lingkar luar pulau, butuh waktu sekitar 3 jam berkendara.
  • Bulan terbaik untuk ke Bawean adalah bulan April – Juni dan Oktober – Desember. Di luar bulan – bulan itu, sering kapal penyeberangan tidak bisa jalan karena ombak besar dan cuaca buruk.

Ditulis oleh: Intan Primadewati: Traveler dari Sidoarjo yang merupakan travel planer di Berangan Trip. Hampir semua tempat indah di Indonesia pernah dia kunjungi. Pengalaman jalan-jalannya bisa dibaca di blog travelnya http://intaninchan.wordpress.com sedangkan hasi jepretan dari setiap perjalanannya terekam di akun Instagram -nya @intan_inchan.  Intan bisa dihubungi melalui akun Twitter -nya @intan_inchan.

Semua foto hak milik Intan Primadewati, mohon izin langsung dengan bersangkutan jika ingin menggunakannya.

Visit Bawean adalah kolom untuk semua yang pernah mengunjungi Pulau Bawean, sebagai ajang untuk berbagi cerita pengalamannya mengunjungi Pulau Bawean. Pernah ke Pulau Bawean? Kirim tulisan beserta foto-fotomu melalui email ke mail@rusabawean.com.

IMG_1339

XL Net Rally 2014 | Dari Jakarta ke Jogja, Naik Delman Istimewa*

*Judulnya Bohong, Rusa ke Jogja gak naik delman.

Bulan Ramadhan bulan puasa akan segera tiba tinggal menghitung hari lagi. Ingat Ramadhan ingat XL Net Rally. Iya, selalu ingat. XL Net Rally adalah program pengetesan kesiapan jaringan PT. XL Axiata (XL Network Drive Test) dalam rangka menghadapi lonjakan trafik Ramadhan & Lebaran di jalur mudik di pulau Jawa. Gimana gak selalu ingat, wong Rusa selau ikut setiap tahunnya. Yup, sejak 2010, 2011 dan 2012 Rusa selalu ikut.

Rusa Bawean

Bertanduk di Jogja!

Walau sempat absen di tahun 2013, tahun ini yang diselenggarakan pada 12-13 Juni kemaren, Rusa kembali dipercaya XL untuk ikutan program tahunan ini. Bedanya, kalau biasanya Rusa adalah peserta dati Surabaya, kali ini menjadi peserta dari Jakarta. Hehehe, kan sejak 2013 lalu, Rusa sudah menjadi penguni Taman Monas (baca: Jakarta).

Tak hanya itu, perbedaan tahun ini adalah, uji jaringan dari Jakarta tak lagi melewati jalur utara. XL Mengikuti tantangan masyarakat dengan melewati jalur selatan.

Stasiun Gambir

Hiburan sebelum berangkat dari Gambir

Stasiun Gambir

Foto bersaa blogger dan jurnalis bersama Hasnul Suhaimi, Presdir XL Axiata

Kalau biasanya dari Surabaya selalu dengan mobil, karena dari Jakarta, kali ini dengan kereta. Rusa bersama blogger lainnya (Venus, Sabai, Vabyo, Agus dan Hadi), puluhan jurnalis dan orang XL berangkat pukul 07.30 dari stasiun Gambir dengan kereta eksekutif Argo Dwipangga. Perjalanan Jakarta Jogja via Cirebon dan Purwokerto tak terasa, karena di dalam kereta kami dihibur dengan 2 MC kocak Jodi dan Nita. Tak hanya itu, sepanjang perjalanan kami seperti tak diberi kesempatan tidur, karena ada bermacam game dengan hadiah uang tunai jutaan rupiah, voucher belanja hingga smartphone. Tapiiiiiii… Tak satupun jatuh ke tangan Rusa! Ahhh.. *garuk-garuk rel kereta*.

MC Jodi dan Nita

Duo MC Jodi dan Nita bikin gak nyenyak tidur :P

Adhmas and friend

Spenajang perjalanan gak ada habisnya makan-makan mulu

Sepanjang perjalanan kami dikenalkan dengan layanan-layanan digital seperti layanan digital entertainment Guvera, Gudang Aplikasi untuk akses ke beragam aplikasi menarik, serta Muslimku aplikasi cara belajar agama islam untuk anak muda dengan lebih seru lewat digital. Selain itu ada pula layanan Gila Bola untuk menyambut Piala Dunia 2014.

Dengan berbagai hiburan dan game-game seru sepanjang perjalanan, tidak terasa, sekitar pukul 16.00 kami sudah tiba di Stasiun Tugu Jogja! Yaaaay! Jogja aku datang lagi! Jogja adalah kota yang tak pernah membosankan. Banyak tempat yang tak pernah habis diXLplore. :D

Ini dia blogger-bloggernya

Kampi sampai Jogja!

Gadget Lab XL di Jogja

Gadget Lab XL di Jogja

Dari Stasiun perlanjalaan dilanjutkan ke Gadget Lab untuk melihat kantor Call Center XL yang di Jogja. Oia, fyi, XL punya 2 kantor call center, 1 di Jakarta, 1 nya lagi di Jogja. Kalau kamu nelp ke call centernya XL, bisa saja lari ke Jakarta, atau ke Jogja. Selanjutnya adalah Graha XL dan disambung makan malam di Bale Raos. Beuh baru tahu di Jogja ada restoran yang memang menyediakan menu-menu ala Kraton Jogja, dan lokasinya pun di Kraton. Lumayan ya, punya pengalaman makan ala-ala Kraton. Bale Raos ini pun tempatnya emang keren, makanannya enak-enak.

Bale Raos

Disambut dengan tarian Golek Bawaraga di Bale Raos

Malam pun semakin larut, dan perut udah semakin kenyang. Sepanjang perjalanan Jakarta-Jogja tak berhenti menikmati makan enak, ditambah setiap venue juga tak absen dengan makanan, dan ditutup makan malam di Bale Raos yang tentu ini adalah kesempatan yang tak akan dilewatkan untuk menikmati menu ala-ala kraton. Sampek hotel, niat untuk blusukan malam-malam punah sudah. Rusa terkapar dan tak bias bangkit lagi (Cakra Khan mode on) akhirnya memilih untuk menikmati kamar Hotel Tentrem yang istimewa.

Hotel Tentrem

Hote Tentrem, bikin hati tentrem

Hotel Tentrem

Klam renang Hotel Tentrem

Pagi hari, udara Jogja begitu ramahnya menyambut. Hari itu adalah acara bebas bagi kami peserta XL Net Rally. Ada 2 lokasi yang harus dipilih salah satu. Malioboro atau Prambanan? Walau pernah ke Prambanan, tapi Rusa akan tetep ke Prambanan, karena Malioboro lebih pernah bangeeet. Bosan kalau cuma mau main ke Malioboro saja, Prambanan lebih banyak untuk diXLplore, paling tidak untuk foto-foto di Instagram. Hehe..

Candi Prambanan

Candi Prambanan oh indahnya..

Candi Prambanan

Atas-Kiri-Kanan-Bawah: Rusa, Agus, Sabai, Hadi, Adhams, Venus

Jogja memang kota yang tak pernah bosan untuk dikunjungi. Entah sudah berapa kali ke kota pelajar ini. Terima kasih Jogja, terima kasih XL yang telah mempertemukan Rusa dengan Jogja untuk ke-2 kalinya.

Foto-foto lain selama di Jogja, bisa disimak di mini blog Rusa di Instagram. Jangan lupa follow @rusabawean ya!

Screenshot_2014-06-04-10-54-57

Aplikasi Ini Membantu Berhenti Merokok

Ada yang berpendapat kalau merokok itu keren?

Rusa gak setuju deh sama pendapat itu. Karena rokok bukannya bikin keren, malah bikin sakit. Rusa aja bisa tetep keren kok meski gak merokok. Hihihi :D

Sedikit cerita, Rusa sejak dulu emang gak merokok loh. Selain karena memang di keluarga gak ada yang merokok, Rusa pikir merokok juga gak ada untungnya. Yang ada malah jadi mengganggu orang lain dengan asap rokoknya. Suka sebel gitu deh kalau ada orang yang seenaknya merokok di tempat umum. Sumpah mengganggu banget.

Kadang ada keinginan untuk negur mereka. Tapi ya gak bisa juga sih. Takutnya malah jadi bikin ribut kalau mereka gak terima karena ditegur. Harusnya kesadaran pribadi aja sih, untuk gak ngerokok di tempat umum atau berhenti merokok. Meski katanya sulit ya untuk berhenti merokok.

Dan, ngomong-ngomong tentang cara berhenti merokok yang katanya susah, baru-baru ini ternyata ada aplikasi untuk smartphone yang diluncurkan. Tujuannya untuk membantu para perokok berhenti merokok.

Aplikasi apa?

Nama aplikasinya itu Zombigaret. Jadi Zombigaret ini adalah aplikasi mobile yang tersedia untuk pengguna smartphone Android dan iOS. Aplikasi ini diluncurkan oleh Kemenkes pada peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia pada 02 Juni 2014 kemarin di Gedung Kemenkes.

Screenshot_2014-06-04-10-38-22

Setelah download dan instal aplikasinya di smartphone, kita tinggal registrasi aja. Masukin email, password, tanggal lahir dan jenis kelamin. Gampang dong.

Nah setelah daftar, kita langsung dapat pertanyaan seputar pengalaman kita merokok. “Seperti sudah berapa lama merokok?”, “Berapa bungkus rokok dalam sehari?”, “Berapa harganya?”, sampai ada juga pertanyaan “Apa yang kamu rasakan selagi menghisap rokok?”.

1

Setelah itu akan muncul komen box untuk menuliskan motivasi berhenti merokok.

Setelah nyobain aplikasi ini, Rusa sampai pada kesimpulan bahwa Aplikasi ini keren dan mudah. Diinstal di smartphone juga gak bikin lemot kok. Cobain deh!

Udah gitu doang?

Eitss… Gak lah! Itu tadi belum menjelaskan secara detail untuk menu di aplikasi ini. Kan yang tadi baru seputar pertanyaan dasar selama merokok. Tips & Trick untuk berhenti merokoknya kan belum. Nah! Yang di bawah ini beberapa tips & trick yang ada di aplikasi Zombigaret ini.

Screenshot_2014-06-04-10-54-57

Screenshot_2014-06-04-10-55-36

Selain dapat Tips & Trick, Zombigaret juga memberikan berita yang terkait dengan rokok dan tembakau. Jadi gak perlu takut ketinggalan informasi.

Dengan ini sepertinya perokok yang ingin berhenti jadi lebih terbantu ya. Mudah-mudahan makin banyak perokok yang menghentikan aktifitas merokoknya.

Ayo berhenti merokok!

20140128_124307

Memulai Kesuksesan Dari Diri Sendiri

20140128_124307Surabaya adalah kota yang paling nyaman menurut Rusa. Kandang yang nyaman, pekerjaan yang enak dan lingkungan yang asik. Tapi, kenyamanan di kota terbesar ke-2 di Indonesia ini membuat Rusa malas. Malas melakukan hal yang sangat remeh, hingga hal yang sedikit lebih berat.

Stay di Surabaya membuat malas bangun pagi (karena pekerjaan yang tak mewajibkan bangun pagi), malas ke luar kandang karena udara yang sangat panas, malas menggunakan angkutan umum serta bentuk kemalasan-kemalasan lainnya. Semua sudah di titik hanya mau enaknya saja (yaiyalahhh..).

Banyak yang pesimis Rusa bisa berubah menjadi lebih baik, ketika memutuskan untuk pindah kandang ke Taman Monas (Jakarta). Kota besar Jakarta akan membuat Rusa yang sudah merasa happy di metropolis Surabaya akan makin menjadi-jadi ketika pindah ke ibu kota Indonesia ini.

Tapi Rusa berbeda pandangan dengan orang-orang, termasuk orang terdekat Rusa. Pilihan Jakarta adalah karena Rusa merasa Rusa tak bisa berkembang ketika di Kebun Binatang Surabaya (baca: Surabaya). Semua sudah terlalu enak, hidup sudah monoton tak lagi ada tantangan.

Jakarta menurutku kota yang penuh tantangan. Rusa harus bekerja lebih keras untuk menaklukkan kota yang emang terkenal dengan banjir dan macet ini. Pilihan untuk pindah ke sini adalah pilihan untuk menakkukkan tantangan. Bukan mencari kebahagiaan lebih. Kemajuan Jakarta yang lebih dari Surabaya adalah bukan hal yang Rusa cari, tapi ketidaknyamannya di sini adalah yang sengaja akan Rusa taklukkan untuk menjadi lebih baik. Ini beneran, walau sedikit agak berlebihan kedengarannya.

Jakarta yang lebih keras, Jakarta yang akrab dengan banjir, Jakarta yang sahabatan sama macet. Dan tentunya Jakarta yang ke mana-mana jauh. Jakarta yang tak akan mudah cari makanan kesukaan selama ini. Semua harus ditaklukkan!

Rusa bersyukur ketika di Jakarta, Rusa merasa menjadi lebih baik. Hidup menjadi lebih dispilin, lebih mandiri karena tidak punya siapa-siapa di sini. Tak malas menggunakan angkutan umum, serta banyak hal baru yang lebih baik, yang sebelumnya belum pernah dilakukan di kota sebelumnya. Banyak hal yang sebelumnya tak pernah dilakukan di Surabaya, menjadi kebiasaan yang harus dilakukan setiap hari di sini.

Jakarta membuat Rusa benar-benar bisa berubah lebih baik. Paling tidak untuk hal-hal kecil yang tak pernah dilakukan di kota sebelumnya. Kalau bisa berubah lebih baik dari sekarang? Ngapain nunggu besok? Start now, men!

Btw, perubahan apa yang sudah kamu lakukan agar bisa lebih baik?

Qw0AB_pC

Nyimpan Uang di Handphone

Kalau kata orang “Uang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang.” Hahaha… iyalah! Kalau gak punya uang, gak bisa beli makan, gak bisa jalan, belanja-belanji.

Tapi jaman sekarang, bentuk ‘uang’ untuk transaksi juga udah banyak macemnya sih ya. Transaksi gak perlu harus pake uang tunai. Karena kalo dipikir-pikir, kadang repot juga kalo ke mana-mana harus ngegembol uang banyak. Belum lagi kadang kalau dapat uang kembalian, dikasihnya uang receh. Elah… bikin dompet penuh. :D

Kemarin-kemarin selain pake cash, banyak orang udah mulai pindah cara transaksi pake card. Entah itu berbentuk debet atau credit. Kalau pake card lebih simpelnya udah gak perlu repot-repot ngerogoh dompet nyari uang pas buat bayar, atau ngegembol duit banyak kemana-mana. Tinggal gesek. Apalagi kalau pake e-money. Wuiih…. lebih simple lagi yak! Tinggal tempel, beres dah!

Serunya model debit card kayak e-money gitu kan bisa dipake buat bayar uang tol dan Transjakarta juga. Jadi udah repot ngantri panjang buat beli tiket. Kalau proses bisa dibikin cepet dan simpel, ngapain lagi harus repot dan lama ya? Hihihii… kalau Rusa sih lebih suka yang simple aja. :D

Tapi, muncul permasalahan kalau seandainya dompet ketinggalan gimana? Gak bawa uang sama sekali, trus card-card gitu semua juga gak dibawa. Huwaahh…. semuanya ada di dalam dompet yang tertinggal itu. Kalau udah terlanjur makan atau belanja trus gak bisa bayar gimana? Gak mungkin ngutang dong. Duh…. malunya itu loh.

Yaaah… gimana kalo mau keluar rumah, mau pergi-pergi, yang diinget cuma bawa smartphone doang. Hihihii… berasanya kayak smartphone itu benda paling penting yang harus dibawa kemana-mana deh. Kalo sampe tertinggal, wah gak bisa dibayangin gimana rasanya.

Kayak persoalan dompet tertinggal tadi. Bisa beres kalo bawa smartphone kemana-mana loh! Asal udah pake e-cash aja sih

Apaan sih e-cash?
E-cash itu uang elektronik di handphone yang diterbitkan oleh Mandiri. Tapi meski diterbitkan oleh Bank Mandiri, bukan berarti yang punya e-cash hanya orang-orang yang punya rekening di Mandiri loh. Enggak kak! Jadi semua orang bisa banget punya e-cash ini. Gak harus buka rekening bank. Udah gitu bisa dipake disemua jenis handphone pulak. Tinggal download aja aplikasinya di Play Store, App Store, atau App World. Bisa juga sih menghubungi *141*6#. Wah! Canggihnyaa!

Mandiri e-cash

Kita bisa transaksi mudah pake handphone. Mau belanja Online? Bisa. Isi pulsa, beli tiket, bayar listrik, bahkan delivery makanan juga bisa. Apapun deh kebutuhan transaksi udah bisa pakai Mandiri e-cash ini. Apalagi saat ini sudah lebih dari 50 mitra yang menerima pembayaran pakai e-cash.

Kalau nominal e-cash habis, cara isi ulangnya juga gampang kok. Bisa isi ulang via Mandiri ATM, Mandiri sms, Mandiri internet dan Mandiri clickpay. Gak punya rekening Mandiri? Bisa isi ulang via transfer dari ATM bank mana aja. Mantap gila!

Ini tuh kayak menikmati kemudahan transaksi perbankan yang dipadukan dengan pengalaman Social Media gitu deh. Duh… anak social media yang gak bisa lepas dari handphone, kayaknya mesti pake ini deh. Biar gak perlu ribet juga sih ya kalo gak bawa dompet.

Jadi, sudah gak perlu bingung lagi kan kalau lupa bawa dompet? :)

Raisa

Sejuta Mimpi untuk Anak Indonesia

Demi masa depan Indonesia yang lebih baik, anak Indonesia gak boleh gak sekolah dong. Menurut Rusa, semua anak Indonesia harus bisa menyelesaikan sekolah setidaknya sampai 12 tahun. Namun nyatanya, dalam 1 menit ada 4 anak yang putus sekolah. Di tahun 2012 anak yang sekolah di SD mencapai 97,95%, tapi di SMP hanya sekitar 89.66% dan di SMA Cuma 61.06%. Presentasi yang bisa melanjutkan kebangku kuliah bahkan lebih kecil lagi. Hanya sekitar 15%.

Padahal dari anak-anak yang putus sekolah itu bukan tidak mungkin ada anak yang prestasinya cukup membanggakan. Sayang banget ya kalau anak-anak yang prestasinya bagus dan punya cita-cita tinggi itu jika harus putus sekolah.

Banner-One-Million-Dreams-Concert-2014

10 Artis, 10 Kota!

Kita yang lebih beruntung bisa loh membantu mereka agar bisa melanjutkan sekolah lagi. Salah satunya dengan ikutan One Million Dreams. Bisa banget bantu mereka biar bisa sekolah lagi lewat sini. Caranya langsung submit aja mimpi kamu di linkOne Million Dreams.

Sudah tahu belum tentang One Million Dreams ini?

Jadi, One Million Dreams adalah program persembahan dari simPATI Loop untukmembantu anak-anak yang putus sekolah sehingga bisa melanjutkan sekolah kembali. Selain submit mimpi kamu, di One Million Dreams juga adas chool band competition.
Artist yang juga hadir di One Million Dreams Concert yaitu: Nidji, Ran, J-Rock, Naif, Sheila on 7, Yovie n Nuno, d’Masiv, Alexa, Last Child, Hivi, Judika, The Changcuters, Maliq & D’essential dan masih banyak lagi.

One Million Dreams Concert iniakan diselenggarakan secara serentak di 10 kotabesar di Indonesia dengan menampilkan 100 artis ternama pada tanggal 09 Maret 2014. Wow! Keren ya! Kamu bisa dapatkan tiket gratis konser One Million Dreams di sini.

Raisa

Wogh! Ada Raisa!

Kalau kamu submit mimpi kamu tadi untukmendukung program ini guna membantu anak-anak yang kurang beruntung agar dapat melanjutkan sekolahnya, kamu juga berkesempatan mendapatkan tiket gratis untuk nonton One Million Dreams Concert ini.

Gak rugi deh kalau ikutan. Jadi mikir apa lagi? Yuk submit!

Sedang untuk kamu yang tidak bisa nonton Big Bang Concert ini secara langsung, karena misalnya tinggal di luar 10 kota besar tersebut, tenang aja. Kamu bisa saksikan konsernya secara live streaming koq di sini 

Kalau mau tahu lebih lengkapnya tentang One Million Dreams ini, kamu bisa juga cek di: Twitter simPATI Loop: @loop_id atau bisa search di hashtag #1milliondreams.

Yuk bantu anak yang udah putus sekolah, biar bisa kembali sekolah!

Berenang di Pulau Noko

Visit Bawean #3: Dari Sunset Pulau Selayar, Hingga Pasir Putih Pulau Noko

Pertama kali menginjakkan kaki di Gresik pada pertengahan 2011, yang terbayang hanya pabrik, pabrik, dan pabrik. Bayangan saya kala itu sebagai pendatang, Gresik adalah salah satu kabupaten di Pulau Jawa yang berbatasan langsung dengan Surabaya. Paling juga kalau mau liburan ala-ala piknik di alam ya ke Malang yang sudah terkenal dengan hawanya yang sejuk.

Namun tak dikira tak disangka, teman ngebolang saya yang selalu punya ide untuk jalan, Theda, bercerita bahwa salah satu sahabatnya sejak SD, Hety, menjadi Pengajar Muda (PM) di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. Bawean? Gresik? Saya yang hampir satu tahun mendengar Pulau Bawean saja belum pernah. Ada gitu Gresik punya Pulau?

Saya mencoba googling sana-sini mengenai pulau Bawean. Tidak terlalu banyak situs atau berita yang berisikan tentang informasi wisata Bawean. Secara umum, berita-beritanya cenderung berkisar urusan pemerintahan, transportasi, dan informasi umum tentang Pulau Bawean. Untungnya, saya punya teman juga yang paham sekali soal Gresik, Irwan. Dari Irwan juga saya tahu banyak mengenai tips dan trik menuju ke Pulau Bawean. Termasuk di mana loketnya, jadwal kapalnya, dan sebagainya.

Setalah Theda berhasil menghubungi Hety, dan dirapatkan sana-sini soal kapan berangkatnya, disepakati tanggal rencana keberangkatan pada 12 Mei 2012. Beberapa hari sebelum hari rencana keberangkatan, dengan pedenya saya menuju ke tempat pembelian tiket kapal cepat Express Bahari (berikutnya akan disebut EB) di Gresik, dan ternyata, semuanya sudah SOLD OUT alias habis karena kebetulan pada tanggal itu ada haul akbar di Bawean. Wah, dari semangat 45 langsung berasa lemes banget karena tidak mudah menentukan waktu kami untuk pergi ke sana mengingat kami hanya bisa pada weekend.

Saya mencoba menghubungi Irwan kembali, dan memang Tuhan itu selalu menurunkan orang baik di saat yang tepat. Dengan keajiban dari teman Irwan, Mas Raffa, akhirnya kami berhasil mendapatkan tiket tentu saja setelah mengkonfirmasi kantor kapal Express Bahari di Bawean bahwa pada tanggal 13 Mei 2012 kami sudah pasti mendapatkan tiket untuk pulang ke Gresik. Akhirnya, Bawean, here we come! :)

Ekspress Bahari 1 C di Pelabuhan Gresik

Ini kapal Express Bahari 1C

Duduk Di KElas VIP

Di dalam kapal Express Bahari 1C

Kapal berangkat pada tanggal 12 Mei 2012, pukul 09.00 WIB dari dermaga pelabuhan Gresik. Ketika subuh datang, saya menjemput Theda di Terminal Bunder Gresik dahulu. Theda sendiri baru berangkat dari Jogja malam harinya. Jam 8 pagi, taksi biru membawa kami ke Pelabuhan Gresik. Sehari sebelumnya saya sendiri sudah ke Pelabuhan Gresik untuk melihat jenis kapal apa yang akan membawa saya ke Bawean. Rasanya sudah tak sabar hari itu untuk segera berlayar ke Bawean dengan kapalputh-orange bernama Express Bahari 1C itu.

Pelabuhan sudah ramai sekali. Sudah berbagai macam orang dan bawaan untuk sanak keluarga di Bawean bertumpuk-tumpuk di pelabuhan, dari kardus, makanan, pakaian, sampai mebel semuanya ada. Suasananya pun mirip sekali dengan pasar karena ketika ada kapal berlayar, sudah banyak orang yang berjualan di sekitar Pelabuhan. Akhirnya setelah menunggu, kami boarding masuk ke kapal. Saya amati banyak juga yang menggunakan identitas paspor. Baik paspor hijau, maupun paspor tetangga.

Perjalanan ini termasuk cukup panjang untuk perjalanan di laut. Bawean berjarak 80 mil laut di utara pulau Jawa. Perlu waktu 3,5 jam untuk sampai ke sana menggunakan kapal cepat. Setelah terguncang-guncang di perut kapal (untunglah kala itu cuaca bersahabat) sampailah kami di Pelabuhan Sangkapura, Pulau Bawean.  Dan entah hari itu benar-benar cerah, dan menurut saya adalah langit paling bersih dan paling bagus yang pernah saya lihat. Benar-benar biru dan semburat putihnya membuatnya jadi makin indah. Cukup lama saya dan Theda berfoto-foto di pelabuhan. Kalau tidak ingat kami dijemput Hety, mungkin bisa lama kami ngendon di Pelabuhan.

Awannya keren kan

Sampai di pelabuhan Pulau Bawean

Keluar dari pelabuhan, Hety sudah menjemput kami bersama dengan teman PM yang lain bernama Wintang. Baru pertama saya ketemu, rasanya sudah langsung cair, dan untungnya lagi, Hety paham betul kalau kami yang habis bergejolak dalam bahtera EB (halah) sudah kelihatan lapar. Kami pun dibawa ke McD. Wah, ada lagi nih, pulau Bawean ada McD? Ternyata maksud merekaberdua adalah Mak Dije. Sebuah warung makan sederhana yang ada di Bawean. Oalah, saya pikir Mas Ronald rambut merah sudah ekspansi sampai ke situ.

Gapura Pelabuhan Sangkapura

Gapura Pelabuhan Sangkapura

Di warung ini, saya menemukan masakan yang enak banget. Bukan saya lapar, tapi saya gini-gini juga tahu kok mana masakan yang enak sama enak banget. Cumi hitam yang dimasak Mak Dije rasanya top banget. Pak Bondan kalau ke Bawean mungkin harus mampir ke sini nih. Tidak Cuma saya yang bilang enak banget. Theda saja sampe nyeletuk “Duh, kalau ngidam cumi hitam Mak Dije repot nih. Jauh dari Jogja”.

Hari itu acara kami adalah keliling Bawean. Saya dan Theda dikenalkan dengan beberapa orang yang PM yang lain. Selain Hety dan Wintang, ada Lasti Putri, Icha, dan Tidar. Kami juga sempat merasakan keramahan yang luar biasa dari warga Bawean. Saya sebagai orang baru, orang luar, tapi diperlakukan dengan sangat ramah dan akrab. Seolah mereka sudah mengenal saya lama. Salah satunya adalah Mbak Amy. Karyawati Bank yang ada di Bawean. Meski baru kenal, beliau sangat ramah. Bahkan terasa sangat akrab.

Pemandangan dari kamar hotel

Pemandangan dari kamar hotel nih..

Setelah mengobrol sebentar dengan mbak Amy, Kami mencari penginapan di Bawean, dan kami memilih hotel Pusaka Bawean. Kebetulan hari itu mama Putri sedang di Bawean, akhirnya kami semua termasuk semua PM diboyong untuk menginap di Hotel Pusaka Bawean itu. Hotelnya ada wi fi nya loh. Dan itu salah satu wi fi paling cepat yang pernah saya pakai. Kamar saya kebetulan berada di lantai 2 dan menghadap ke Pelabuhan. Dari jauh saya bisa melihat EB yang membawa kami bersandar di pelabuhan dan dilatarbelakangi dengan langit yang cantik.

Pulau Selayar

Sore hari saya diajak untuk menuju Pantai Selayar. Kami berangkat berboncengan naik sepeda motor. Saya waktu itu dibonceng oleh Wintang. Asyik mengobrol saya baru tahu kalau Wintang masa kecilnya pernah di Jogja sebelum akhirnya pindah ke Jakarta. Dan yang paling mengejutkan adalah Wintang itu teman sekelas saya waktu TK! Tuhan itu memang luar biasa. Saya bisa bertemu teman TK saya dengan cara yang ajaib!

Bersama Pengajar Muda Bawean di Selayar

Menunggu sunset di Pulau Selayar

Di Pulau Selayar

Pulau yang berupa pegunungan itu adalah Pulau Selayar

Menjelang sore kami sampai ke Pantai Selayar. Ini baru namanya pantai pribadi. Benar-benar tidak ada orang di sini selain kami. Saya menyaksikan Sunset yang indah di sini. Sebenarnya ada Gili di seberang yang bisa dicapai dengan jalan kaki bila air surut. Namun mengingat itu sudah sore,kami urungkan niat tersebut. Di Pulau Selayar kami asyik foto-foto dengan sunset yang cantik. Seketika itu ada usulan untuk pegi ke Pulau Gosong di Noko Barat. Apalagi ada informasi bahwa kapal EB 1C yang seharusnya bertolak dari bawean hari Minggu pukul 09.00 akan berangkat pukul 13.00! Waaah… ini namanya rejeki!

Sunset di Pulau Selayar

Sunset di Pulau Selayar

Setelah gelap datang, kami kembali ke Sangkapura. Jangan dikira jalannya enak. Medannya sangat terjal,gelap, tanpa penerangan. Kami melewati hutan, jalanan sempit, dan tanpa petunjuk sama sekali. Namun tampaknya para PM sudah hafal betul rute dan medannya. Alih-alih merasa takut, kami merasa seru naik motor dengan modal lampu motor dan dengan bintang di atas kami. Kami sempat mampir ke seorang bapak yang kapalnya akan kami sewa ke pulau Gusung besok.Tampaknya teman-teman PM ini sudah jago sekali bahasa Bawean. Ngobrolnya berasa asyik banget sama bapak itu.

Pulau Noko

Sampai di Hotel, kami bersih-bersih diri. Dan karena capek akhirnya saya tertidur dengan niat mau bangun untuk melihat sunrise. Niat ya tinggal niat, ternyata saya bangunnya kesiangan karena capek hehehe… Akhirnya setelah bersiap-siap kami menuju ke rumah bapak yang menyewakan kapal dan berangkatlah kami ke Pulau Noko.

Tidar dengan latar belakang pulau Bawean

Menuju Pulau Noko 

PM Bawean di Pulau Noko

Di Pulau Noko bersama para Pengajar Muda

Pasir Putih Pulau Noko

Pasir putih di Pulau Noko

Berenang di Pulau Noko

Berenang di Pulau Noko

Pulau Noko adalah semacam Pulau Gosong karena hanya berupa hamparan pasir dengan vegetasi yang terbatas. Airnya jernih sekali, pulaunya bersih, pasirnya halus. Kami banyak mengambil foto-foto dengan berbagai pose di sana. Kami pun berman air mengingat airnya begitu menggoda saking jernihnya. Gradasinya pun indah. Dari biru muda hingga biru gelap. Ombaknya tenang atau bahkan hampir tidak ada ombaknya. Mengingat kapal akan bertolak pada pukul 1 siang, kami kembali dan merapat di Pulau Bawean sebelum pukul 11 siang. Kami sempat diantar untuk mencari oleh-oleh kaos khas Bawean di rumah Bapak Camat (CMIIW). Saya sih sempat was-was taut ketinggalan. Tapi untungnya istri beliau ikut layar juga ke Gresik. Aman deh, nggak mungkin kan istrinya pak Camat ditinggal hehehe…

Pulau Noko

Di Pukau Noko, dengan latar belakang Pulau Bawean

Semburat awan di Pulau Gili

Semburat awan di Pulau Gili

Sahabat Sejak SD Theda & Hety

Balik dari Pulau Gili dan Noko, ke Pulau Bawean

Sebenarnya masih ingin sekali kami mengunjungi danau Kastoba dan penangkaran Rusa. Bawean kan terkenal dengan rusanya. Tapi mosok nggak liat rusanya? Daripada ketinggalan EB dan harus naik tongkang, kami terpaksa merelakan 2 tempat itu dan berharap suatu ketika bisa kembali ke sana lagi. Setengah 1 siang, kami diantar kembali ke Pelabuhan Sangkapura oleh Hety dan Wintang. Dan tepat pada pukul 1 siang, kapal bertolak menuju ke Pelabuhan Gresik bersama dengan cerita baru, teman baru, semangat baru, dan pastinya inspirasi baru. Au Revoir Bawean. See you :)

Note: Saat ini saya masih kepengen bisa ke Bawean lagi untuk ke Kastoba dan penangkaran rusa. Selain namun tampaknya cuaca beberapa waktu ini agak kurang mendukung. Ditambah lagi beberapa waktu lalu, transportasi menuju ke Bawean sempat simpang siur kepastiannya. Jadi buat saya yang kuli dan hanya bisa kabur pas weekend, agak sulit menyesuaikan waktunya. Dan regulasi yang baru sekarang, tidak ada EB yang berangkat ke Bawean sabtu dan kembali ke Gresik Minggu.

Tapi setuju dengan postingan sebelumnya, Pulau Bawean adalah salah satu mutiara yang tersembunyi di utara Gresik. Alamnya luar biasa indah, tidak terjamah tangan jahil, orangnya pun ramah. Dan mungkin benar anggapan bahwa semakin sulit untuk mencapai suatu daerah, maka alamnya pun akan semakin alami. Dan itu pun terlihat di Bawean. Saya pribadi melihat Bawean seperti Karimunjawa ketika saya kesana pada akhir tahun 2009. Tidak terlalu ramai, alamnya asri, dan alami. Lihat sekarang di Karimunjawa, sudah penuh dengan orang-orang seiring dengan semakin terkenalnya Karimunjawa.

Satu lagi, mungkin pemanfaatan kekayaan alam di Bawean untuk pariwisata belum digarap secara maksimal baik akomodasi, transportasi, dan fasilitas. Kalau digarap dengan lebih serius, mungkin bisa menjadi daya tarik yang luar biasa. Selain untuk wisata pantai, budaya, alam, atau bahkan snorkling. Tapi misal suatu ketika Bawean terkenal dan banyak dikunjungi wisatawan, semoga tetap alami, tetap humble, dan tetap luar biasa. :)

Yang jelas, terima kasih sekali untuk pengalaman yang luar biasa di Bawean. Terutama untuk Theda, Hety, Wintang, Tidar, Putri, Icha, Lasti, mama Lasti, Irwan, Mas Raffa, dan pastinya oom Rusa. :)

Info Gak penting: saya bangga bisa menjadi orang pertama di departemen saya yang pernah ke Bawean. Bahkan yang asli Gresik pun belum pernah ke sana hehehehe..

Ditulis oleh: Widiarto Dwi Pracoyo: Seorang karyawan asli Yogyakarta yang tinggal di Gresik. Suka traveling dan punya cita-cita menjadi travel writer. Bisa dihubungi melalui akun Twitter -nya @atokotak dan blognya di sini.

Semua foto hak milik Widiarto Dwi Pracoyo, mohon izin langsung dengan bersangkutan jika ingin menggunakannya.

Visit Bawean adalah kolom untuk semua yang pernah mengunjungi Pulau Bawean, sebagai ajang untuk berbagi cerita pengalamannya mengunjungi Pulau Bawean. Pernah ke Pulau Bawean? Kirim tulisan beserta foto-fotomu melalui email ke mail@rusabawean.com.

SONY DSC

Visit Bawean #2: Bawean Wisata Pantai & Pulau yang Cantik

Pertama kali menerima ajakan mbak Yulijantik, salah satu admin di grup Facebook kita Liburan Murah, untuk berlibur bareng ke Pulau Bawean, saya sendiri masih ragu-ragu mungkin karena jarang dengar tentang pulau ini sebelumnya.

Ternyata nggak jauh juga, lokasi Pulau Bawean dapat dijangkau sekitar 3 jam dengan ferry dari Gresik. Kota Gresik sendiri dapat dijangkau dengan tol, 1 jam dari Surabaya. Dan ingatan saya pertama kali langsung terbayang oleh ……… blog Rusa Bawean! Salah satu teman sesama blogger yang saya kenal walaupun tidak pernah bertatap muka, tapi cukup sering chit-chat, baik di Facebook, Twitter, maupun blog masing-masing.

Rombongan Liburan Murah di Pulau Bawean

Dengan perahu seperti ini wisatawan mengunjungi beberapa pulau di Bawean

Dari hasil browsing di internet dan juga bertanya ke om Rusa Bawean, waah, saya tambah semangat ‘45 untuk ke Pulau Bawean! Di beberapa blog & foto-fotonya bahkan ada yang bilang bahwa pulau-pulau kecil di Pulau Bawean ini tidak kalah indah dengan pulau di Maldives, salah satu wisata kelas dunia.

Bercerita tentang perjalanan selama di pulau Bawean, cukup panjang juga, singkatnya cerita perjalanan kita dapat dibaca di blog Liburan Murah, dan berikut foto-fotonya.

Pulau Noko (sebelah Pulau Gili Timur)

Pulau Noko adalah pulau kecil dengan pasir putih saja, tanpa tanah

Pulau Noko dengan pasir putihnya, dengan Pulau Bawean di belakangnya

Burung-burung di Pulau Noko

Keseluruhan perjalanan kita sangat menarik & berkesan, saya sendiri sangat merekomendasikan Bawean ini sebagai salah satu wisata pantai & pulau yang cantik, tidak kalah bahkan dari Bali sekali pun! Sempet ketemu dengan Pak Siswadi Kepala Dinas Pariwisata setempat dan cihuuuii, diliput oleh Radar Surabaya (baca liputannya di sini). Senang sekali bisa numpang eksis di koran Surabaya tersebut.

Pemandangan lain di Pulau Bawean

Setiap pantai di Bawean, banyak dipenuhi perahu nelayan

Sunset di suatu tempat di Pulau Bawean

Masih di pulau yang juga disebut Pulau Putri

Yang kita sayangkan, sama seperti kebanyakan wisata di Indonesia, masih belum banyak fasilitas yang tersedia, seperti perahu yang memenuhi standart keselamatan & sewa alat snorkeling misalnya. Transportasi ke Pulau Bawean ini juga masih putus-nyambung, dikarenakan ferry ke pulau Bawean yang tidak selalu ada, entah karena cuaca buruk maupun sebab lainnya. Hal ini tentunya menyulitkan bagi pekerja kantoran, yang dibatasi oleh cuti kantor dengan waktu berlibur yang terbatas. Padahal potensi wisata di Bawean ini sangat bagus, lebih-lebih sekarang ini sudah mulai banyak warga sekitar Surabaya & Jawa Timur yang lagi semangat traveling, mungkin gara-gara ikut grup Liburan Murah (GR, wkwkwk) :p

Dermaga di Pulau Bawean

Rombongan Liburan Murah menginap di sini

Semoga dengan berbagai posting tulisan tentang Bawean, baik di blog kita maupun blog om Rusa Bawean, lebih didengar oleh pihak-pihak terkait & pariwisata di Bawean bisa lebih maju lagi. Sangat disayangkan wisata bagus seperti di Bawean ini dibiarkan begitu saja. Saya sendiri sering traveling ke negara lain, dan banyak wisata negara lain yang tidak sebagus Bawean, tetapi lebih hidup & lebih banyak pengunjung karena sudah tersedia berbagai fasilitas.

Ditulis oleh:  Andy Kristono: Arsitek, Travel Writer, Travel Blogger. Penulis Buku: “Wisata Hemat Hanoi dan sekitarnya” dan “Wisata Hemat Ho Chi Minh dan sekitarnya”.

Semua foto hak milik Andy Kristono, mohon izin langsung dengan bersangkutan jika ingin menggunakannya.

Visit Bawean adalah kolom untuk semua yang pernah mengunjungi Pulau Bawean, sebagai ajang untuk berbagi cerita pengalamannya mengunjungi Pulau Bawean. Pernah ke Pulau Bawean? Kirim tulisan beserta foto-fotomu melalui email ke mail@rusabawean.com.

Transjakarta di Kemacetan

Yuk Gunakan Transportasi Umum! (Berbahan Bakar Gas)

Pernah gak saat berada di jalan, ada kendaraan lewat dan meninggalkan asap kenalpot yang hitam dan bikin sesak? Sebagai pengguna kendaraan bermotor yang tinggal di kota besar seperti Jakarta, polusi udara hasil knalpot motor/mobil tuh rasanya mengganggu sekali. Apalagi untuk pengguna kendaraan beroda dua. Ketika lagi nyetir tiba-tiba ada asap hitam yang mengepul di depan wajah kita. Duhh… bikin kadar kegantengan jadi rusak deh.

Transjakarta di Kemacetan

Transjakarta adalah angkutan publik dengan bahan bakar gas

Kita tahu kalau asap dari knalpot kendaraan adalah asal dari polusi udara. Yang selain bisa menurunkan kadar kegantengan juga gak bagus buat kesehatan. Bayangin aja bagaimana buruknya efek polusi udara itu ke paru-paru kita :(

Yang mengejutkan adalah saat ini, konsumsi BBM bersubsidi (premium dan solar) oleh kendaraan bermotor di Jakarta mencapai 9 juta liter per hari. Setiap 1 liter bensin yang digunakan akan melepaskan gas karbon dioksida seberat 3 kg ke udara. Bisa kita bayangkan ada berapa juta kilogram gas karbon dioksida yang terlepas di udara Jakarta setiap harinya. Belum lagi partikel berbahaya seperti timbal dan sulfur (yang juga terkandung dalam bensin) yang juga terlepas di udara di saat yang sama. Wogh! Bisa mati karena polusi nih kalau begini. *baru sadar* *maklum dari hutan*.

Gak mau kan ya, kalau mati gara-gara polusi.

Kalau ditanya mengenai solusi untuk mengurangi polusi udara dari kendaraan bermotor sih ya, pasti jawabnya dengan tidak menggunakan kendaraan bermotor milik pribadi ya. Kita tau sendiri kalau kendaraan bermotor paling banyak di Jakarta ya kendaraan pribadi dibanding dengan kendaraan umum. Selain bisa mengurangi polusi udara, mengurangi kemacetan juga tentunya. Kalau sering jalan kaki pasti lebih sehat jadinya :D

Konversi ke BBG sebagai salah satu langkah kurangi polusi udara

Rusa baru tahu beberapa waktu lalu, kalau di Jakarta sudah dilaksanakan konversi dari BBM ke BBG. Dalam hal ini Pemkot DKI Jakarta telah memulai program konversi armada bus Trans Jakarta yang sudah ada dari BBM ke BBG, menambah jumlah armada bajaj gas, dan juga menambah 1000 unit bus TransJakarta BBG. Anyway, BBG ini adalah Bahan Bakar Gas loh.

Gas? Gas elpiji (LPG) yang biasa digunakan untuk masak di rumah-rumah itu?

Eh enggak kak. Beda. Kalau gas elpiji itu kan produk hasil proses minyak bumi. Sedangkan gas (BBG) yang digunakan untuk kendaraan seperti Trans Jakarta itu, gas yang diambil langsung dari cadangan gas di alam. Cara pendistribusiannya juga beda. Elpiji melalui gas tabung, sedang gas bumi melalui pipa di bawah tanah.

Upaya konversi BBM ke BBG ini adalah salah satu dari sekian banyak upaya Gubernur Jokowi dan PGN untuk mewujudkan wacana “Jakarta Kota Gas”. Dan kabarnya bulan Mei lalu PGN sudah mengeluarkan 1 SPBG berjalan atau disebut MRU (Mobile Refueling Unit) di parkir IRTI Monas , dan di tanggal 23 Desember 2013 PGN mulai membuka SPBG pertamanya di wilayah Pondok Ungu, Bekasi, untuk dapat memenuhi kebutuhan BBG kendaraan umum dengan sirkulasi wilayah Jakarta dan Bekasi.

Apa itu PGN?

PGN (Perusahaan Gas Negara) berbeda dengan Pertamina. PGN ini adalah satu lagi BUMN yang khusus menangani gas bumi di Indonesia. Dulu namanya PN Gas, yang sejak dulu membangun seluruh jaringan pipa gas bumi di Indonesia yang sekarangini kurang lebih berjumlah 6.000 KM.

Kalau begini caranya, tentunya polusi udara diakibatkan oleh asap knalpot bisa dikurangi. Dan udara Jakarta lama kelamaan akan membaik karena tak ada lagi polusi udara yang ditimbulkan dari kendaraan yang menggunakan BBM.

Tentunya kita semua harusnya mendukung program dari pemerintah dan PGN dalam mewujudkan agar Jakarta (paling gak, kota ini dulu) bebas dari polusi udara yang disebabkan oleh asap knalpot. Dan kita bisa mendukungnya dengan ikut menggunakan transportasi yang telah menggunakan BBG.

Bus DAMRI dan Trans Jakarta serta bajaj sudah menggunakan BBG. Mari kita bantu sukseskan program ini, dengan menggunakan transportasi berbahan bakar gas. Tentunya selain membantu mengurasi polusi udara, menggunakan transportasi umum berbahan bakar gas, kita juga membantu mengurangi kemacetan. Yuk gunakan transportasi umum! :D

Foto diambil dari sini.