Koncok-Koncok, Kuliner Khas Pulau Bawean

“Bukan lautan hanya kolam susu. Kail dan jala cukup menghidupimu, tiada badai tiada topan kau temui, ikan dan udang menghampiri dirimu. Orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman.”

Ini dia posisi pulau Bawean

Ini dia posisi pulau Bawean

Rusa di Tanjung Gaang, salah satu lokasi wisata laut di pulau Bawean

Rusa di Tanjung Gaang, salah satu lokasi wisata bahari di pulau Bawean

Penggalan lirik lagu Kolam Susu dari Koes Plus itu menunjukkan bahwa betapa kayanya tanah dan laut Indonesia. Hanya dengan kail dan jala kita udah bisa hidup. Tentunya hidup dengan hasil laut. Hihihi.

Ini tentunya menggambarkan pulau Bawean. Pulau kecil dengan hanya 2 kecamatan dengan penduduk kurang lebih 70.000. Pulau kecil dengan sejuta pesona ini masuk dalam administrasi Kabupaten Gresik Jawa Timur.

Semua Kuliner Pulau Bawean Berbahan Dasar Ikan

Posisi geografis pulau Bawean yang dikelilingi laut tentunya tak heran kalau banyak makanan yang berbahan dasar ikan. Jhukok sebutan ikan dalam bahasa Bawean adalah santapan utama masyarakat Bawean. Mereka mengatakan bukan makan namanya jika tidak berlauk ikan laut.

Mulai sarapan, makan siang sampai makan malam semua masakan berbahan ikan. Misalnya sarapan dengan kella-kella ikan, makan siang dengan Tono-Tono Jhukok (dalam bahasa Bawean ikan bakar disebut tono-tono) sedangkan makan malam miasalnya dengan semur ikan.

Koncok-Koncok, kuliner dengan berbahan dasar ikan

Koncok-Koncok, kuliner dengan berbahan dasar ikan

Pokoknya sepanjang hari laukknya adalah ikan. Tak hanya di lauk saat makan yang berisi ikan, jajanannya pun semua berbahan ikan. Seperti bakso dengan pentol ikan, kerupuk ikan, (jenis kerupuk paling terkenal dalah kerupuk Posot-Posot), petis, sampai jajanan terkenal Bawean yaitu Koncok-Koncok. Nah, kali ini Rusa akan membahas Koncok-Koncok Bawean.

Koncok-Koncok

Koncok-koncok adalah kuliner yang biasa dijadikan oleh-oleh. Oleh masayarakat Bawean yang ke luar pulau atau wisatawan yang datang ke Bawean. Kuliner ini masih diminati sampai sekarang.

Nyam! Ini dia Koncok-Koncok yang siap makan

Nyam! Ini dia Koncok-Koncok yang siap makan

Ini adonan Koncok-Koncok yang sudah dan belum diiris. Siap digoreng

Ini adonan Koncok-Koncok yang sudah dan belum diiris. Siap digoreng

Nama Koncok-Koncok bermula karena makanan itu sendiri awalnya adalah bagian ujung dari adonan yang akan dibuat kerupuk ikan.  Sedangkan bagian tengahnya dijadikan kerupuk. Dalam bahasa Bawean, koncok-koncok berarti bagian ujuang. Asal katanya adalah koncok yang bermakna ujung.

Namun sekarang karena sudah menjadi makanan khas yang diminati banyak orang, bagian tengah dari adonan yang mau dibuat kerupuk ini tak hanya ujungnya saja, bagian tengahnya juga. Dan perbedaan lainnya koncok-koncok dengan adonan kerupuk adalah lebih banyak menggunakan ikan. Koncok-koncok lebih terasa ikannya. Semakin banyak ikannya, semakin enak. Nyam!

Bagaimana Cara Membuat Koncok-Koncok?

Karena Rusa baik, Rusa kasih tahu deh bagaimana cara membuat Koncok-Koncok. Ini resep leluhur loh, kamu yang membaca ini beruntung banget. Oke, pertama adalah siapkan dulu bahan-bahan yang dibutuhkan. Bahannya adalah tepung kanji, ikan laut, penyedap makanan (jika perlu), air, daun pisang dan garam.

Cara membuatnya adalah:

Pisahkan daging ikan laut dengan tulangnya, ikan laut dihaluskan, setelah halus ikan dicampuri tepung kanji, dengan garam secukupnya. Setelah itu diulet sampai ikan dan tepungnya menyatu. Setelah itu campuran tepung dan ikan tadi dibentuk memanjang kemudian dibungkus dengan daun pisang.

Lalu adonanan yang sudah dibungkus dengan duan pisang tadi dikukus selama kurang lebih 2 jam. Setelah adonan yang dikukus matang (matang adalah ditandai dengan adonan menjadi lemas) setelah itu bisa langsung digoreng. Sebelum adonan tadi digoreng, bungkus dari daun pisang tadi dilepas dulu, setelah itu adonan diris-iris tebal-tebal.

Nah, adonan yang sudah dikukus tadi tidak harus langsung digoreng. Tergantung keinginan. Adonan tadi bisa bertahan lama dengan disimpan di kulkas dan digoreng beberapa hari kemudian. Hal ini yang membuat mengapa Koncok-Koncok bisa menjadi oleh-oleh kuliner khas Bawean. Karena adonan koncok-koncok tadi bisa bertahan lama, dan bisa dibawa keluar pulau.

Kandungan Gizi Koncok-Koncok

Bagaimana dengan kandungan gizi dari Koncok-Koncok? Apakah Koncok-Koncok memngandung gizi? Hehe, karena ini berbahan dasar ikan, jangan diragukan lagi masalah kandungan gizi dari koncok-koncok.

Kandungan ikan kaya akan manfaat karena merupakan sumber protein bagi tubuh. Selain itu ternyata ikan juga mengandung berbagai zat yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Kandungan zat gizi yang terdapat pada ikan segar dan manfaatnya antara lain :

  • Omega 3, untuk proses perkembangan otak pada janin dan penting untuk perkembangan fungsi syaraf dan penglihatan bayi.
  • Mengandung serat protein yang pendek sehingga mudah di cerna
  • Kaya akan asam amino seperti taurin untuk merangsang pertumbuhan sel otak balita.
  • Vitamin A dalam minyak hati ikan untuk mencegah kebutaan pada anak
  • Vitamin D dalam daging dan minyak hati ikan untuk pertumbuhan dan kekuatan tulang
  • Vitamin B6 untuk membantu metabolisme asam amino dan lemak serta mencegah anemia dan kerusakan syaraf
  • Vitamin B12 untuk pembentukan sel darah merah, membantu metabolisme lemak, dan melindungi jantung juga kerusakan syaraf
  • Zat besi yang mudah di serap oleh tubuh
  • Yodium untuk mencegah terjadinya penyakit gondok dan hambatan pertumbuhan anak
  • Selenium untuk membantu metabolisme tubuh dan sebagian anti oksidan yang melindungi tubuh dari radikal bebas
  • Seng yang membantu kerja enzim dan hormon
  • Fluor yang berperan dalam meguatkan dan menyehatkan gigi anak

Jenis ikan yang dipakai dalam Koncok-Koncok adalah ikan tongkol yang banyak ditemui di Bawean. Kandungan ikan tongkol adalah energi sebesar 117 kilokalori, protein 23,2 gram, karbohidrat 0 gram, lemak 2,7 gram, kalsium 0 miligram, fosfor 0 miligram, dan zat besi 0 miligram.  Selain itu di dalam Ikan Tongkol juga terkandung vitamin A sebanyak 0 IU, vitamin B1 0 miligram dan vitamin C 0 miligram.  Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram Ikan Tongkol, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 100 %.

Selain ikan Tongkol, masyarakat Bawean juga menggunakan ikan jenis tuna pada Koncok-Koncok. Kandungan gizi pada ikan tuna adalah Air 68,1%, protein 20,9%, lemak 9,4%, vitamin A 25 IU/g, dan vitamin B 16000-42000 IU/g.

Sekarang koncok-koncok makin popular karena sering manjadi oleh-oleh. Baik orang Bawean yang ke luar pulau atau wisatawan yang berkunjung ke pulau yang juga dikenal dengan sebutan Boyan, di Malaysia dan Singapura ini. Koncok-koncok cocok banget menjadi pengganti sarapan atau teman untuk santai bersama keluarga. Paling cocok kalau disantap dengan saus sambal.

Penasaran kan bagaimana lezatnya Koncok-Kocok? Ayo ke Bawean! Ayu ka Bhabian! Koncok-koncok nyaman ongghu!

 Sumber: Kandungan gizi pada ikan, kandungan gizi ikan tongkol, dan kandungan gizi ikan tuna. Foto Peta Bawean diambil di sini. Foto Koncok-Koncok by  @ChyBlnPurnama dan Ina.

Tulisan ini diikutsertakan dalam  Lomba Penulisan Blog Jelajah Gizi 2.

Jelajah Gizi 2

Share yuuk..
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

29 Comments - Add Comment

Reply


six − 2 =