Ketika Cinta Bertasbih 1| Menjual Panorama Mesir

poster-ketika-cinta-bertasbih1

Ketika Cinta Bertasbih langsung dibuka tidak dengan dialog apa, atau kejadian apa, atau dengan adegan-adegan apa, tapi dengan menampilkan panorama-panorama Mesir. Saya merasa malah sang pembuat film ingin menunjukan banget, ini loh Mesir. Asli loh kita syuting di Mesir.

Sampai pada akhirnya adegan pertama sampai pada adegan-adegan lainnya, tampak sekali sang sutradara ingin menunjukkan dengan keindahan Mesir dengan adegan yang berganti-ganti background seperti kota Kairo, patung Pyramid, Sphinx, sungai Nil, kota Alexandria, Benteng Qait Bay dan lain-lain.

Adegan pertama diceritakan Azzam dengan kesibukannya membuat tempe. Dan akhirnya lambat laun cerita berlanjut kepada tokoh-tokoh lainnya. Maaf, untuk review film KCB ini, saya lebih ingin berbagi kesan saja, untuk sinopsisnya silahkan cari saja, banyak koq yang mengulasnya.

Saya sengaja tidak membaca novelnya, karena pengalaman saya pada film yang diangkat dari novel kang Abik terdahulu (Ayat-Ayat Cinta), saat nonton filmnya selalu terbayang-bayang dengan novelnya, jadi secara langsung saya pasti membanding-bandingkan dengan novelnya. Dan untuk film Ketika Cinta Bertasbih ini, saya tidak akan membandingkan dengan novelnya.

Baiklah, untuk pandangan mata yang sekilas, film ini sangat luar biasa indahnya. Karena, seperti telah saya utarakan di awal, film ini sangat banyak menampilkan pemandangan-pemandangan indah di kota-kota Mesir. Secara berani bisa saya katakan, film ini menjual banget panorama Mesir. Kesempatan pertama untuk film Indonesia yang syuting di Mesir, membuat Chaerul Umam beserta kru film lainnya sengaja memamerkan dan menjual kelebihan tersebut.

Sekarang mari kita berlanjut pada akting-akting pemainnya.

Abdullah Khairul Azzam diperankan Kholidi Asadil Alam

Tak heran jika melihat segudang prestasi pemuda dari Pasuruan ini yang segudang. Aktingnya pas, menjiwai sekali dan cocok sekali memerankan tokoh Azzam yang ulet dan tekun serta taat pada agama serta sayang keluarga. Kholidi memerankannya sangat apik. Untuk film pertamanya, saya rasa Kholidi sangat berhasil.

Anna Althafunisa diperankan Oki Setiana Dewi

Jika di Ayat-Ayat Cinta tokoh pria yang jadi rebutan, kalo di KCB justru sebaliknya. Tokoh wanita yang diperankan Oki sebagai Anna jadi rebutan para pria yang tidak sembarangan. Tak jauh beda dengan akting Kholidi, akting Oki juga bagus, apalagi ini juga film pertama gadis yang juga banyak prestasinya ini.

Eliana Pramestya Alam diperankan Alice Sofie Norin

Yang ini sudah tidak bisa diragukan lagi. Untuk memerankan sebagai Eliana yang tak lain adalah putri Dubes yang cantik pintar dan bebas, sangat berhasil diperankannya. Ini mungkin karena Alice memang sudah beberapa kali jadi bintang utama di sebuah sinetron di televisi.

Furqon diperankan Andi Arsyil Rahman

Ini dia pemain yang menurut saya cukup lemah aktingya. Untuk kelihatan sebagai Furqon yang lebih tua dari umurnya, tampan, pintar dan royal saya melihat sangat berhasil. Tapi, kalau melihat dialog-dialognya serta ekspresinya, kadang kurang meyakinkan. Lihat saja adegan dimana dia saat bertemu Azzam di pameran masakan Indonesia. Koq lebay sih?

Ayatul Husna diperankan Meyda Sefira

Aktingnya sih bagus, Tapi, saya melihat tokoh ini malah terkesan hanya berperan sebagai bintang iklan. Bagaimana tidak, banyak adegan yang perannya tak ada bedanya sebagai bintang iklan dari sponsor di film ini. Sebagai bukti, di beberapa adegan dia selalu naik sepeda motor, persis seperti adegan iklan yang biasanya ada di setiap jeda iklan sinetron di televisi. Seperti hal lainnya, dia menyebut nama merk motor di sebuah suratnya, dan juga kata-kata mobile banking di dialognya, yang tak lain ada sponsor bank di film ini.

Untuk pesan moral, sudah tidak bisa dipertanyakan lagi. Film yang memang berniat berdakwah ini banyak pesan moral yang disisipkan di film ini. Seperti harus sayang pada keluarga seperti Azzam, tidak boleh terlalu royal seperti Furqon, ridak boleh terlalu bebas seperti Eliana, dan lain-lain sebagianya.

Terus terang, saya tidak melihat kejutan-kejutan di film yang berdurasi 2 jam ini. Semua adegan-adegan di film ini nampak datar-datar saja, tidak ada adegan yang bisa membuat penonton bergejolak. Tidak ada konflik yang bisa diangkat sebagai adegan yang menarik. Pernah sih ada adegan yang sedikit membuat terkejut, seperti konflik pada saat tokoh Furqon difitnah dan diperas oleh cewek yang bernama Italiana. Sebenarnya ini bagus, sayang sang sutradara tidak terlalu memperpanjang pada adegan ini. Mungkin ini dikarena masalah pada tokoh pembantu ya, bukan pada tokoh utamanya, Azzam.

Kesalahan besar film Ketika Cinta Bertasbih adalah keberanian dalam memenggal 1 film menjadi 2 film. Dengan kata lain film ini bersambung dan tak tuntas di seri pertama. Jadi penonton sengaja dibuat penasaran dan ingin menonton di film berikutnya, yakni Ketika Cinta Bertasbih 2. Saran saya, harusnya film ceritanya tuntas setiap cerita di setiap serinya. Seperti halnya film-film sekuel lainnya. Yang setiap serinya pasti lengkap dengan konflik, klimaks dan anti klimaksnya. Tidak seperti film ini, yang saya melihat justru di seri pertama hanya sebagai pembukaan saja, konflik besarnya malah di simpan di seri yang kedua, begitu juga dengan klimaks dan anti klimaksnya.

Adegan yang paling tidak saya suka dan menurut saya lebay benget adalah di saat bertemunya Azzam dengan Furqon di pameran masakan Indonesia yang ditampilkan dengan backgroud awan yang kelihatan sekali editannya.

Di luar kekurangan-kekurangan yang telah saya sebutkan di awal, film KCB ini punya nilai lebih pada adegan-adegan yang diperankan peran pembantunya. Dan juga sangat banyak sekali adegan-adegan yang sangat bisa membuat penonton tak kuasa menahan tawa. Dari segi humor, film ini sangat berhasil.

Kelebihan lainnya adalah pada musik latarnya, yang walaupun sampat telat pada saat adegan Azzam dinyatakan lulus. Musik yang mengiringi setiap adegan-adegannya selalu cocok. Dimana adegan sedih, terharu, bahagia, dan lain-lain sebagainya. Musiknya selalu cocok dengan setiap adegannya.

Kesimpulanya:

Jika anda sudah baca novelnya dan tidak terlalu suka menonton film, tidak usah dipaksakan untuk menonton filmnya. Karena firasat saya, novelnya akan jauh lebih memuaskan dibanding filmnya (walau pun saya belum baca novelnya). Terus terang jika dibanding dengan Ayat-Ayat Cinta, setelah nonton, AAC jauh lebih memuaskan dibanding KCB. Tapi, jika masih penasaran ingin melihat Mesir seperti apa, silahkan antri di bioskop-bioskop kesayangan anda. Karena KCB menyajikan Mesir yang indah.

Keterangan Film:

Jenis Film : Drama | Produser : Mitzy Christina, Cindy Christina | Produksi : Sinemart Pictures | Durasi : 120

Pemain : Kholidi Asadil Alam, Oki Setiana Dewi, Alice Norin, Andi Arsyil Rahman, Meyda Safira, Deddy Mizwar, Ninik L. Karim, Didi Petet, Habiburrahman El Shirazy, Aspar Paturusi, Prof.dr. Din Syamsudin, Slamet Rahardjo, El Manik

Sutradara : Chaerul Umam |Penulis : Imam Tantowi

Gambar di atas saya ambil di sini

Related Posts with Thumbnails

Sebarkan Yuk!!!:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn
  • Live
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Yahoo! Bookmarks
  • MySpace
  • Reddit
Share this Post[?]
        

61 Comment(s)

  1. wahh..sebenarx sy g tertarik ntn pilemx..
    tpi..krna promosix gencar bgt…makax sy niatin lgi buat ntn..
    tpi*lgi*..krna byk yg biLang kurang memuaskan..
    sy urungkan lgi niatx..hihihihi..;p

    chie | Jun 11, 2009 | Reply

  2. ya iyalah … susah dong mewujudkan isi novel langsung menjadi film … terlebih harus ada kata “menjual” …
    tetapi tentunya, walau produk dalam negeri, saya rasa film ini jauh lebih baik dalam menggambarkan isi novel ke layar lebar … dibandingkan dengan film dragon ball kemarin itu … :D

    nomercy | Jun 11, 2009 | Reply

  3. Ini mah emang 2 novel kali mas, makanya filmya dibuat 2. Novel kcb 2nya lebh bgs dan sedih, cerita kehdupan selanjtnya dijawa…

    Ahmad | Jun 11, 2009 | Reply

  4. Sebuah resensi film yang menarik juga lengkap neh dari mas Ibnu. Mas, kebetulan saya belum baca novelnya. Saya mau cari novelnya dulu. Nontonnya gampanglah.

    newsoul | Jun 11, 2009 | Reply

  5. sebelumnya saya kurang tertarik nonton KCB
    promosinya cukup gencar seh..
    jadi pengen liat..
    tapi saya nunggu DVDnya keluar aja..
    bisa pinjam dirental
    xixixixi..

    annosmile | Jun 11, 2009 | Reply

  6. apik pilm e cak…mangkane pameran mummi diroyal plaza rame…:)

    nggresik | Jun 12, 2009 | Reply

  7. penjual tasbih bakale melu aris yo….

    nggresik | Jun 12, 2009 | Reply

  8. klo liat thrillernya sepertinya kurang menarik dan tidak sebagus AAC ..

    MacFamous | Jun 12, 2009 | Reply

  9. Pemainnya gak da yang dikenal

    Aden Kejawen | Jun 12, 2009 | Reply

  10. Wach gak suka nonton nich aku

    M. Surya Iksanudin | Jun 12, 2009 | Reply

  11. Kok setelah AAC, banyak judul2 novel yg diangkat ke layar lebar ya ? Apa berharap sukses seperti pendahulunya ?

    Artikel Kesehatan | Jun 12, 2009 | Reply

  12. saya seperti sudah nonton filmya dengan membaca tulisan ini hehehe
    Pemandangannya Mesir jadi lebih utama ya :D
    *banyak juga yang bilang begitu*

    tukangobatbersahaja | Jun 12, 2009 | Reply

  13. Assl.wrwb
    salam kenal, thx for resensi filmnya :) , mau nonton tapi masih antre..mungkin 2 atau 3 hari lagi deh..

    Wss.wrwb

    Syaddad Bahalwan | Jun 12, 2009 | Reply

  14. whehe.. penjelasan yang detail..
    tapi bagus nih buat reference.

    seep.. thanks..

    Andri | Jun 12, 2009 | Reply

  15. saya termasuk penggenar film religius…KCB merupakan film yang layak ditonton bagi semua kalangan karena mengandung banyak hal positif yang bisa diambil…

    Sukses terus untuk Film Indonesia

    AaGen Blog | Jun 12, 2009 | Reply

  16. Wah, ternyata pendapat kita soal film ini sedikit berbeda ya mas. Kalo buat saya mah KCB jauh lebih bagus ketimbang AAC yang terlalu maksain buat mendekin cerita, sehingga terasa kurang alami aja alurnya. Beda dengan KCB ini. Adegan-adegan yang terkesan remeh pun sengaja banyak ditampikan buat lebih menaturalkan bagunan cerita.

    Soal karakter dan akting Furqan, menurut saya udah cukup pas. Ia kan dikarakterkan sebagai pemuda yang suka bergaya hidup mewah dan rada borjuis. Liat aja bahasa tubuhnya yang emang mencerminkan ’sok’ dan kurang tawadlu’. Yang mungkin menjadi kelemaham aktingnya saya liat pada artikulasi saat berdialog. Rada kurang jelas pada beberapa adegan.

    Soal sinematografi, film ini menurut saya emang cukup indah. Emang sih, terkesan ingin meyakinkan, bahwa syutingnya emang beneran di Mesir. Lha emang beneran kok syutingnya di situ yach :) Bedanya dengan AAC, pengambilan gambarnya terasa lebih hidup.

    Soal kenapa dibuat tidak tuntas (bersambung), menurut saya mungkin demi lebih menguatkan jalan cerita, sehingga tidak ada kesan dipaksakan diperpendek seperti pada AAC. Tapi rada kesel juga jadinya coz mesti nunggu seri 2 :(

    iskandaria | Jun 12, 2009 | Reply

  17. Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang

    KangBoed | Jun 12, 2009 | Reply

  18. Sepertinya menarik juga filem ini buat di tonton mau tau seperti apasih mesir itu

    Artha | Jun 12, 2009 | Reply

  19. kapan beredar di mesir?

    suwung | Jun 12, 2009 | Reply

  20. lumayan banyak juga ya tempat shooting-nya….

    badrun | Jun 12, 2009 | Reply

  21. Bang Rusa Bawean, kenalin dulu nich Blog Baru ku yang aku design khusus buat ikutan Kontes Blog!

    http://www.blogkontes.akunewbie.web.id

    M. Surya Iksanudin | Jun 12, 2009 | Reply

  22. Oooh gitu ya…mo nonton nggak ya…binun…hehehehe

    buwel | Jun 12, 2009 | Reply

  23. benar sekali sangat disayangkan bersambung.. payah deh… KCB II..pasti nunggu beberapa tahun lagi (doh)

    manusiahero | Jun 12, 2009 | Reply

  24. MAu nonton, tapi lom sempet mas. Mau baca reviewnya dulu disini ah :D

    Ravatar 'cerita panas' | Jun 12, 2009 | Reply

  25. saya jadi kepingin nonton karena udah baca novelnya yang seri I.
    Saya mau bandingin film AAC dengan KCB, lebih hebat mana, terima kasih udah dibuat resensinya, bisa jadi panduan nih.. :)

    jack | Jun 12, 2009 | Reply

  26. saya rasa KCB ini lebih baik dari AAC, terlihat jelas peran azzam, anna, furqan, eliana, dan husna. kalo masi banyak bilang yang aktingnya lebay atau apalah harap pada maklum. soalnya mereka msih baru, tho itu sudah menjadi rahasia umum. smua orang juga tahu..

    ini bukannya buat jual mesirnya, tapi pelajarannya.. tho, masing2 bagian juga turut ambil andil dalam film ini..

    tapi, thanks atas masukannya, ini bisa di jadikan batu loncatan untuk mereka selanjutnya!!

    inggit | Jun 12, 2009 | Reply

  27. ya begitulah pendapat orang beda beda…
    diriku termasup yg tidak terlalu menikmati film (apapun)
    bny yg kecewa krn di penggal itu, hehhehe temen temen pada bilang, hayah ky sinetron ae pake KCB 1 KCB 2

    cebong ipiet | Jun 12, 2009 | Reply

  28. wah saya kurang begitu suka nonton nih..haha

    Reza Fauzi | Jun 12, 2009 | Reply

  29. Ini film tentang apaan sih? apa sama kyk film yg kmaren heboh itu? *lupa judulnya*

    Brandal Surga | Jun 12, 2009 | Reply

  30. tapi kyaknya emang lebih bagus ayat-ayat cinta…

    lebih sgerr

    crow poc | Jun 12, 2009 | Reply

  31. ikutan mampir di blog baru ini;
    tambah cinta dengan memutar tasbih :)

    munawar am | Jun 13, 2009 | Reply

  32. @ Ahmad: ya saya tahu kalo novelnya 2 seri. Harusnya filmnya dibikin 2 film aja. Bukan 1 film, terus dipenggal jadi 2 gitu. Paham maksud saya kan???

    @ tukangobatbersahaja: bukan lebih utama kali ya, cuma kek mao nunjukin indahnya Mesir aja kali ya:)

    @ iskandaria: karena begitu, menurut saya terlalu terkesan bertele2 mas, kebanyakan dialog, lamban dan kurang terasa konfliknya

    nah saya kan bilang, kalo karakternya dah pas, tapi memang kurang ok di ekspresi dan dialognya :)

    justru menurut saya, editannya kelihatan banget :)

    apakah gak ada jalan lain, yang lebih bagus ya? :)

    @ manusiahero: keknya gak, soalnya proses syutingnya dah selesai, cuma dipenggal aja, tunggu aja, bentar lagi muncul koq :)

    @ inggit: harusnya u/ menilai filmnya bagus apa gak, gak usah melihat pemain baru atau senior. Bagus ya bagus aja, jelek ya jelek aja. Tapi kalo akting pemain menurut saya justru OK banget.

    @ Brandal Surga: baca reviewnya, bukan baca komentarnya!!!

    @ crow poc: sudah nontn kedua2nya?

    Rusa Bawean™ | Jun 13, 2009 | Reply

  33. internet lelet, tulisan na gak kebaca karna warna sama ma background

    didta | Jun 13, 2009 | Reply

  34. bro dapet award dari saya

    http://annosmile.com/pe-er-dan-award-keenamx.htm

    annosmile | Jun 13, 2009 | Reply

  35. aku belum sempet nonton nih :(

    Bisnis Online | Jun 13, 2009 | Reply

  36. buku novelnya aja yang ketiga judulnya dari sujud ke sujud aja belum kelar kang abik bikin. aku aja masih penasaran dengan kisah hidup pemeran2nya. eh, melah udah di buat filmnya. ya udah deh, sama. menggantung. gak jelas alur ceritanya mau di bawa ke mana. jangan marah loh. ini kritikan dari seorang yang kurang mengerti akan dunia per film an indonesia.

    nur muslim | Jun 13, 2009 | Reply

  37. pemeran2 di filmnya juga cuman jual tampang. cantik dan cakep. kalo mbak alice sih. yakinlah, 95% udah menguasai bidang ini. kalau yang lain. aduuuuuh. kok cuman tur doank. mending deh, perempuan berkalung sorban karya abidah el khaliqie. menggambarkan bahwa inilah islam yang sebenarnya. gak terlalu di tutup2 pi dengan keindahan. real. apa adanya.

    nur muslim | Jun 13, 2009 | Reply

  38. belum nonton ne bang ^^ entar deh :D

    ayas | Jun 13, 2009 | Reply

  39. wah saya belum sempat nonton film yang satu ini nih

    Taktiku | Jun 13, 2009 | Reply

  40. hmmmmm, makasih dah dikasih tau sedikit crita tentang pilem KCB, setidaknya saya mempunyai gambaran dikit…..(penasaran agak berkurang dikit…)
    hi hi
    Tapi saya masih penasaran ma tampang2 ganteng2 dan cantik2 pemainnya hehe, kemaren k sby tp lom diputer, hiksssss
    sabar deh, nunggu sampe diputer di bioskop ponorogo (kira-kira kapan yak????1 tahun lagi kale, hehehe)

    onyel | Jun 13, 2009 | Reply

  41. wah aku belom nonton neh
    panorama indah yang ditampilkan karena menunjukkan bahwa sutradara ma krewnya sekalian jalan2 disana

    attayaya | Jun 13, 2009 | Reply

  42. wuih … saia belum nonton …

    olip | Jun 13, 2009 | Reply

  43. waow…
    bete…
    lagi seru2ny..
    malah to be continue…
    d tunggu yag kedua yaaa…
    sunhanallah…

    MILLATI HANIFAH | Jun 13, 2009 | Reply

  44. Wah, resensinya bagus nih, tajam. Saya sepakat dengan kuatnya akting pemeran Azzam dan Anna. Meski bintang baru tapi akting mereka bisa mengimbangi Alice. Saya ga sepakat pada kesimpulannya (hehe). Bagi saya, KCB JAUUUUUH lebih bagus daripada AAC. Habis nonton AAC, saya kecewa berat karena filmnya tidak seindah novelnya. Habis nonton KCB, saya merasa filmnya lebih bagus daripada novelnya (no hurt feeling ya Kang Abik, hehehe)

    ganjar | Jun 13, 2009 | Reply

  45. mantab banget isi blog mu bro..semoga blog mu ini kelak menjadi blog terdepan, tapi jangan lupa ikuti blog ku juga ya

    wiyono | Jun 13, 2009 | Reply

  46. salam kenal dari kmi

    tiara | Jun 13, 2009 | Reply

  47. beberapa pendapat unutk KCB I pertama aku ucapakan selamat karena KCB telah dijadikan film, dan membuat penasara org, gitu jga aku. kedua, terlepas ada yg kurang atw tdk, yg jls film ini tlah berhsil membwa emsi penntn,baik sedih, ketwa, sngt menginspirasi. ketiga, hrs diakui jga, ada bbrapa adgn yng trsa krang pas, shrsnya eliana dlm prjallan bis bersma azzam, ga ush pke nangis, ckp tunjukan eksprsi sja, coz lgunya dah pas bgt. “sedih itu tdk hrs nangis kan, ckp dngn eksprsi.keempat, aku acungin jempl bagi pra pendtang bru, merka berhsil memrankan tkhnya, Azzam tkhnya pas bgt,gitu jga Anna, bgs skali, tpi klaw furqon dan Husna, yach lumayan dech,akting husna wktu jdi pembicara dan membca puisi trlalu cpt, cba lbh sdkt pelan, kayanya lebih menghayati, dri lagu pun krng diiringi suaranya. berbeda dgn Anna, sngt mnyentuh, plus msknya, klaw furqon, kyanya aktingnya terlau jaim, he-he-he. Kelima, yg jls, aku senang dgn film ini, di tnggu KCB ke-2, dan film ini Gw bgt,

    alan | Jun 14, 2009 | Reply

  48. Apakah anda juga KECEWA terhadap ending film Ketika Cinta Bertasbih yang BERSAMBUNG itu?
    Whuaaaaaaaaaaa saya kecewaaaaaaaaaaaaaa sekali! Suer!
    Oke sepertinya sulit mereview film ini tanpa membandingkan dengan novelnya.
    Jika buku KCB1 berkisah perjuangan Azzam + teman-temannya di Mesir, maka KCB2 berkisah tentang Azzam dan juga kisah keluarga dan kelanjutan teman-teman Azzam di Indonesia.
    Itulah masalahnya. Menurut saya KCB 2 itu tidak sebagus KCB1 (atau bisa dibilang membosankan) karena mengisahkan adik Azzam (Husna) dan teman-temannya yang sepertinya sangat tidak penting dan useless banget.
    Tapi herannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnya, filmny akok malah dipotong di sini. Saat Azzam tiba di bandara?Padahal kisah berikutnya bisa dipangkas dan dipadetin.
    Saya sudah curiga dengan filmnya. Karena MIRIP SEKALI dengan bukunya. Saya jadi bertanya-tanya, kalau mirip seperti ini bakal berapa durasinya nanti. Miripppp banget dengan bukunya. Cuma karakter Anna di film tidak bercadar. Juga masalah cinta teman Azzam dipangkas (karena memang itu gak penting)
    Saya juga salut kepada para pendatang baru pemeran Azzam, Anna & Husna, yang bermain lumayan, meski tidak bisa dibilang bagus. Dan juga ada joke-joke khas kenaifan orang Indonesia yang bikin ketawa, tapi ya udah. PLOTnya jadi seperti copy paste novelnya. Membosankan dan saya jadi tertidur beberapa kali. Ditambah endingnya : TO BE CONTINUED dengan dilihatin cuplikan adegan KCB 2 (tapi saya tidak peduli karena langsug cabut)
    Huhuhu…….aku bener-bener merasa kekecewaan yang mendalam.

    Sebenarnya saya lumayan mengharapkan film ini. Karena paska AAC yang digarap Hanung di bawah bendera MD (yang udah bikin sinetron ribuan episoed itu), sepertinya KCB memiliki beberapa faktor yang menjanjikan. Sutradara kawakan, dan bintang-bintang fresh (yang tidak kita lihat di sinetron2 sebelumnya) dan didukung aktor aktris kawakan. Tapi ya itu….entah pihak sutradara atau PH (Sinemart yang juga meproduksi ribuan episode sinetron) yang berkehendak agar film ini dijadikan 2 episode seperti bukunya, sehinga bisa dapet laba sebanyak-banyaknya (mungkinkah)

    Conclusion : Film ini aku nilai 5 alias BIASA SAJA. Entah gimana nanti riwayat sekuelnya. Keindahan Cairo & Alexandria kurang diekspos. Dengan berat hati saya mengatakan film AAC SEDIKTI LEBIH baik. Tapi kalau ada waktu TONTON saja, karena ini produk Indonesia! Dan semoga laris agar saat keluar sekuelnya nanti kesannya tidak malu-maluin. Nanti bilang : Wuihhhhhhhhh film KCB1 aja ancur kok ada lanjutannya. Hahaha….

    Maaf review aku awut-awutan, biasa agak emosi nich, heheheheheeee….

    suryadi | Jun 14, 2009 | Reply

  49. mudah2an aja.. kcb II akan segera dibuat.. karena untuk cerita selanjutnya.. lokasi sudah di indonesia.. jadi biaya produksi mungkin tidak terlalu seperti di mesir.. hihihihi.

    seperti sinetron aja nih.. pakai bersambung segala… CPD

    nn | Jun 15, 2009 | Reply

  50. Kalo mnrtku , ini gula jawa berbalut coklat. Film rasa sinetron.

    Pencinta indonesia | Jun 15, 2009 | Reply

  51. blogwalking… jadi pengen nonton

    Berita Tekno | Jun 16, 2009 | Reply

  52. Saya udah nonton filmnya, tapi sangat kecewa. Dari segi sinematografi menurut saya sangat jelek. Saya kayak lagi nonton sinetron, ditambah lagi pake bersambung segala, jadi tambah mirip sinetron. Kalau pesan dari filmnya sih memang bagus bgt, cumansayang tidak didukung dengan sinematografi yang baik. Padahal biaya pembuatan filmnya sangat besar.

    Feri | Jun 16, 2009 | Reply

  53. gw mah no comment ah.. klo testi yg bgus2,nama’y fitnah.. tp klo yg jelek2,takut digugat kaya prita..

    cepty | Jun 16, 2009 | Reply

  54. asslmkum…
    kemaren abis nonton KCB 1. Hasilnya: DISAPPONTED, karena:

    1. Akting kurang
    2. Terlalu banyak fokus crita cinta yg di critain
    3. Ga ada konflik yg berarti
    4. Ada adegan gak penting
    5. Kebanyakan guyon untuk film dakwah …
    6. Terlalu banyak kebutulan yg dibuat2
    7. Banyak propaganda produk
    8. Backsound rada nganggu..
    9. Aq gak mikir blas nonton nie film…
    10. Kayak nonton sinetron jaman jadul…

    itu pendapat pribadi saya dan saya lebih suka WBS ketimbang AAC ato KCB
    wassalam…

    GentoLet | Jun 17, 2009 | Reply

  55. Film kcb y. G lom nontn aplgi bc novlny. “mengecewkn” ktny, tp bnyk y yg pd ngantri nontn ni film. Kykny sih mo mnglhin AAC. Tp krn ini flm dakwah jd ada hal2 yg ngak blh d lnggr, aplgi pembuatny dipntau sm kang abik. Tidak spti AAC yg telah tersesat dr pesan yg mo di smpikn pngrng. Jd ni flm kykny sm persis smpe pd latarny yg di mesir itu bkn di studio&india.

    Sbnrny ktika sbuah krya tlh di buat sang pngarng tlh mati. Tp lg2 krna ini flm dakwah kang abik ikut cmpur. Agr ngak sprti flm sblmny yg di pelintir sm strdra n pnls naskahny.
    Klo mo seru nonton flm action aj.
    Soal acting ngak ikutn ah coz lom nontn. Klo jlk, nmny jg msh br. Maklum aja. Tp g salut wat sinemart yg mo ngambl resiko bkin film ini.

    Ucup kcb | Jun 17, 2009 | Reply

  56. tulisane kok kadang gedi kadang cilik, kenek opo Nu?

    ndop | Jun 18, 2009 | Reply

  57. sama sekali bukan film pembangun jiwa, ayat ayat cinta dan perempuan berkalung sorban jauh lebih baik

    rayhan | Jun 23, 2009 | Reply

  58. ini dia FIlm yg sering bgt iklanya muncul di Tv..

    kelitanya seru juga film nya…
    mudah2 sukses…

    ===========
    Mas leh tukerlink tidak…
    web Mas sudah saya addlink loh :D
    Lam Bloger

    luthfie fadhillah | Jun 25, 2009 | Reply

  59. @ nur muslim: ada novel ke 3 juga? baru tau deh :)

    @ attayaya : setuju! hehehe

    @ ganjar: novel dan film emang gak bisa dibandingin. bentuknya emang beda :)

    @ alan:kalo menurutku, justru gak bikin emosi sama sekali :)

    @ suryadi: setuju deh, ngikut ahhh :)

    @ Pencinta indonesia: hahaha bisa aja!

    @ Feri: sepakat!!!

    @ cepty: hahaha, tapi gak mungkin deh kalo digugat PNB :D

    @ GentoLet: sepakatttttt

    @ Ucup kcb: aku sama sekali gak yakin deh, kalo KCB bisa ngalahin AAC. Semua film harus seru kale,, terlepas film itu action apa dakwah atau yg laen. Kalo cuma mentingin dakwah doank ya jangan bikin film, masih banyak koq media lain

    @ rayhan: sepakat!!! setuju!!!

    Rusa Bawean™ | Jun 28, 2009 | Reply

  60. Segala sesuatu pasti ada kelebihan dan kekurangannya, namun menurut hemat saya, film KCB ini yang sangat sarat nilai, paling tidak di tengah gempuran film-film bergenre horor dan lainnya. Film seperti ini, kalau menurut hemat saya, sangat bermanfaat dan bernilai bagi bangsa ini yang haus akan figur teladan khususnya dalam dunia perfilman.

    memang sudah selayaknya, sebuah film dapat membawa pesan moral yang dapat membawa penontonnya ke arah kehidupan yang lebih baik. Walaupun mungkin bagi sebagian orang, alur ceritanya terkesan monoton. Namun, apapun penilaiannya mudah-mudahan perfilman di Indonesia semakin maju.
    Pasang Iklan Gratis

    Pasang Iklan Gratis | Sep 27, 2009 | Reply

  61. Mungkin coba dulu..sapa tau tertarik…

    RC Drift Cars | Mar 17, 2010 | Reply

2 Trackback(s)

  1. Oct 9, 2009: from Ketika Cinta Bertasbih 2 | Azzam Cari Jodoh : rusabawean.com™
  2. Jan 4, 2010: from The Twilight Saga: New Moon | Antara Manusia, Vampir dan Srigala : rusabawean.com™

Post a Comment