Kenalan dengan Sanif Olek, Penerima Anugerah Teladan Bawean Singapura

Adalah organisasi namanya PBS. PBS adalah Persatuan Bawean Singapura yang telah didirikan sejak 19 Maret 1934 oleh orang-orang Bawean yang ada di Singapura. Setiap tahun PBS selalu mengadakan Majlis Salam Lembaran PBS setelah Hari Raya Idul Fitri, istilahnya Halal Bihalalnya orang Bawean yang ada di Singapura.

Untuk tahun ini Majlis Salam Lembaran PBS telah diselenggarakan Sabtu 17 September kemarin di di Hotel Furama Riverfront Singapura. Dan ternyata setiap 2 tahun sekali, setiap Majlis Salam Lebaran, PBS memberikan beberapa penghargaan kepada anak Bawean Singapura yang mengispirasi masyarakat. Penghargaan-penghargaannya adalah Anugerah Bawean Teladan, Anugerah Bawean Jasawan dan Anugerah Bawean Cermerlang, dan pada tahun ini Anugerah Bawean  Jasawan International pula akan diperkenalkan. Dari beberapa penghargaan tersebut, Anugrah Teladan Bawean adalah Anugrah tertinggi karena hanya diberikan kepada seorang saja.

Seperti Rusa kutip dari blognya PBS, Anugerah Bawean Teladan ini adalah satu penghargaan dari PBS kepada anak-anak Bawean Singapura yang telah membuat pencapaian yang dapat dibanggakan oleh masyarakat Bawean.  PBS berharap penghargaan ini dapat memberi dorongan kepada generasi muda Bawean Singapura untuk berusaha meningkatkan diri masing-masing ke tahap yang lebih tinggi di dalam menjalani penghidupan ini.

Ok deh kita langsung kenalan saja sama penerima Anugrah Teladan Bawean pada tahun ini. Dialah Sanif Olek. Sanif Olek ini adalah salah satu sutradara terkemuka di Singapura. Berkali-kali mendapatkan penghargaan baik dari film-filmnya maupun dari beberapa program TV, video klip dan iklan yang telah dia sutradarai. Pada 2008, filem pendek pertamanya, Lost Sole, dinobatkan sebagai Film Pendek Agama Terbaik dalam Festival FilmPendek Internasional bagi Budaya di Jaipur, India.

Dia telah memenangkan penghargaan ‘Sutradara Terbaik’ dalam kategori drama tiga kali di MediaCorp di PestaPerdana Singapura. Film pendek Lost Sole mendapatkan pernghargaan Best Film on Religion @ Int’l Festival of Short Films on Culture (Jaipur, India) 2008 dan Best Narrative Film @ Rahmat International Shortfilm Festival (Tabriz, Iran) 2008. Dari beberapa penghargaan yang telah diterima Sanif, ada 1 penghargaan dari Indonesia yaitu film À La Folie yang mendapatkan penghargaan film pendek terbaik di Jogja-NETPAC Asian Film Festival pada tahun 2009. Dan masih banyak lagi prestasi Sanif yg tak bisa Rusa sebutin satu-satu.

Trilogi Cinta-Nya yang terdiri dari film pendek Lost Sole, À La Folie dan Ameen telah memenangkan berbagai penghargaan dan telah diputar di berbagai festival film internasional, termasuk Hawaii Int’l Film Festival, Montreal World Film Festival, Rhode Island Int’l Film Festival ( sebuah festival film kualifikasi untuk Oscar) dan Museum of Modern Art di New York. Hmmm keren punya kan? hehe. Dari beberapa filmnya yang paling bikin rusa tertarik adalah Lost Sole, di mana dalam film itu diceritakan seorang bapak yang kehilangan sandalnya saat sholat Jumat. Menariknya di film itu karena tokoh utamanya menggunakan bahasa Bawean, walau setting tempatnya di Singapura.

Terimakasih kepada Persatuan Bawean Singapura (PBS) dengan pengiktirafan yang besar ini. Harapan saya, kejayaan saya dapat membanggakan dan juga menyalurkan bakti saya untuk mengharumkan lagi nama keturunan Bawean kita semua, InsyaAllah. Saya harap cerita2 yang saya ketengahkan dalam filem2 dan rancangan2 television saya dapat memartabatkan, mengukuhkan dan memberdayakan budaya keturunan Bawean/Melayu Singapura – Sanif Olek

Setelah Rusa wawancarai melalu twitternya, Sanif bilang terakhir ke Bawean sekitar tahun 90-an, waktu itu sedang bikin film dokumenter tentang Bawean, wah ngiler deh pingin nonton filmnya, nanti deh kapan-kapan pengen minta film koleksi Baweannya. Menurut Sanif, Bawean (bangsanya) adalah darah-daging saya. Jadi saya bangga dgn masyarakat Bawean dan pencapaiannya. walaupun saya sudah dikira warga negara Melayu Singapura, orang-orang Bawean lama yg datang dan bekerja keras bermastautin di sini menjadi satu inspirasi. Walau bagaimanapun, sekarang kita perlu pandang kehadapan & maju terus dengan bangsa lain, mengambil setiap peluang dengan pandangan meritokrasinya.

Nah dari pada penasaran sama film-film dokuenternya tentang Bawean, lebih baik nonton video ini deh, ini video profil tentang Sanif Elok dan Baweannya. Di video ini dijelaskan siapa Sanif? dari Bawean mana? dan bagaimana orang Bawean di Singapura. Yuk cekidot …

Video ini keren, Rusa suka, suka dengan video yang menceritakan tentang Bawean, apalagi dalam bahasa Bawean yang diucapkan oleh paman dari Sanif Olek ini. Walau kaku dan udah campur dengan bahasa Melayu, tapi tetep kelihatan karakter Baweannya 😀 #soktahu

Selamat Sanif Olek atas penghargaan Teladan Bawean 2011, terus semangat berkarya dan menginspirasi kanak-kanak Bhabian!

Share yuuk..
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

40 Comments - Add Comment

Reply


− three = 4