Hadist Doa Malaikat Jibril dan Minta Maaf Menjelang Bulan Ramadhan

berdoa“Do’a Malaikat Jibril menjelang Ramadhan “Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut: Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada); Tidak berma’afan terlebih dahulu antara suami istri; Tidak bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang ekitarnya” Maka Rasulullah pun mengatakan Amiin sebanyak 3 kali. Dapatkah kita bayangkan, yang berdo’a adalah Malaikat dan yang mengaminkan adalah Rasullullah dan para sahabat, dan dilakukan pada hari Jum’at”.

Pernah dapat forwardan pesan seperti di atas? pesan tentang sebuah hadis berkaitan do’a Malaikat Jibril dan diaminkan oleh Nabi Muhammad serta para Sahabat. Do’a Malaikat Jibril itu adalah sbb:

“Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut: Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada); Tidak bermaafan terlebih dahulu antara suami istri; Tidak berma’fan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya. Maka Rasullah pun mengatakan Aamin sebanyak 3 kali.

Menjelang bulan Ramadhan banyak sekali kita mendapatkan pesan melalui yahoo messenger, email, SMS, bahkan tak sedikit sekarang yang menulis di status facebooknya. Sekarang pun pesan-pesan serupa di atas sudah banyak yang masuk di inbox ponsel saya.

Saya heran, sejak kecil hingga saya menuntut ilmu di bangku Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah hingga melanjutkan di SMA dan menuntut ilmu di PP Qomaruddin, tidak pernah mendengar hadis di atas. Dan tak pernah ada budaya saling meminta maaf sebelum menunaikan ibadah puasa. Setelah saya mencari jawaban atas tersebarnya tafsir asal-asalan itu, saya bisa menyimpulkan kalau itu tidak benar. Untuk informasi di dunia online anda bisa baca penjelasannya di sini.

Memang tak ada salahnya saling meminta maaf, hal itu pun baik, tapi kalau alasannya merujuk pada hadist yang banyak tersebar di saat menjelang Ramadhan seperti telah saya sebutkan di atas, hal ini bisa menjadi bid’ah. Anda tahu makna bid’ah kan?

Ajaran sesat atau bid’ah dalam agama islam berarti sebuah perbuatan yang tidak pernah diperintahkan maupun dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW tetapi banyak dilakukan oleh masyarakat sekarang ini. Hukum dari bid’ah itu sendiri adalah adalah haram.

Maka dari itu sekarang berhentilah menyebarkan tafsir asal-asalan.

Marhaban Yaa Ramadhan
RusaBawean.com™ mengucapkan selamat menunaikan ibadah Puasa Ramadhan 1430 H.

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa”
(QS. Al Baqarah: 183)

76 thoughts on “Hadist Doa Malaikat Jibril dan Minta Maaf Menjelang Bulan Ramadhan

  1. ahli_bid'ah

    JANAGN SEMBARANGAN NUDUH SYIRIK LHO!!!! ^_^

    Anda ingat peristiwa Adam as?, mengapa malaikat diperintahkan sujud pada makhluk?, karena para malaikat itu sujud pada Adam as bukan menyembah Adam as, tetapi menyembah Allah.. karena jutsru sujud pada Adam itu adalah ketaatan, namun apa yang dilakukan Iblis?, pada dasarnya Iblis hanya ingin sujud kepada Allah semata, tak mau memuliakan makhluk yang dimuliakan Allah, dan jatuhlah ia kepada Laknat Allah, maka orang yang tak mau memuliakan orang yang dimuliakan Allah swt adalah para pengikut Iblis, naudzubillahi min dzalik.

    Wahai saudaraku, jangan alergi dengan kalimat syirik, syirik itu adalah bagi orang yang berkeyakinan ada Tuhan Lain selain Allah, atau ada yang lebih kuat dari Allah, atau meyakini ada tuhan yang sama dengan Allah swt. Inilah makna syirik. Mereka yang berkemenyan, sajen dlsb itu, tetap tak mungkin kita pastikan mereka musyrik, karena kita tak tahu isi hatinya, sebagaimana Rasul saw murka kepada Usamah bin Zeyd ra yang membunuh seorang pimpinan Laskar Kafir yang telah terjatuh pedangnya, lalu dengan wajah tak serius ia mengucap syahadat, lalu Usamah membunuhnya, ah? betapa murkanya Rasul saw saat mendengar kabar itu.., seraya bersabda : APAKAH KAU MEMBUNUHNYA PADAHAL IA MENGATAKAN LAA ILAAHA ILLALLAH..?!!, lalu Usamah ra berkata: Kafir itu hanya bermaksud ingin menyelamatkan diri Wahai Rasulullah.., maka beliau saw bangkit dari duduknya dengan wajah merah padam dan membentak : APAKAH KAU BELAH SANUBARINYA HINGGA KAU TAHU ISI HATINYA??!!!, lalu Rasul saw maju mendekati Usamah dan mengulangi ucapannya : APAKAH KAU BELAH SANUBARINYA HINGGA KAU TAHU ISI HATINYA??!!!, Usamah ra mundur dan Rasul saw terus mengulanginya : APAKAH KAU BELAH SANUBARINYA HINGGA KAU TAHU ISI HATINYA??!!!, hingga Usamah ra berkata : Demi Allah dengan peristiwa ini aku merasa alangkah indahnya bila aku baru masuk islam hari ini..(maksudnya tak pernah berbuat kesalahan seperti ini dalam keislamanku). (Shahih Muslim Bab 41 no. 158 dan hadits yang sama no.159)

    Dan juga dari peristiwa yang sama dengan riwayat yang lain, bahwa Usamah bin Zeyd ra membunuh seorang kafir yang kejam setelah kafir jahat itu mengucap Laa Ilaaha Illallah, maka Rasul saw memanggilnya dan bertanya : MENGAPA KAU MEMBUNUHNYA..?!, Usamah menjawab : Yaa Rasulullah, ia telah membunuh fulan dan fulan, dan membantai muslimin, lalu saat kuangkat pedangku kewajahnya maka ia mengatakan Laa Ilaaha illallah.., lalu Rasul saw menjawab : LALU KAU MEMBUNUHNYA..?!!, Usamah ra menjawab : benar, maka Rasulullah saw berkata : APA YANG AKAN KAU PERBUAT DENGAN LAA ILAAHA ILLLALLAH BILA TELAH DATANG HARI KIAMAT..?!!, maka Usamah berkata : Mohonkan pengampunan bagiku Wahai Rasulullah??, Rasul saw menjawab dengan ucapan yang sama : APA YANG AKAN KAU PERBUAT DENGAN LAA ILAAHA ILLLALLAH BILA TELAH DATANG HARI KIAMAT..?!!!, dan beliau terus mengulang ulangnya.. (Shahih Muslim Bab 41 no.160).

    Kita tak bisa menilai orang yang berbuat apapun dengan tuduhan syirik, dia berkomat kamit dengan sajen dan mandi sumur tujuh rupa dan segala macam kebiasaan orang kafir lainnya, ini merupakan adat istiadat biasa, tak mungkin kita mengatakannya musyrik hanya karena melihat perbuatannya, kecuali ia ber ikrar dengan lidahnya.
    Satu contoh, seorang muslim mandi air kembang, berendam di air mawar, lalu menaruh keris di pinggangnya, lalu menyalakan kemenyan, lalu ia shalat, musyrikkah ia?,
    dan orang lain mandi dengan shower, berendam di air hangat, menggunakan busa mandi, lalu menaruh pistol dipinggangnya, lalu menyemprotkan pewangi ruangan, lalu shalat, musyrikkah dia?,
    apa bedanya?, keduanya melakukan kebiasaan orang kafir..

    Kesimpulannya adalah, tidak ada kalimat musyrik bisa dituduhkan kepada siapapun terkecuali dengan kesaksian lidahnya. Hati-hatilah dengan ucapan syirik, bila seseorang muslim lalu musyrik, maka pernikahannya batal, istrinya haram dikumpulinya, jima dengan istri terhitung zina, anaknya tak bernasab padanya, kewaliannya atas putrinya tidak sah, dan bila keluarganya wafat ia tak mewarisi dan bila ia wafat tak pula diwarisi, ia diharamkan shalat, diharamkan dikuburkan di pekuburan muslimin.
    DAN HAMBA HAMBA ARRAHMAN (ALLAH SWT) YANG BERJALAN DIMUKA BUMI DENGAN RENDAH DIRI, (tidak sombong), DAN BILA MEREKA DIAJAK BICARA OLEH ORANG ORANG JAHIL, MAKA MEREKA MENJAWABNYA DENGAN LEMBUT (Alfurqan-63).

    Wallahu alam.
    di sadur dari http://www.majelisrasulullah.org

    Reply
    1. andri

      saya sependapat dengan anda memeng sekarang banyak orangpintar tapi tidak bisa membuat rohmatan lilalamin kadang bisa membingungkan, sedikit-sedikit bid’ah, sedikit-sedikit syirik kok gampang mengatakan hal itu, kalau dibantah main internet itu juga bid’ah jawabanya itu bukan ibadah, lah apakah internet itu ibadah keluarlah dalili dalil bla bla bla, SYIRIK ITU SEPERTI MENCARI SEMUT HITAM DI PADANG PASIR DALAM KEADAAN GELAP dalam kitap Ibnu a’toila
      saya belajar di kyai yang intinya semua itu milik Allah, dan kita ikhlas sebagai manusia untuk menjalaninya, takdir dan irodat hanya ALLLAH yang tahu, dalam perjalanannya anak saya yang pertama meninggal dalam usiake 22 tahun lulusan diploma its dan sudah bekerja mau menikah harapan satu-satunya orang tua kandas saya dan istri saya shok, meningalkan sholat, iman terombang ambing hanya sedikit iman yang menempel di hati, 40 hari berturut turut saya mengundang jama’ah masjid untuk tahlil hanya untuk menenangkan hati supaya kembali ke ALLAH, tiap jumat Tahlil sampai 100hari masih belum kuat iman ini kembali ke ALLH, tolong saya di beri wejangan atau semacamnya agar saya bisa menguatkan imankepada ALLAH seperti yang saya alamai semasa ngaji toriqot

      Reply
  2. Saya

    Untuk kebaikan umat dan perdamaian umat saja harus repot2 cari hadist, bukankah kita diberi akal,pikiran, dan naluri kemanusiaan,,, klo memang berat untuk meminta ma’af yasudah.. Gk usah vonis bid’ah..

    Puasa jg kan menahan emosi, memberihkan kebencian, makanya sbelum puasa dianjurkan untuk meminta ma’af,, karena bgmn puasa kita akan diterima oleh ALLAH subhana huwata’ala kalau kita saling benci dan masih menaruh dendam…

    Gk usah cari hadist bwt cocokan kata2 saya, tolong pikir aja pake nurani kira sbg manusia..

    Cag..

    Reply
  3. andri

    jangan di cari perbedaannya cari kesamaannya yang baik dan bermanfaat bagi umat dan bukan jadi berdebatan kalau bid.ah itu didalam ibadah apakah sms itu ibadah………..kalau bid’ah semua juga bid.ah , saya risih sedikit sidikit bid,ah sidikit sidikit bid.ah, bid’ah kok sedikit

    Reply
  4. a wahid

    Supaya umat Islam awam tidak tersesat informasi, sebaiknya kalau ada yang menyampaikan sesuatu khususnya kalau itu disebut-sebut sebagai hadist, tolong disebutkan hadistnya dan siapa perawihnya, karena pernah juga saya dengar penyampaian khatib melalui hutbah Jum’at sbb : bahwa Malaikat Jibril menjelang Ramadhan pernah berdoa “Ya Allah, abaikan puasa umat Muhammad bila sebelum masuk Ramadhan tidak memohon maaf kepada kepada kedua orang tuanya, keluarganya dan orang-orang sekitarnya, lalu Rasulullah mengamini 3X”, artinya kalau ada informasi seperti ini kan berarti sumbernya dari Hadist. Untuk itu sekali lagi kami mohon kalau ada yang menyampaikan sesuatu yang katanya hadist tolong disebutkan hadist dan perawihnya.

    Reply
  5. abde

    Perbedaan memandang sesuatu itu wajar, jgn jadikan itu sebagai sesuatu yang sulit.. berbagai macam cara org kafir mencoba memurtadkan umat islam, kl kita saling menyalahkan dan merasa paling benar itu malah akan mempermudah mereka dalam memecahbelah kita, kita semua tahu dan meyakini bahwa “Kebenaran Hanya Milik ALLAH” sebagai umatnya kita memang diwajibkan untuk saling “mengingatkan” sesama jika memang apa yang dilakukannya sangat jauh menyimpang,,
    Belajar dan memahami agama islam itu bukan hanya syari’at saja, tapi ma’rifatnya juga harus difahami… Kita yakin dan ada sumbernya ya ikuti, tp jika ragu ya ingatkan cukup mengingatkan bukan memaksakan pendapat atau asumsi..
    Kebenaran itu hanya milik ALLAH.SWT
    “Selamat menunaikan ibadah puasa”

    Reply
  6. yudha

    @ahli bid’ah:maaf sebelumnya sangat bagus sekali tulisan yang anda masukan ini disitu tertulis bid’ah Dholalah adalah yang tidak ada atau tidak sesuai dengan Alqur’an,sunnah Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam,dan sunnah shohabat Rodhiyallohu’anhu,artinya jika ada amalan dalam hal agama sebaik apapun itu tapi jika tidak ada sunnahnya atau tuntunannya baik berdasar Alqur’an,sunnah Nabi,& amalan shohabat berarti bid’ah Dholalah kan?tolong penjelasannya karena saya takut salah dalam memahaminya.

    Reply
  7. novri

    saling memaafkan itu adalah perbuatan yang baik kan? asalkan niatan itu emang didasari rasa ingin meminta maaf yang tulus, apalagi menjelang ramadhan..bukan karena tradisi atau ikut2an?tingkat iman manusia itu berbeda-beda saya rasa..dan Allah Maha Mengetahui. akan lebih baik jika kita ambil yang baik2nya saja. kalo memang menurut kita bid’ah, atau bukan bid’ah itu tergantung sejauh mana cara pandang dan keyakinan kita menilai itu. saya rasa selagi niatan itu dari hati yang bersih, insyaAllah menjadi baik. kalo memang itu bid’ah, yah kita ambil yang baiknya saja seperti saling memaafkan, bukan dengan dasar karena hadits atau kata orang tentunya? dan sebaliknya….semoga ini bisa membantu…insyaAllah wass

    Reply
  8. NIce Baonx's

    Semua Org disini dibikin Pusing Bingung mo cari an jalan mn yg Bener tetang sbuah surat ato Hadist Saheh n ga ga Saheh.

    Cman takut aja klo org dgn mudah Mbikin Hadist Palsu tuk Gaya-gaya an n Nakut-nakutin doank!

    Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan.

    Reply
  9. NIce Baonx's

    Yg penting kta yakin kpd Allah Swt, tentang kebenaran yg Hakiki dlm menjalankan ibadah puasa. Tdk usah gusar, cemas, n Gelisah gara2 Info yg menyesatkan tsb. Allah Maha Tau
    Segala-galanya seisi Langit dan Bumi. Allahuma Amiin….

    Reply
  10. udin

    minta maaf juga udah gak boleh? walaupun gak ada hadistnya.. bukan berarti kita gak boleh minta maaf, minta maaf kapan aja boleh, apalagi di bulan puasa, menyambut bulan yang penuh rahmat supaya kita lebih kusyu’ menjalankan ibadah, kasian mereka yang belajar cuma untuk mencari tau bukan untuk di amalin, tapi iya pula ya, ntar di bilang Bideah pula ma uwak2 ni…

    liat muka wak2 ni pun bid’ah, karena belum ada di zaman rasul..

    Reply
  11. Adam LF

    Assalaamu’Alaykum…

    Sebenarnya inti dari bahasannya adalah hadits itu palsu, karena tdk di ketemukan di kitab hadits manapun. Jadi klo beramal berdasarkan hadits ini maka amalannya tertolak. tetapi jika sebatas tradisi/kebiasaan saja ya boleh2 saja.

    Adapun perkataan antum “Hukum dari bid’ah itu sendiri adalah adalah haram” maka ini lah yang jelas2 KELIRU. Hukum dalam Fiqh hanya 5 saja; Wajib, Haram, Sunnah, Mubah/jaiz dan Makruh.

    Adapun Bid’ah bukan lah HUKUM. Jika Ada perbuatan yang baru/bid’ah yang tdk pernah di contoh rosululloh, maka haruslah di tinjau dari sudut pandang syar’i bisa saja perbuatan/amalan bid’ah itu hukumnya Haram/Sunnah dan lain2. Jadi jangan terjebak dengan pendapat yg menjelaskan semua bid’ah itu HARAM. Banyak hadits2 shohih yg menerangkan perilaku amalan shohabat yg tdk pernah rosululloh perintah/contoh sahabat mengamalkan dan rosululloh tdk melarang (hadits selalu baca al ikhlas di setiap rokaat, talbiyah, pembukuan al Quran, dll).

    Walloohu A’lam wa Musta’an.

    Reply
  12. Tono

    Assalumalaikum Wr.Wb

    Pada intinya kita harus mencari dasar yang kuat dalam amal perbuatan dan tingkah laku kita yaitu sesuai dengan alquran dan hadist. tidak semua perbuatan baik itu baik di mata Allah swt, jika tidak di contohkan oleh nabi kita Muhamad saw dan para sahabat nabi yang jelas-jelas mereka di jamin masuk surga di antaranya 1. Abu Bakar Siddiq ra.,2. Umar Bin Khatab ra.,3. Usman Bin Affan ra.,4. Ali Bin Abi Thalib ra.,5. Thalhah Bin Abdullah ra.,6. Zubair Bin Awaam,7. Sa’ad bin Abi Waqqas,8. Sa’id Bin Zaid,9. Abdurrahman Bin Auf,10. Abu Ubaidillah Bin Jarrah. sebaik baik perbuatan adalah perbuatan Nabi Muhamad swt dan sebaik-baik yang mencontoh perbuatan Nabi Muhamad adalah para sahabat Nabi,karena mereka tahu langsung apa2 yang di perbuat nabi dalam kesehariannya dalam hal agama dan mereka tidak di ragukan kesetiannya, akhlaknya dan segala macamnya makanya di jamin masuk surga. Jadi kita wajib mengikuti mereka kalau ingin selamat dunia dan akherat,jadi bid’ah itu haram, sesat dan menyesatkan, tapi Bid’ah sahabat Nabi sudah beda dengan Bid’ah yang di lakukan orang, ulama atau orang yang nggak jelas pada Jaman sekarang yang tidak ada jaminan masuk surga dan tidak jelas akhlaknya jadi kita Harus berhati2 dalam menjalankan Bid’ah yang nggak jelas Asal-usulnya dan nggak jelas dasarnya.

    Reply
  13. aang

    ibadah itu inti nya ikhlas. bukan karena paling benar dsb……dan tidak usah banyak berdebat jika tidak diperkuat oleh dasar hukum yg mumpuni..jika menurut anda amaliah itu baik dan jelas hukumnya pegang teguh baik baik,dan gak usah menyalahkan orang yg tdk sependapat dgn anda…karena belum tentu kita baik dari orang yang kita anggap salah….pesan saya…perbanyak lagi belajar agama islam….dan jgn hanya satu mazhab….kenali paham mazhab lain,agar anda menjadi orang yg lebih berhati hati dan pandai menghormati pendapat mazhab lain…karena kebenaran yg hakiki hanya milik alloh swt…

    Reply
  14. imam

    salut buat mas rusa yg pandai mancing emosi org, jadi banyak yg komen dong! mnurutku semua amalan tergantung pd niat, selama amalan itu tdk jelas haramnya maka mubah tp klo uda tdk jelas niatnya maka tertolak.. he2

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>