Yuk Gunakan Transportasi Umum! (Berbahan Bakar Gas)

39

Pernah gak saat berada di jalan, ada kendaraan lewat dan meninggalkan asap kenalpot yang hitam dan bikin sesak? Sebagai pengguna kendaraan bermotor yang tinggal di kota besar seperti Jakarta, polusi udara hasil knalpot motor/mobil tuh rasanya mengganggu sekali. Apalagi untuk pengguna kendaraan beroda dua. Ketika lagi nyetir tiba-tiba ada asap hitam yang mengepul di depan wajah kita. Duhh… bikin kadar kegantengan jadi rusak deh.

Transjakarta di Kemacetan
Transjakarta adalah angkutan publik dengan bahan bakar gas

Kita tahu kalau asap dari knalpot kendaraan adalah asal dari polusi udara. Yang selain bisa menurunkan kadar kegantengan juga gak bagus buat kesehatan. Bayangin aja bagaimana buruknya efek polusi udara itu ke paru-paru kita :(

Yang mengejutkan adalah saat ini, konsumsi BBM bersubsidi (premium dan solar) oleh kendaraan bermotor di Jakarta mencapai 9 juta liter per hari. Setiap 1 liter bensin yang digunakan akan melepaskan gas karbon dioksida seberat 3 kg ke udara. Bisa kita bayangkan ada berapa juta kilogram gas karbon dioksida yang terlepas di udara Jakarta setiap harinya. Belum lagi partikel berbahaya seperti timbal dan sulfur (yang juga terkandung dalam bensin) yang juga terlepas di udara di saat yang sama. Wogh! Bisa mati karena polusi nih kalau begini. *baru sadar* *maklum dari hutan*.

Gak mau kan ya, kalau mati gara-gara polusi.

Kalau ditanya mengenai solusi untuk mengurangi polusi udara dari kendaraan bermotor sih ya, pasti jawabnya dengan tidak menggunakan kendaraan bermotor milik pribadi ya. Kita tau sendiri kalau kendaraan bermotor paling banyak di Jakarta ya kendaraan pribadi dibanding dengan kendaraan umum. Selain bisa mengurangi polusi udara, mengurangi kemacetan juga tentunya. Kalau sering jalan kaki pasti lebih sehat jadinya :D

Konversi ke BBG sebagai salah satu langkah kurangi polusi udara

Rusa baru tahu beberapa waktu lalu, kalau di Jakarta sudah dilaksanakan konversi dari BBM ke BBG. Dalam hal ini Pemkot DKI Jakarta telah memulai program konversi armada bus Trans Jakarta yang sudah ada dari BBM ke BBG, menambah jumlah armada bajaj gas, dan juga menambah 1000 unit bus TransJakarta BBG. Anyway, BBG ini adalah Bahan Bakar Gas loh.

Gas? Gas elpiji (LPG) yang biasa digunakan untuk masak di rumah-rumah itu?

Eh enggak kak. Beda. Kalau gas elpiji itu kan produk hasil proses minyak bumi. Sedangkan gas (BBG) yang digunakan untuk kendaraan seperti Trans Jakarta itu, gas yang diambil langsung dari cadangan gas di alam. Cara pendistribusiannya juga beda. Elpiji melalui gas tabung, sedang gas bumi melalui pipa di bawah tanah.

Upaya konversi BBM ke BBG ini adalah salah satu dari sekian banyak upaya Gubernur Jokowi dan PGN untuk mewujudkan wacana “Jakarta Kota Gas”. Dan kabarnya bulan Mei lalu PGN sudah mengeluarkan 1 SPBG berjalan atau disebut MRU (Mobile Refueling Unit) di parkir IRTI Monas , dan di tanggal 23 Desember 2013 PGN mulai membuka SPBG pertamanya di wilayah Pondok Ungu, Bekasi, untuk dapat memenuhi kebutuhan BBG kendaraan umum dengan sirkulasi wilayah Jakarta dan Bekasi.

Apa itu PGN?

PGN (Perusahaan Gas Negara) berbeda dengan Pertamina. PGN ini adalah satu lagi BUMN yang khusus menangani gas bumi di Indonesia. Dulu namanya PN Gas, yang sejak dulu membangun seluruh jaringan pipa gas bumi di Indonesia yang sekarangini kurang lebih berjumlah 6.000 KM.

Kalau begini caranya, tentunya polusi udara diakibatkan oleh asap knalpot bisa dikurangi. Dan udara Jakarta lama kelamaan akan membaik karena tak ada lagi polusi udara yang ditimbulkan dari kendaraan yang menggunakan BBM.

Tentunya kita semua harusnya mendukung program dari pemerintah dan PGN dalam mewujudkan agar Jakarta (paling gak, kota ini dulu) bebas dari polusi udara yang disebabkan oleh asap knalpot. Dan kita bisa mendukungnya dengan ikut menggunakan transportasi yang telah menggunakan BBG.

Bus DAMRI dan Trans Jakarta serta bajaj sudah menggunakan BBG. Mari kita bantu sukseskan program ini, dengan menggunakan transportasi berbahan bakar gas. Tentunya selain membantu mengurasi polusi udara, menggunakan transportasi umum berbahan bakar gas, kita juga membantu mengurangi kemacetan. Yuk gunakan transportasi umum! :D

Foto diambil dari sini.

39 COMMENTS

  1. Lama ga ke kandang rusa, kayaknya dah ganti theme yah? :) Eh itu SPBG deket rumah loh, rame beneeeer pas pembukaan. tapi kayaknya kemarin cuma kejar target acara pembukaan doang deh, soalnya sampe sekarang masih jalan terus kerjaan kontraktornya tapi yg “ngisi gas” sepi2 aja.

    • Iya, udah ganti kak. Biar lebih fresh dan dengan theme yang lebih modern. Soalnya theme lama tidak menunjang beberapa hal.

      Wah deket rumah?
      Kayaknya emang belum rame, secara belum semuanya kan ya yang pake BBG.

  2. Ya amvelop, dirimu ini kayak tarzan aja ngaku2 dari hutan haha..

    Btw kalau pakek gas, polusinya berupa apa nih? Jangan2 berubah bentuk doang dan tetep berbahaya kah?

    • Iya ihihihi, kan aku emang dari hutan kak. Hutan Bawean. Yuk main ke kampungku, biar kamu tahu kampungku di tengah hutan :D

      Gak lah kak, kan dari bahan bakar gas.

    • Huahahaha. Enaknya jadi freelancer yak. Hihihi..
      Aku beberapa tahun lagi deh jadi freelance, terus tinggal di Bawean.

      Pasti seru banget.

  3. Hayuk hayuk.. kalo pas di Jakarta pasti menyempatkan naik Trans Jakarta.. Semoga Surabaya segera bisa menyusul dan lebih baik alat transportasinya.. Amiiiin.. :D

  4. Hayuk atuh, tapi sementara belum cespleng banget moda transportasi massal yang ada yah saya mah pake motor aja dulu hehehe

    Udah lama banget ya nggak mampir ke kandang Rusa :P

  5. Kalo buat Jakarta, masalah yang dihadapi karena keengganan naik transportasi umum karena buruknya moda transportasi ini. Sehingga bagi orang yang punya kemampuan untuk memilih, maka akan memilih menggunakan mobil pribadi.

    Apalagi masyarakatnya (sepertinya) lebih suka kurang makan daripada kurang gaya :))

  6. Tapi entah kenapa ya pemerintah kita belum mulai juga membangun SPBG yang banyak. Entah kenapa pula impor kendaraan bermotor masih lebih mengutamakan yg berbahan bakar minyak. Harusnya pemerintah maksa vendor masukin mobil BBG ke Indonesia, biar tambah adem.

  7. iya nih, mungkin kalo semua warga indonesia lebih banyak menggunakan transport umum, indonesia gak akan jadi negri yang serba macet, ( macet kendaraan, macet pernapasan, macet uang ) he

Leave a Reply