Visit Bawean #6: Menikmati Pesona Pulau Bawean, dari Danau Kastoba Hingga Pulau Noko

Perjalanan ke Pulau Bawean di mulai dari kota Surabaya, di mana tempat kami beradu nasib menuntut ilmu. Sebuah kesempatan yang luar biasa karena saya dan beberapa rekan yaitu (Hana, Njang, Shilfi, Galih, Iqbal, Nano) diberi kesempatan untuk melaksanakan pengabdian masyarakat di Pulau Bawean.

Dari Gresik kami berangkat naik kapal Express Bahari, baru 30 menit perjalanan, ombak begitu terasa besar menghantam kapal. Kapal sandar di Bawean pukul 13.00, perjalanan ke pulau yang juga dikenal dengan Pulau Putri ini memakan waktu 3-4 jam.  Tiba di Bawean, kami langsung menuju desa Tanjung Ori sebagai tempat kami melakukan pengabdian masyarakat.

Pesona Danau Kastoba

Kegiatan kami dilaksanakan selama 2 hari full, Alhamdulillah berjalan sesuai rencana. Karena tak mau menyia-nyiakan waktu untuk menikmati keindahan Pulau Bawean, Jumat sore kami langsung jalan-jalan ke Danau Kastoba, danau yang masih alami berada di tengah hutan. Perjalanan menuju Danau Kastoba dikelilingi keindahan sawah dan bukit yang masih sangat hijau. Sesampainya di Danau Kastoba, kami mencari tanaman yang bisa dibuat jamu, kami menikmati keindahan dengan foto-foto.

Ketika kami di Danau Kastoba

Ketika kami di Danau Kastoba

Danau yang berada di tengah-tengah pulau ini begitu mempesona. Airnya yang jernih dan tenang membuat kami tak ingin buru-buru pulang. Pohon-pohon besar yang rindang mengelilingi danau dan membuat semakin menyatu dengan alam. Suara kicauan burung di antara pohon-pohon membuat danau ini semakin memikat.

Setelah cukup lama, dan waktu hampir sore kami kembali pulang. Sebelumnya kami mampir di air terjun yang tak jauh dari Danau Kastoba. Air terjun ini biasa dikenal Air Terjun Candi, karena lokasinya berada di desa Candi. Puas basah-basahan dan foto-foto, kami lanjut makan. Hari sudah mendekati magrib, kami kembali ke rumah yang kami singgahi yaitu rumah milik Ibu Hanis.

Keceriaan di Air Terjun Candi, tak jauh dari Danau Kastoba

Keceriaan di Air Terjun Candi, tak jauh dari Danau Kastoba

Malam harinya kami menyempatkan untuk ke pantai belakang rumah warga melihat bintang-bintang. Sungguh indah langit malam di pulau kecil ini yang dihiasi gemerlap bintang dan suara ombak yang menyapu. Serunya lagi, untuk melihat laut dan bintang-bintang yang mengihiasi langit malam itu, cukup ke belakang rumah saja.

Pesona Lapangan Terbang Bawean dan Pulau Noko

Sabtu pagi kami sudah siap dengan bekal untuk keliling pulau Bawean. Destinasi, di mulai dari Lapangan Terbang yang belum juga diresmikan. Kami takjub karena ternyata pulau ini punya lapangan terbang. Pesona lapangan terbang ini juga tak kalah, karena di ujung landasan pacu kami langsung bisa lihat laut dan dikelilingi gunung. Hal yang baru kami jumpai.

Dari Lapter ini kami juga bisa melihat perkampungan penduduk dari atas. Perkampungan di pesisir pantai. Selain itu kami juga bisa melihat bukit-bukit yang mengelilingi pulau kecil indah ini. Yap, Bawean memang dikelilingi bukit. Seperti biasa, kami langsung ambil posisi dan jeprat jepret cantik, so beautiful.

Selamat datang di Pulau Noko!

Selamat datang di Pulau Noko!

Tiba di Pulau Noko langsung menceburkan diri

Tiba di Pulau Noko langsung menceburkan diri

Berikutnya kami mengunjungi Pulau Noko. Pulau kecil tak berpenghuni dengan air laut yang hijau dan jernih serta pasir putih yang sangat bersih. Jawa Timur ternyata punya keindahan seperti ini. Pulau Bawean menyimpan banyak sekali keindahan yang belum diketahui banyak orang. Tak mau banyak bicara kami langsung berjemur dan bermain di sini, tak ketinggalan foto-foto pastinya. Gaya narsis dan gak jelas, 2 jam di tempat ini tidak terasa, kami sangat terkagum dengan keindahan tempat ini.

Pasir putih di Pulau Noko adalah pesona utama pulau kecil ini

Pasir putih di Pulau Noko adalah pesona utama pulau kecil ini

Pulau Noko, semoga kita berjumpa lagi..

Pulau Noko, semoga kita berjumpa lagi..

 

Pesona Penangkaran Rusa Bawean

Karena sudah pukul 14.00 kami balik untuk melanjutkan perjalanan ke penangkaran rusa. Hewan yang ditemukan hanya di Bawean, yaitu Rusa Bawean dengan segala keunikannya. Rusa-rusa di penangkaran yang berada di kaki bukit ini masih sangat liar, ketika kami dekat, mereka langsung terbirit pergi.

Malam harinya kami mengadakan bakar-bakar ikan bareng pemuda Bawean, karena Minggu pagi kami harus balik ke Surabaya. Waktu begitu cepat untuk menikati keindahan Pulau Bawean, pulau yang menyimpan keindahan sampai sulit untuk didefinisikan dengan kata-kata.

Terima kasih diberi kesempatan datang ke Pulau Bawean.

Ditulis oleh: Lussi Agustin, Mahasiswa Statistika Univ. Airlangga Surabaya yang hobby traveling. Foto-fotonya bisa dilihat di akun Instagramnya, @Lussy_Ag.

Semua foto hak milik Lussi Agustin, mohon izin langsung dengan bersangkutan jika ingin menggunakannya.

Visit Bawean adalah kolom untuk semua yang pernah mengunjungi Pulau Bawean, sebagai ajang untuk berbagi cerita pengalamannya mengunjungi Pulau Bawean. Pernah ke Pulau Bawean? Kirim tulisan beserta foto-fotomu melalui email ke mail@rusabawean.com

Share yuuk..
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

4 Comments - Add Comment

Reply

Leave a Reply to YANHR Cancel reply


+ one = 6