Tersiksanya Mudik Ke Bawean

“Mbak, KM Kirana III yang berangkat hari ini tujuan Surabaya-Sampit jadi berangkat jam berapa?” itulah yang Rusa tanyakan kepada petugas call center PT DLU di nomor 031-3298777 untuk memastikan jadwal keberangkatan kapal tujuan Sampit dari pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Walau sebenernya sudah tahu jadwal kebrangkatan pastinya di tiket jam berapa, tapi berdasarkan pengalaman, jadwal kebrangkatan kapal di Tanjung Perak sangat tidak jelas. Karena sangat banyak kebrangkatan kapal yang delay dengan tidak masuk akal. Seperti misalnya, di tiket jam 22.00, bisa saja berangkat 13.00 besoknya. Ini sudah biasa Rusa lakukan, karena Rusa sendiri kerja jadi tiketing di salah satu Travel Agent di Terminal Purabaya Bungurasih.

Ini KM Kirana III yang Rusa tumpangi dari Surabaya ke Bawean

Sebenarnya Rusa tidak pernah naik kapal dari pelabuhan Tanjung Perak, secara Rusa juga gak pernah keluar pulau naik kapal, kecuali ke Bawean. Nah kali ini pun Rusa bukan mau pergi ke Sampit sodara-sodara, tapi ke Bawean. Nah loh, mau ke Bawean koq malah mau naik kapal tujuan ke Sampit.

Harusnya seperti biasanya kalau mau mudik ke Bawean berangkat dari Gresik menggunakan kapal Express Bahari dengan waktu tempuh 3 jam. Tapi nasib kami warga Bawean berubah ketika ijin KM Express Bahari dicabut beberapa waktu lalu (belum lama ini). Apa alasan Dinas Perhubungan Pemerintah Daerah Gresik mengenai hal ini, kami pun tidak pernah tahu. Hanya Dishub Gresik yang tahu, karena mengenai hal ini Pemerintah Daerah gak pernah terbuka.

Nah karena tidak ada kapal yang berangkat dari Gresik ke Bawean, akhirnya digantikan dengan kapal milik PT DLU yang tujuan ke Kalimantan (FYI PT DLU juga punya rute Gresik-Bawean Bawean-Gresik awalnya), untuk hal ini bisa saja Kalimantan tujuan Kumai atau Sampit, yang pasti kapal akan berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan akan mampir ke Gresik untuk mengangkut warga Bawean di Gresik dan akan mampir ke Bawean, baru deh berangkat ke Kalimantan.

Kenapa Rusa berangkat dari Surabaya, koq gak dari Gresik? Tentunya apalagi kalau bukan susahnya dapat tiket di Gresik, harus antri berlama-lama dengan antrian yang tidak teratur, rebutan tiket juga hal yang sangat biasa, jumlah orang yang pengen tiket berapa, tiket yang tersedia berapa. Karena itu berdasarkan pengalaman pemberangkatan sebelumnya batal berangkat karena tidak dapat tiket, akhirnya Rusa beserta keluarga yang akan mudik memutuskan membeli tiket tujuan ke Surabaya Sampit, bukan Gresik Bawean (tiket Gresik-Bawean Rp. 130.00 sedangkan Surabaya-Sampit Rp. 175.000). Nah, karena tiketku tujuan Sampit, akhirnya memutuskan berangkat dari Surabaya saja, takut ada apa-apa kalau berangkat dari Gresik, karena tahu sendiri penumpang membludak, karena banyak yang mau mudik Idul Adha.

“Berangkat jam 17.00 pak, sesuai jadwal” Jawab petuganya. “Benar tepat waktu ya mbak? Dijamin tidak mundur ya?” jawabku menanggapi jawaban dari petugas yang bilang kapal tepat waktu. “Oh, bapaknya bawa kendaraan?” tanyanya lagi. “Tidak mbak, saya gak bawa kendaraan. Emang sebenernya kapal sandar jam berapa sih mbak?” “Kapal sandar jam 17.00, bapak tiba di Perak sekitaran jam 18.00 aja” “Oh, yaudah kalau gitu, aku tak berngkat jam 17.00 dari rumah”. Nah, dari percakapan itu mbaknya memastikan kalau kapal mundur, dan baru sandar jam 17.00.

Rusa pikir, informasi dari petugas call center tadi akan membantu Rusa dan keluarga tidak menunggu berlama-lama di pelabuhan. Tapi ternyata tidak, dan di pelabuhan itulah derita kami mulai. Sampai jam menunjukkan 21.45 belum ada kabar kapan kapal berangkat, kami beserta semua penumpang tujuan Sampit menunggu dengan tidak jelas apa kabar kapal KM  Kirana III yang akan kami tumpangi. Tentunya semua calon penumpang yang awalnya duduk diruang tunggu, pada berubah teler tertidur di lantai dengan alas seadanya. Kalau dihitung dari jam 18.00 kurang lebih sudah 5 jam kami menunggu. Bagaimana dengan calon penumpang yang sudah menunggu sebelum jam 17.00? Ya pasti sudah karatan selama lebih dari 6 jam.

Inilah pemandangan di ruang tunggu Terminal Penumpang Tj. Perak setelah penumpang menunggu kurang lebih 6 jam-an

Sudah berganti hari, tepat tanggal 24 Oktober jam 00.01 kabar kapal yang akan kami tumpangi juga belum jelas kapan berangkatnya, kami pun masih di ruang tunggu yang bernama Gapura Surya itu. Sampai pada kahirnya jam menunjukkan pukul 01.10 kami masuk kapal. Tapi penderitaan ternyata belum selesai sodara-sodara, kapal tidak serta merta langsung berangkat, dan ternyata kapal baru berangkat 2 jam lebih kemudian atau sekitar jam 03.20. Dan disitulah pemeriksaan tiket dimulai. “Perhatian kepada semua penumpang KM Kirana III, siapkan tiket karena ada pemeriksaan tiket. Satu penumpang satu tiket. Sekali lagi, satu penumpang satu tiket.” begitu suara microphone yang tentunya bikin Rusa kesal. 2 JAM SEJAK MASUK KAPAL BARU PEMERIKSAAN TIKET? SEMUA PENUMPANG KAN UDAH PADA TIDUR. 1 PENUMPANG 1 TIKET.? ITU ARTINYA MEREKA MINTA SEMUA PENUMPANG BANGUN. Ihhh gak bersahabat banget ya pelayanan mereka. Sama seperti halnya pada saat check ini masuk pelabuhan, kami dimarahin karena semua tiket dipegang 1 orang. Ihhh pesawat aja kalau check in cukup 1 orang aja. Ruwet amat naik kapal aja.

Rusa pikir kesengsaraan hanya bagi penumpang dari Surabaya saja, ternyata tidak, penumpang dari Gresik jauh lebih tersiksa. Coba bayangin, jumlah penumpang lebih banyak dengan jumlah kurang lebih 600 orang, harus menunggu di terminal penumpang yang lebih kecil, dan karena penumpang dijanjikan berangkat jam 20.00 dari Gresik, tentunya mulai jam itu sampai kapal  baru datang jam 05.10 pagi esok harinya mereka menunggu di pinggir pelabuhan, karena mereka juga sadar harus rebutan dapat tempat. Ya Allah, sungguh aku miris melihat mereka menunggu kapal semalaman sampai pagi di pinggir pelabuhan. Rusa melihatnya dengan mata kepala tanduk sendiri dari atas kapal ketika kapal mau menyandar di pelabuhan Gresik.

Warga Bawean yang menunggu kapal di pinggi Pelabuhan Gresik

Beginilah suasana penumpang yang dari Pelabuhan Gresik masuk ke dalam KM Kirana III

Akhirnya KM Kirana III yang kami tumpangi resmi berangkat dari Pelabuhan Gresik jam 06.30 dan tiba di Bawean jam 13.50 dengan waktu tempuh sekitar 7 jam-an. Sangat jauh dibandingkan dengan Express Bahari yang cuma dengan 3 jam.

Wahai Bupati Gresik… Wahai semua orang-orang di Dinas Perhubungan Pemerintah Daerah Gresik… jangan siksa kami dengan semrawutnya tata transportasi penyebrangan Bawean-Gresik Gresik-Bawean. Jangan siksa kami dengan tidak jelasnya jadwal kebrangkatan kapal. Jangan siksa kami dengan bikin kami warga yang mau pulau ke Bawean terlatar berhari-hari di Gresik karena gak ada kapal yang berangkat ke Bawean. Jangan siksa kami dengan semrawutnya sistem pembelian tiket, karena harga tiket kami saja sudah tidak masuk akal dibanding tujuan lain di Indonesia yang lebih jauh. Dan jangan siksa kami dengan siksaan-siksaan lainnya.

 

Share yuuk..
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

38 Comments - Add Comment

Reply


seven − 1 =