Sunset di Palabbhuan, Gerbang Pulau Bawean

Tempat yang disebut Labbhuan di Bawean ada 2, pertama yang ada di desa Tanjung Ori kecamatan Tambak, dekat dengan lapangan Terbang yang lagi dibangun, satunya lagi di desa Kumalasa kecamatan Sangkapura. Bedanya kalau yang di Kumalasa merupakan Palabbhuan kalau kata orang Bawean, atau dalam bahasa Indonesianya merupakan pelabuhan. Yup pelabuhan. Palabbhuan atau Labbhuan orang Bawean bilang merupakan tempat belabuhnya kapal-kapal dari luar pulau pada jaman dahulu. Termasuk kapal-kapal menyebar agama islam di Bawean. Seperti Uma rMasud, Jujuk Campa (yang makamnya ada di Kumalasa) Waliyah Zainab dan para wali-wali dan ulama lainnya. Makanya tak heran Labbhuan dan Kumalasa merupakan gerbangnya pulau Bawean pada saat itu.

Bertanduk dulu

Di mana Palabbhuan? Palabbhuan berada di desa Kumalasa kecamatan Sangkapura, kurang lebih 35 menit perjalanan dari Sangkapura. Setelah habis jalan perkampungan dan pedesaan, untuk menuju ke Labbhuan akan melewati sekitar 2 kilometer area perkebunan dan kehutanan yang sangat masih rimba. Dan perjalanan turun yang sangat terjal. Wow banget deh jalannya, kalau Rusa sendiri sih kurang berani, untungnya punya temen yang bisa diajak untuk nganter ki sini *Huuu Rusanya cemen*.

Seperti ini pemandangan Palabbhuan

Pemandangan Palabbhuan sebelah utara

Terlihat beberapa kapal nelayan

Labbhuan sangat cocok banget kalau dibuat camping-camping gitu deh, secara ini tempatnya kan pastinya gak rame kan, apalagi kalau sambil bakar-bakar ikan. Huwaa asik banget, ikannya pastinya harus kita dapatkan dari nelayan yang baru pulang dari menangkap ikan. Karena Labbhuan sendiri sampai sekarang merupakan pelabuhan perahu-perahu dari nelayan masyarakat setempat.

Labbhuan menawarkan sunset yang super keren deh, makanya Rusa ke sananya pas sore hari sembari menunggu matahari terbenam. Pemandangan matahari terbenam dengan beberapa kapal-kapal nelayan di pantai yang diapit oleh 2 gunung itu sesuatu banget deh. Istimewanya lagi menikmati pantai-pantai di Bawean adalah karena tempatnya sepi dan gak terlalu ramai pengunjung. Seperti menikmati pantai rahasia, hehehe. Di pantai seperti Labbhuan ini kita hanya akan bertemu beberapa nelayan yang mau berangkat atau pulang dari menangkap ikan. Itu justru bagus karena kita bisa menodong ikan segar untuk bisa dibakar di sana *ditampar pake kepala ikan*.

Seperti ini sunsetnya, keren kan?

Sudut lain di sunset Palabbhuan

Ngobrol sama nelayan di perahunya

Karena Labbhuan memang sudah ngehits sejak jaman dahulu kala, jadi banyak kisah mengenai gerbang pulau Bawean ini. Termasuk kisah beberapa kapal para wali dan ulama yang mau menyebarkan agama islma ke Bawean, juga ada kisa kisah lainnya. Bahkan seperti kata nelayan yang sempat Rusa ajak ngobrol, ada makan seorang Puteri di tanjung pojok sebelah utara. Kadang ada orang yang berkunjung ke situ, sayangnya pas itu udah gelap jadi gak berani kalau ke situ terlarut malam. Nanti deh kapan-kapan berkunjung ke makam seorang puteri tersebut.

Menikmati sunset di perahu nelayan

Lokasi Labbhuan berdekatang dengan lokasi tempat indah lain di Bawean, seperti Tanjung Gaang. Jadi jika kita menjelajahi Tanjung Gaang dengan menggunakan perahu (klotok)  dari Somor-Somor (nama desa) bisa juga melanjutkan ke Palabbhuan yang berada di sisi utara. Dengan menggunakan perahu kira-kira 10-15 menit udah nyampek deh di Labbhuan.

Jangan khawatir, jika ingin tetap menggunakan jalan darat, saat Rusa ke sana akses ke Palabbhuan sedang dalam pembangunan, pastinya menuju ke sana akan lebih mudah dan lebih gampang nantinya.

AYO KE BAWEAN!

Share yuuk..
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

40 Comments - Add Comment

Reply


− 1 = seven