Pesona Pulau Samalona

Butuh liburan ke pulau kecil yang privat, tapi tak jauh aksesnya dari kota besar? Mungkin jawaban yang paling mendekati benar adalah pulau Samalona. Paling tidak buat Rusa yang belum banyak keliling pulau-pulau kecil di Indonesia, kecuali di daerahnya sendiri di Bawean.

Pulau Samalona

Pulau Samalona

Plis jangan muntah, tidak ada foto bertanduk lain. Kelupaan :D

Plis jangan muntah, tidak ada foto bertanduk lain. Kelupaan :D

Yak Samalona, namanya sendiri tampak familiar yak. Nama yang keren, dan lebih gampang diingat dan diucapkan. Tapi bagi sebagian orang mungkin nama ini mengingatkan dengan kata “salome”. Aishh.. apa tuh? Googling aja deh yak, gak perlu Rusa jelasin di sini. Nanti kandang Rusa yang indah ini jadi dirtih (baca: kotor).

Samalona adalah sebuah pulau kecil di Selat Makassar, tepatnya di sebelah barat daya pantai barat Sulawesi Selatan. Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah kota Makassar, Sulawesi Selatan. Pulau ini merupakan gugusan pulau karang yang berbentuk bundar dengan luas 2,34 hektar.

Untuk bisa sampai ke Samalona, kita bisa nyebrang dari pelabuhan dekat Benteng Fort Rotterdam (kurang lebih 500 meter dari bibir tebing benteng) dengan menggunakan perahu nelayan (perahu dengan mesin tempel) dengan sistem carter dan memerlukan waktu tempuh kurang lebih 30 menit. Biayanya sendiri kurang lebih Rp. 450.000 PP, itu pun bisa membawa lebih dari 10 orang. Disarankan langsung carter pulang-pergi aja, karena di sana tidak ada nelayan yang menyediakan perahu yang bisa mengantarkan kita balik ke kota.

Menuju Pulau Samalona

Menuju Pulau Samalona

Karena lokasi yang tak begitu jauh dari pelabuhan kota Makassar, setengah perjalanan kita disuguhi pemandangan beberapa kapal yang parkir. 30 menit perjalanan laut tak terasa lama, karena pemandangan lair laut yang jernih berwarana hijau bercampur biru serta pemandangan kota Makassar yang kita liat dari laut. Tapi akan terasa deg-degan kalau pas ombak lagi besar-besarnya, yang ada kita akan pada basah kuyup kenak cipratan ombak. Jadi disarankan berangkat pagi, walau suasana laut panas, paling tidak tak terasa menakutkan akan perahu yang terbalik oleh ombak.

Sajian utama pulau ini adalah keindahan dunia bawah laut. Buat kamu yang hobby menyelam kamu akan melihat terumbu karang yang indah dengan ikan warna-warni yang menari-nari. Airnya yang jernih tentu membuat kamu makin berlama-lama diving atau snorkeling.

Airnya jernih dan hijau banget yak

Airnya jernih dan hijau banget yak

Pasir putihnya juga indah yak

Pasir putihnya juga indah yak

Modelnya juga cakep banget kan? *dikeplak massa*

Modelnya juga cakep banget kan? *dikeplak massa*

Sisi Timur pulau Samalona, tempat berlabuhnya perahu yang mengantarkan wisatawan

Sisi Timur pulau Samalona, tempat berlabuhnya perahu yang mengantarkan wisatawan

Sisi selatan pulau Samalona yang aduhai

Sisi selatan pulau Samalona yang aduhai

Kalau menurut Rusa sendiri sih, tak cukup kalau untuk menikmati pulau seindah Samalona hanya dalam hitungan jam. Kamu harus menikmati tinggal di pulau ini, karena dipulau yang dimiliki oleh 7 orang ini sudah disediakan guest house untuk para  turis yang ingin menikmati Samalona lebih dari sekedar mampir.

Guest house persis di bibir pantai

Guest house persis di bibir pantai

Awas ada orang ganteng mau foto!

Awas ada orang ganteng mau foto!

Tarifnya sendiri tak mahal-mahal amat, cuma Rp. 400.000 untuk sehari semalam, itu untuk yang biasa. Kalau mau yang ada fasilitas AC, bisa mengeluarkan biaya Rp. 600.000 dalam semalam, sayangnya ini hanya berlaku untuk satu kamar saja. Jadi kalau kamu berame-rame sama teman, yang paling cocok adalah pilih guest house. Suasananya makin asik, karena kita tinggal di pinggir pantai.

Menikmati Pulau Samalona di Malam Hari

Apa yang akan kita dapatkan jika kita nginap di pulau? Ya tentu banyak, kita akan menikmati suasana pulau saat pagi, siang, sore sampek malam hari sampek pagi lagi. Sunrise dan sunset pulau Samalona tentu jangan ditanya lagi, pemandangan kota Makassar yang bisa dinikmati dari jauh juga keindahan tersendiri. Terlebih di malam hari di mana kita bisa melihat gemerlap lampu-lampu di kota Makassar dari pinggir pantai pulau. Ah, ini tentu jangan cuma ada di bayangan kamu, kamu harus menikmatinya!

Sunset di pulau Samalona

Sunset di pulau Samalona

P1060994

Setelah menikmati sunset, berenang sampai malam

Tampak di kejauhan kota Makassar

Tampak di kejauhan kota Makassar

Kuliner apa cocok dinikmati di Samalona? Yak ikan bakar segar dari tangkapan penduduk. Kita bisa memilih ikan-ikan itu dalam keadaan masih hidup. Ikan hasil tangkapan itu emang siap jadi konsumsi kamu, dan bisa dipilih langsung ke pinggir pantai di mana ikan-ikan itu disimpan dalam sebuah apa sih namanya itu ya? Ah Rusa gak tahu istilahnya. #SebagaiAnakPulauRusaMerasaGagal #RusaKoqAnakPulau? #RusaItuAnakHutan #TapiKanRusaDariPulauBawean? #KemudianBerdebat.

Sayang harganya yang lumayan lebih mahal dari yang kita tahu, karena  yang menawarkan ikan itu cuma satu orang penduduk saja. Dari hasil pengalaman Rusa bersama 10 teman lainnya pada 8 Februari 2013 kemaren, Rp. 200.000 kita dapat 1 ikan ukuran besar dan 6 ikan ukuran sedang. Dan harga itu udah sepaket dengan pembakarannya. Untuk nasi dan sambel kita harus beli terpisah, yaitu Rp. 50.000 untuk nasi 1 termos, dan Rp. 30.000 untuk sambel ukuran 1 piring. Lumayan merogoh kocek sih, tapi tentu ini akan membuat liburanmu lebih berasa. Makan ikan bakar pake nasi putih dengan sambel pedas, diiringi desiran ombat pantai tentu pengalaman tak terlupakan bukan? Hehehe.

Menikmati ini di pinggir pantai, oh dahsyatnya (tak pake joget kucek jemur)

Menikmati ini di pinggir pantai, oh dahsyatnya (tak pake joget kucek jemur)

Tak ada kuliner lain yang bisa dinikmati selain bakar ikan tadi, jadi bekal lainnya harus kita bawa sendiri. Yakalau tidak mau beli mie instan seharga Rp. 5000 dan 1 gelas teh manis yang gak mau kalah harganya, alias sama. Tapi kalau dipikir-pikir gak mahal-mahal juga sih ya, secara kan kita lagi di pulau kecil yang jauh dari kota.

Bisa Akses Data di Pulau

Walau sinyal tidak bagus-bagus banget, tapi beberapa kali Rusa coba mengaplot foto ke Twitter alhamdulillah puji Tuhan selalu berhasil. Ini tentu berita baik buat kamu yang pengen liburan tapi tetap ada akses data, paling tidak buat livetweet, update status ke Facebook, pamer foto dengan gonta ganti display picture BBM dan menikmati layanan messenger. Tapi, karena genset di sini tidak 24 jam, jangan lupa siapkan powerbank sakti kamu sebanyak-banyaknya yang berkapasitas paling besar. Hihihi.

Pulau Samalona pokoknya cocok banget buat kamu yang nyari tempat yang tenang, yang bisa meninggalkan kehirukpikukan kota, tapi aksesnya tak jauh dari kota besar. Yuk ke Samalona yuk!

Share yuuk..
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

66 Comments - Add Comment

Reply


− two = 4