Penangkaran Rusa Bawean di Pulau Bawean

Kalau pernah ada kabar rusa Monas yang memperihatinkan, tidak untuk rusa Bawean di penangkaran yang ada di pulau Bawean. Karena Penangkaran Rusa Bawean yang ada sejak 2003 ini jauh lebih baik dari penangkaran rusa yang ada di Monas Jakarta. Pakan dan minum terjamin, dengan kandang yang tentunya rindang, hijau dan asri.

Bertanduk di Penangkaran Rusa Bawean

Penangkaran Rusa Bawean di Bawean ini terletak di Beto Gebang Pudakit Barat kecamatan Sangkapura. Kurang lebih sekitar 10 kilometer dari Sangkapura, dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit perjalanan. Untuk bisa sampai di penangkaran yang berada di kaki bukit ini, kita bisa menggunakan kendaraan roda dua seperti sepeda motor, atau juga bisa bawa mobil. Kondisi jalan lumayan bagus, paling tidak untuk sampai ke desa terdekat, kecuali jika sudah memasuki area hutan, karena jalan yang tidak diaspal. Tapi jalan yang tak nyaman itu hanya akan susah dilewati saat musim hujan saja, karena tanah jadi licin yang basah oleh air hujan.

Jalan yang sudah masuk area hutan

Sudah di pintu gerbang area penangkaran

Rusa Bawean atau nama latinnya Axis kuhlii yang di penangkaran bukan rusa pindahan dari penangkaran lain, jadi rusa Bawean yang kini berjumlah kurang lebih 30 ekor itu merupakan rusa dari habitat asli pulau Bawean, di mana berawal 2 induk hasil tangkapan warga yang kini sudah berkembang biak makin banyak. Mereka pun cenderung masih liar dibandingkan di kebun binatang atau di penangkaran lain. Karena jika melihat bayangan manusia saja, meraka langsung lari (tidak seperti aku ya, yang malah mendekat. Eaaa). Tentunya di penangkaran di Bawean tak ada kebiasaan pengunjung memberi makan halnya seperti yang kita lihat yang ada di beberapa kebun binatang. Untuk memberi makan rusa Bawean di penangkaran ini pun tak sembarangan, harus orang tertentu yang memang sudah akrab. Hanya orang tertentu yang bisa masuk kandang.

Ini dia kandangnya

Ini dia suasana di dalam kandang

Masih suasana di dalam kandang

Penangkaran seluas empat hektare ini berada di kaki Gunung Gadung dan berbatasan langsung dengan hutan konservasi Bawean. Lokasi seperti ini berpotensi untuk dijadikan tempat wisata pendidikan, penelitian, dan ekowisata. Tentunya hal ini membuat lokasi penangkaran masih segar dan masih banyak terdapat beraneka burung berkicau. Tebing-tebing yang terdapat di sekitar penangkaranpun cocok buat pecinta alam yang hobi panjat tebing.

Pemandangan di sekitar penangkaran

Tebingnya tinggi yaa..

Penangkaran yang juga disebut Kebun Salak ini banyak dikunjungi masyarakat Bawean ketika musim liburan seperti Lebaran, Tahun Baru dan liburan sekolah, sama halnya lokasi wisata lain seperti Tanjung Gaang, Pulau Noko, Danau Kastoba dll. Tapi tak hanya wisatawan dari Bawean sendiri, sudah sering juga ada turis dari mancanegara seperti Polandia, Australia, Belgia, Prancis, Jepang, Australia, Malaysia, dan Singapura yang tidak hanya sekadar berwisata, tapi ada juga yang melakukan penelitian.

Semoga penangkaran rusa Bawean ini terus dikelola dengan baik. Semoga ke depannya punya program pelepasan rusa ke habitat aslinya, artinya rusa-rusa tidak hanya berkembang biak di penangkaran saja, agar bisa menambah populasi di habitat aslinya. Paling tidak program seperti ini diselenggrakan setahun sekali. Walau hal ini tentunya tidak mudah. Semoga saja ya. Amin…

Jangan lupa mampir ke Penangkaran Rusa Bawean jika ke pulau Bawean.

AYU KA BHABIAN!

Share yuuk..
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

35 Comments - Add Comment

Reply


1 + three =