Nyasar di Makassar

Katanya, Makassar adalah gerbang dari Indonesia Timur. Rusa sendiri sih belum pernah main ke Indonesia bagian Timur, tapi untuk Makassar, Rusa baru saja kesana beberapa waktu lalu. Nah, biar kita tahu dengan Indonesia Timur, yuk kenalan dulu dengan kota Makassar.

Ini dia ikon kota Makassar :)

Ini dia ikon kota Makassar :)

Bertanduk bersama huruf R

Bertanduk bersama huruf R

Makassar atau juga dikenal dengan Ujung Pandang merupakan sebuah kotamadya dan sekaligus ibu kota provinsi Sulawesi Selatan. Makassar berbatasan dengan Selat Makassar di sebelah barat, Kabupaten Kepulauan Pangkajene di sebelah utara, Kabupaten Maros di sebelah timur dan Kabupaten Gowa di sebelah selatan. Makassar memiliki wilayah seluas 175,77 km² dan penduduk sebesar kurang lebih 1,4 juta jiwa. Itu yang Rusa kutip dari situs Wikepedia, entah itu update terakhir kapan untuk jumlah penduduknya.

Oke, yuk kita kenalan dengan tempat wisatanya. Ada apa aja sih di Makassar? Tempat apa yang perlu kita kunjungi ketika ke Makassar? Ini dia berdasarkan penglaman nyasar di Makassar 9-10 Februari 2013 kemaren.

Air Terjun Bantimurung

Langsung dari Bandara Sultan Hasanuddin, lokasi wisata inilah yang Rusa bersama teman-teman lainnya pertama kali kunjungi. Air terjun yang super gila gede banget, lebih tepatnya lebar banget. Air Terjun Bantimurung memiliki lebar 20 meter dan tinggi 15 meter. Sebenernya secara lokasi Air Terjun Bantimurung ini termasuk kabupaten Maros, bukan Makassar. Tapi dekat banget kalau dari Bandara Sultan Hasanunddin, kurang lebih 20 km, dan sekitar 15 km dari kota Maros, dan 50 km dari Kota Makassar.

Ini gerbang sebelum masuk ke kawasan Taman Bantimurung

Di gerbang sebelum masuk ke kawasan Taman Bantimurung

Ini dia Air Terjun Bantimurung

Gede kan Air Terjun Bantimurung?

Gak seru kalau gak bsah-basahan di lokasi air terjun. Nih RTusa basah-basahan

Gak seru kalau gak basah-basahan di lokasi air terjun. Nih Rusa basah-basahan

Tak jauh dari Air Terjun ini ada 2 gua, yaitu Gua Mimpi dan Gua Batu. Sayang karena tak punya banyak waktu untuk berlama-lama di sini, akhirnya selesai basah-basahan di air terjun, Rusa dan teman-teman pamit karena harus melanjutkan perjalanan ke kota Makassar  untuk menyebrang ke pulau Samalona.

Masih di Air Terjun Bantimurang

Masih di Air Terjun Bantimurang

Di Bantimurung ini pun sebenernya banyak lokasi wisata lain, termasuk Taman Bantimurung yang banyak sepesies kupu-kupunya. Sayang, Rusa juga gak sempat mampir, cuma mampir foto-foto sama monumen kupu-kupunya (bener monumen gak sih? hahaha) dan monyet seperti yang ada di foto di atas.

Pantai Losari

Rusa pikir awalnya Losari adalah pantai yang dengan pasir putih dan kita bisa basah-basahan di pinggir pantai. Ternyata Losari merupakan pantai pinggir jalan yang letaknya di dalam kota. Yaiyalah lah ya, kan Makassar letaknya di pinggir laut. Eh, sebenernya bisa juga sih basah-basahan di pantai ini, kan tinggal terjung nyebur aja. “Silahkan nyebur kakak-kakak!” teriak pelayan Pizza Hut di pinggir pantai Losari.

Ini dia Pantai Losari

Pantai Losari, keknya bagusan malam ya kalo ke sini

Pantai Losari menjadi tempat di mana orang menghabiskan waktu, sejak pagi, siang sampai sore, banyak dari anak muda sampai orang tua datang ke sini. Mungkin jika di Surabaya, Losari ini merupakan taman kota yang jadi ajang tempat orang nonkrong.

DI sekitar pantai Losari lokasi pusat kuliner berada

Di sekitar pantai Losari lokasi pusat kuliner berada

Di Losari ini kita bisa menemukan aneka jajanan khas Makassar seperti Es Pisang Ijo, Palu Butung, Coto Makassar, sampai Pisang Epe. Nah di sinilah pusat kuliner kota Makassar berada.

Fort Rotterdam

Fort Rotterdam atau juga disebut Benteng Ujung Padang adalah sebuah benteng peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo. Letak benteng ini berada di pinggir pantai sebelah barat kota Makassar. Benteng ini dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9 yang bernama I Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa’risi’ kallonna. Lagi-lagi ini data yang Rusa kutip dari Wikepedia. Hihihi.

Ini di depan Benteng Fort Rotterdam

Ini di depan Benteng Fort Rotterdam

Di depan gebrang Benteng Fort Rotterdam

Di depan gebrang Benteng Fort Rotterdam

Letaknya pun sebenernya gak jauh kalau dari Losari, kalau kata anak-anak jaman sekarang tinggal ngesot aja. Dulunya, katanya benteng ini merupakan markas pasukan katak Kerajaan Gowa. Wah keren ya, masih ada sampai sekarang peninggalan kerajaan jaman dulu. Dan ternyata setelah Belanda menempati benteng ini baru diganti nama menjadi Fort Rotterdam.

Ini dia susasa di dalam Fort Rotterdam

Seperti inilah suasana di dalam Fort Rotterdam

Masih di dalam Fort Rotterdam. Silahkan muntah :D

Masih di dalam Fort Rotterdam. Silahkan muntah :D

Fort Rotterdam ini adalah salah satu tempat yang asik dikunjungi buat wisatawan, tempat yang luas, dan cocok banget buat jadi tempat foto-foto. Hahaha.

Rusa ke benteng ini pas sore hari, dan cuma mampir sebelum berangkat nyebrang ke pulau Samalona, jadi gak bisa melihat-lihat lebih banyak. Sayang ya? *seruduk diri sendiri*

Pulau Samalona

Yak, inilah tujuan utama dari perjalanan Rusa ke Makassar, pulau yang punya daya tarik keindahan bawah lautnya ini memang merupakan pesona lain dari kota Makassar. Nah selengkapnya tentang pulau Samalona bisa dibaca postingan sebelumnya di sini.

Pulau yang indah dan mempesona

Pulau yang indah dan mempesona

Wuik, lagaknya udah seperti super model yaa.. *diikat di Samalona*

Wuik, lagaknya udah seperti super model yaa.. *diikat di Samalona*

Wisata Kuliner

Apa aja makanan yang perlu dicoba ketika ke Makassar?

Mungkin sama seperti Rusa, kuliner yang sering kita denger dari kota Makassar adalah Coto Makassar-nya dan Es Pisang Ijo serta Palu Butung-nya. Awalnya Es Palu Butung dan Pisang Ijo itu sama aja, tapi ternyata itu 2 jenis jajajanan yang berbeda, walau sebenernya adalah sejenis. Kalau Pisang Ijo, pisangnya dibungkus dengan tepung yang berwarna hijau, sedangkan Palu Butung itu pisangnya tidak terbungkus dengan bahan tepung tapi ada tambahan semacam. Harganya pun sama, 2-2nya seharga… eh berapa ya kemaren? Lupa nih, hehehe. Abisnya kalau di Surabaya, 2 jenis jajanan itu jadi satu.

Terlihat sedang menikmati Es Pisang Ijo dan Palu Butung

Terlihat sedang menikmati Es Pisang Ijo dan Palu Butung

Selain Coto Makassar, Es Pisang Ijo dan Palu Butung, yang bisa dinikmati di sekitaran Pantai Losari adalah Pisang Epe. Sama berbahan pisang seperti Es Pisang Ijo dan palu Butung, Pisang Epe ini pisangnya dibakar, dan ditambahin kuar gula aren dan beberapa toping yang kita mau. Ternyata dalam istilah makasar “epe” itu bermakna, jepit. Jadi, Pisang Epe itu merupakan pisang yang dibakar dan dijempit hingge gepeng alias pipih.

Di sinilah pusat lokasi orang menikmati Pisang Epe

Di sinilah pusat lokasi orang menikmati Pisang Epe

Mengenai rasa, sebenernarnya biasa aja, tidak terlalu istimewa, karena cuma pisang bakar bisa yang ditambahi bumbu tertentu agar rasanya agak berbeda. Tapi yang membedakan adalah suasanya, karena dimakan dipinggir pantai di sore hari. Ini yang membuat jajanan ini spesial ketika lidah ini mencicipinya. Istimewanya lagi, Pisang Epe ini pun bukan jajanan yang mahal, karena dengan hanya Rp. 8.000-11.000 kita sudah bisa menikmatinya.

Menikmati Pisang Epe di sore hari itu seru

Menikmati Pisang Epe di sore hari itu seru

Ini dia Pisang Epe yang original :)

Ini dia Pisang Epe yang original :)

Nah Jajanan lain yang bisa dicoba di Makassar adalah Mie Titi. Mie Titi adalah makanan berbahan baku mi yang digoreng kering. Disiram dengan kuah kental dicampur kocokan telur. Berisi beragam sayuran hijau, gorengan, potongan daging ayam dan udang. Terasa kriuk-kriuk ketika kita kunyah.  Mie ini agak mirip Mie Sarang Burung sih kalau Rusa bilang. Ya itu menurut Rusa pribadi sih.

Untuk bisa menikmati Mie Titi ini adalah Rp. 2o.000 untuk porsi biasa. Tapi Rusa menyarankan pilih porsi besar aja, karena selisihnya adalah cuma Rp. 1.000 aja. Hihihi.

Ada makanan istimewa lain di Makassar, yang ini lumayan lebih berat dari yang Rusa sebutkan di atas. Yak Sop Konro Karebosi. Sop Konro adalah masakan sup yang biasanya dibuat dengan bahan iga sapi atau daging sapi. Sop Konro ini merupakan masakan berkuah warna coklat kehitaman. Warna gelap ini berasal dari buah kluwek yang memang berwarna hitam. Bumbunya relatif “kuat” akibat digunakannya ketumbar.

Ini dia lokasi di mana Sop Konro Karebosi :D

Lokasi di mana Sop Konro Karebosi :D

Menikmati Sop Konro dan Koro Bakar :)

Menikmati Sop Konro dan Koro Bakar :)

Konro ini juga ada rasa lain selain sop berkuah, yaitu Konro Bakar. Di mana Konro Bakar ini merupakan masakan dengan daging iga sapi yang  dibakar lalu disajikan bersama bumbu kacang dan kuah sop konro berwarna kehitaman. Sumpah ini luar bisa mantap dan nyeruduk banget rasanya.

Kerena ini merupakan makanan yang agak berat, harganyapun lumayan berat, yakni Rp. 37.000 untuk Konro Bakar dan Rp. 35.000 untuk Konro Kuah. Letaknya pun tak jauh dari pusat oleh-oleh dan kerajinan kota Makassar.

Dari semua yang Rusa sebutkan di atas, Makassar adalah kota yang asyik, dan menarik untuk kita kunjungi. Banyak lokasi wisata lain yang belum Rusa kunjungi, pun kulinernya, masih banyak yang belum sempat dicicipin. So, masih selayaknya untuk ke Makassar kedua kalinya dan seterusnya.

Makasih teman-teman Backpaker Top Up untuk trip yang sangat menyenangkan dan tak terlupakan ini. Bang Teddy abdi negara yang baik dan tidak sombong, Mami Eba sang muslimah sejati, Tante Nia yang cantik dan Ratu yang lucu, Kak Titi pecinta Adam Lambert, Kak Minah alias Tuti yang aih cantik banget dan sexy banget kalau difoto, Kak Alex sang Putri Solo yang lembut dan mempesona, Kak Titin sang bendahara pengatur top up, Kak Novi reporter dan penyiar radio yang jahat (huehehehe) dan Kak Eki yang tak menonjol, kalian semua keren. Orang tukang jalan-jalan yang udah merambah di semua penjuru negeri (Rusa berasa imut banget gini menyebut mereka semua kakak :D).

Foto-foto by Bang Teddy dan Eki.

Share yuuk..
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

54 Comments - Add Comment

Reply


− 2 = three