Nonton 13 Film Pendek Terbaik di S13FEX

Hole bal-balan, acik bal-balan, sante jeh aku nang bulimu. Huahaha itu adalah penggalan lirik dalam lagu di film animasi Culoboyo Juniol. Apaaa??? belum tahu Culoboyo Juniol? Itu loh film animasi garapannya Cak Ikin. Cak Ikin ini juga yang punya film Grammer Suroboyo, yang ada tokoh lucu Suro dan Boyo. Nah Culoboyo Juniol ini adalah versi anak-anaknya Suro dan Boyo.

Sante jeh aku nang sampingmu, Cak Ikin!

Nah Culoboyo Juniol ini adalah salah satu film yang diputer di Surabya 13 Film Exhibition di IFI Surabaya (ex. CCCL) pada Jumat 20 Januari kemaren. Surabaya 13 Fim Exhibition atau disingkat jadi S13FEX adalah acara persembahan dari komunitas Independen Film Surabaya (Infis). Nah apa aja 13 film yang diputer di s13FEX ini? Yuk simak!

Territorial Pissings

Sepasang remaja terbangun dari tidurnya saat beristirahat dalam perjalanan menuju ke luar kota. Mereka akan melanjutkan perjalanan, namun percakapan terjadi antara mereka dengan sekelilingnya, yang membuat perjalanan mereka tertunda untuk beberapa saat.

Film berduarasi 7 arahan Jason Iskandar dari Jakarta ini cukup mengingatkan Rusa pada film 30 Hari Untuk Selamanya.

Wrong Day

Seorang polisi mengejar kriminal pada hari menjelang tugas pertamanya, karena sesuatu hal. Film ini cukup menyindir tentang profesi seorang polisi dan juga tentang koruptor.

“Tidak seorang pun di muka bumi ini bisa memberantas kejahatan, kecuali setiap manusia mulai membasmi kejahatan nya masing-masing” itulah quote menarik darim film arahan Yusup Radjamuda dari Palu ini. Ternyata film yang berdurasi 4 menit ini pernah mendapatkan pernghargaan di Festival Film Indonesia, meraih penghargaan atas semangat dan usahanya dalam mengeksplorasi medium film pendek secara maksimal. Huwaa keren!

Heart = Mug

Dalam film ini, hati itu seperti sebuah mug. Bercerita tentang pasangan yang melakukan ritual minum coklat hangat setiap jam 7 malam dengan mug kembar. Hingga suatu saat ada seorang yang hadir di antara mereka, mug tersebut menggambarkan perasaan dari kedua pasangan itu. Berdurasi 8 menit, film yang disutradari Astari Putri dan Ditaro Kurnia D dari Surabaya ini cukup bagus untuk genre stop motion.

Why Isn’t Peter Happy?

Film yang berdurasi 14 menit ini bercerita tentang seorang homoseksual. Di film ini diceritakan seorang pria bernama bernama Peter (40), di usianya yang sudah matang Peter sudah memiliki semuanya, seorang pria yang ia cintai, bisnis cafe yang sukses dan sebuah apartemen kecil yang hangat. Tapi entah kenapa Peter masih merasa tidak bahagia. Sehingga suatu hari seorang anak laki-laki berusia 20 tahun datang ke kafenya dan menarik perhatian Peter.

Film arahan Paul Agusta ini cukup menarik, ada dialog tapi juga ada seperti narator gitu.

Shelter

Tanpa dialog, cuma ada 2 tokoh, 1 cowok dan 1 cewek. Cowok asik meraba-raba cewek yang duduk bengong di dalam bus, tanpa dialog  cukup membosankan Rusa akhirnya cuma menebak-nebak apa maksud dari dari film yang berdurasi 16 menit ini.

Shelter adalah karya Isma dari Yogjakarta. Film berdurasi 16 menit tanpa dialog sebenernya agak membosankan, tapi dalam film ini ternyata cukup memberikan sedikit kejutan di akhir.

Stek and Salat 

Film 6 menit arahan Ariani Darmawan ini bercerita tentang sepasang kekasih memesan makanan di sebuah restoran. Seorang waiter melayani mereka. Apa yang tampak tidak pernah seliar imajinasi mereka atas satu sama lain –termasuk seekor kucing, yang sedang menanti sisa makanan.

Say Hello To Yellow

Termasuk film paling panjang, karena berdurasi 20 menit. Bercerita tentang anak SD dari kota yang pindah ke sebuah desa di kawasan Gunung Kidul. Di sekolah barunya ini, anak perempuan yang sangat penyuka warna kuning ini selalu asik dengan hapenya dibanding bermain sama teman-teman sekolahnya. Terkesan sombong tidak terlalu mau bergaul dengan teman-temannya, apalagi dia merasa anak kota dan lebih kaya dibanding teman sekolahnya.

Film BW Purbanegara dari Yogyakarta ini cukup menyentil pada kita yang lebih asik pada ponsel kita dibanding berinteraksi pada orang-orang yang berada di sekitar kita. “Kita kan dekat, ngapain harus mainan hape?” dan tepuk tangan panjang mengiringi akhir film ini.

Soleram

Ini adalah film tentang bagaimana sikap kita jika menemukan anak hilang, bagaimana sikap kita saat harus dengan terpaksa merawat anak yang kita temukan, sementara untuk menghidupi kita sendiri aja masih pas-pasan. Film ini cukup mengkritik masuk ke situ. Walau cuma dengan 16 menit, film yang disutradari Tumpal Tampubolon ini cukup mengajak kita berpikir apa yang seharusnya kita lakukan jika menemukan anak hilang?

Sarip!!

Sebuah film tentang pencarian dalam hidup, pencarian terhadap kebenaran, keyakinan,cinta dan pencarian terhadap sebuah legenda. Diceritakan Sarip atau Syarifuddin yang sangat terispirasi sama tokoh legenda Sarip Tambak Oso. Di tugas akhir kuliahnya, Sarip ini ingin mengambil kisah Sarip Tambak Oso untuk sebuah penelitiannya.

Yang ingin Rusa krisitis dalam film karya Tosan Priyonggo dari Surabaya ini adalah pemilihan tokoh ibu, kelihatan sekali kalau yang memerankan adalah perempuan yang masih muda, dan tentunya masih sebaya dengan anaknya, Sarip.

Sarip!! Durung wayahe nak!!

Fathom

Cuma berduarsi 7 menit, film pendek dari Swiss ini bercerita tentang seorang pencari fosil yang tersadar dan menemukan maksud mengapa pencari fosil lain seperti dirinya tidak pernah berhasil. Film fiksi ini diproduksi tahun 2009. Sepertinya film ini bukan list sebenernya yang harus dip

Culoboyo Juniol Mekitik

Ini adalah episode ke 2 dari Culoboyo Juniol. Masih tetep lucu dan selalu mengangkat apa yang menjadi tren di masyarakat, dan tentunya gaya khas Suroboyoannya tetap kental. Cerita tentang Culo dan Boyo ini benar-benar menggemaskan. Cak Ikin ini emang juara deh sama serial Grammer Suroboyo-nya.

Petualangan Penthil-Penthol

Selain Culoboyo Juniol, ada film animasi lain, yaitu Petualangan Penthil Penthol, film animasi yang diproduksi 2003 ini adalah masih karya arek Suroboyo juga, Wiryadi Darmawan.

***

Owh masih kurang 1 film ya? hehe iya, Rusa emang gak nonton film yang pertama diputer, karena Rusa telat datengnya. Film itu adalah film berjudul Pasukan, berdurasi 20 menit,  film dokumenter karya Cahyo Wulan P (Kinnekom UPN) dari Surabaya.

Melihat jumlah penonton, Surabaya 13 Film Exhibition ini ramai sekali, sayangnya sepertinya tempatnya kurang memadai. Termasuk kurangnya tempat duduk untuk para penonton, alhasil banyak yang cuma lesehan di bawah, bahkan yang berdiri di belakang. Yah, mungkin emang ruangannya kurang besar kali ya.

13 Film di atas bagus-bagus, tapi favorit Rusa adalah Say Hello To Yellow, sepanjang pemutaran Say Hellow To Yellow Rusa gak berhenti tertawa, begitupun penonton lainnya. Apalagi pesan yang disampaikan dalam film ini juga bagus dan mengena.

Ifis akan mengadakan pemutaran film di event berikutnya, masih di tempat yang sama pada 24 Februari 2012 nanti. Buat teman-teman Surabaya yang tertarik bisa datang ke jl Darmokali no 10 Surabaya.

Share yuuk..
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

60 Comments - Add Comment

Reply


− 2 = seven