Mlaku-Mlaku di Malang Tempo Doeloe

Tak banyak yang Rusa ketahui dari kota Malang. Kota yang terkenal dengan Apel-nya itu cuma beberapa kali Rusa kunjungi. Pertama saat mau bertemu teman SMA yang kuliah di Malang, dan yang ke 2 saat jalan-jalan ke air terjun Cuban Rondo sama teman-teman kerja. Selain itu tak pernah ke Malang, padahal sebenarnya Malang tak jauh dari Surabaya di mana Rusa dikandangkan, halah. Akhirnya mendengar kabar bakal ada acara Malang Tempoe Doeloe, ini Rusa pikir kesempatan untuk mengenal kota Malang.

Suasana Malang Tempo Doeloe

Yay, pada Sabtu 21/5 kemarin Rusa jalan-jalan (dalam bahasa Jawa disebut mlaku-mlaku) ke Festival Malang Tempo Doeloe. Di mana pada tahun ini bertemakan Discovery Heritage. Acara yang diselenggarakan tanggl 19-22 Mei ini menawarkan kesempatan untuk mendalami lebih jauh mengenai kekayaan warisan sejarah budaya Malang. Sedangkan aktivitas yang dapat diikuti terdiri dari beberapa macam hal seperti tur budaya, kuliah umum, kelompok belajar, workshop, gelar tradisi, dan pasar rakyat yang pada tujuannya dilakukan untuk menyiapkan para pesertanya agar dapat meneliti lebih jauh lagi mengenai kebudayaan, kehidupan masyarakat, sejarah dan juga kesenian yang ada di wilayah Malang. Sayangnya karena Rusa di Malang cuma sehari, jadinya cuma bisa menikmati pasar rakyat dengan sajian tradisi Malang tempo doeloe.

Malang Tempo Doeloe adalah acara tahunan dari Malang Kembali, dan tahun ini merupakan tahun ke 6. Namanya saja Malang Tempo Doeloe, jadinya semuanya yag tersaji di acara ini bernuansa tempo doeloe, mulai dari setting lokasi, dekorasi tiap-tiap stand, dekorasi panggung-panggungnya sampai pada kostum pengunjung. Selain terdapat banyak lomba dan pertunjukan kesenian tradisional, di sini juga terdapat banyak makanan, minuman serta souvenir yang semuanya bernuansa tempo doeloe.

Stand dengan gaya tempo doeloe

Salah satu jajanan di Malang Tempoe Doeloe

Pengunjung dengan pakaian tempo doeloe

Di Malang Tempo Doeloe Rusa juga nyicipin berbagai jajanan dan minuman, diantaranya Pisang Bakar, Tahu Goreng, Es Campur Rondo, dalam bahasa Indonesia rondo berarti janda (jadi mikirin Dewi Persik) namanya aja yang janda isi dan rasanya gak beda jauh sama janda-janda yang lain, eh salah maksudnya gak beda jauh dengan es campur yang lain :D. Berikutnya Es Gandul, es batu yang diparut dikasih sirup dikit, terus digantung dengan tali jerami, lucu juga ya :). Selain itu Rusa juga nemu Roti Maryam, roti yang mirip dengan Roti Canai, di sini Roti Maryam ada berbagai rasa termasuk rasa keju. Gak banyak sih kuliner yang Rusa cicipin di sini, abisnya pas mau ngajak makan, teman-teman Blogger Ngalam pada udah makan, gak enak juga sih kalo harus makan sendirian.

Mlaku-mlaku di Malang Tempo Doeloe

Bersama teman-teman Blogger Ngalam

Di sebuah warung bersama Blogger Ngalam

Bersama cewek-cewek yang mengganggu perhatian Blogger Ngalam

Rusa gak sendirian di Malang Tempo Doeloe, alhamdulillah ditemenin sama beberapa teman Komunitas Blogger Ngalam yang terdiri dari @bennywn @_sandynata @nophindahoz @erda_earl @rezariefanda @sam_ardi @fajarmcxoem @fajarembun @divardha @ariskids @bee_is_cute. Makasih buat teman-teman Blogger Ngalam yang nemenin jalan-jalan di Malang Tempo Doeloe, sampek Rusa diseruduk sama kuda sialan itu :). Koq Rusa jadi mikir ya, mungkin si kuda sialan itu ngamuk gara-gara Rusa salah kostum ya. Gak pake pakaian jaman dulu, tapi Rusa malah pake kaos stabilo :) Makasih juga buat @erda_earl @rezariefanda buat foto-fotonya ya! Foto-foto dari kamera Rusa jelek semua, jadinya ijin comot punya kalian aja ya, hehe.

Rusa di Malang Tempo Doeloe

Rusa bersama @sam_ardi

Sangat keren sekali acara Malang Kembali dengan Malang Tempo Doeloenya ini. Semuanya lengkap ada di situ dalam kehidupan jaman dulu. Tapi sayangnya ada yang menggangu, yaitu pengendara sepeda motor yang lalu lalang di area acara. Selain merusak pemandangan yang sama sekali gak berhubungan dengan jaman dulu, tentunya juga sangat menggangu para pengunjung yang jalan-jalan di area acara yang diselengarakan di sepanjang jalan Ijen itu. Kalau ada yang mengeluh karena lokasinya luas dan capek kalau jalan kaki, ya mereka harus menggunakan kendaraan jaman dulu donk, termasuk dokar, becak maupun sepeda pancal. Lagian orang jaman dulu kan kemana-mana juga gak capek kalo jalan kaki, itu juga harus dirasakan donk di Malang Tempo Doeloe :).

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
Mlaku-Mlaku di Malang Tempo Doeloe, 5.0 out of 5 based on 1 rating
Comments
  1. 3 years ago
  2. 3 years ago
    • 3 years ago
  3. 3 years ago
    • 3 years ago
  4. 3 years ago
    • 3 years ago
  5. 3 years ago
    • 3 years ago
    • 3 years ago
  6. 3 years ago
  7. 3 years ago
    • 3 years ago
      • 3 years ago
  8. 3 years ago
    • 3 years ago
    • 3 years ago
  9. 3 years ago
  10. 3 years ago
    • 3 years ago
    • 3 years ago
  11. 3 years ago
    • 3 years ago
  12. 3 years ago
  13. 3 years ago
  14. 3 years ago
    • 3 years ago
  15. 3 years ago
    • 3 years ago
  16. 3 years ago
    • 3 years ago
  17. 3 years ago
  18. 3 years ago
    • 3 years ago
  19. 3 years ago
    • 3 years ago
  20. 3 years ago
  21. 3 years ago
    • 3 years ago
  22. 3 years ago
  23. 3 years ago
  24. 3 years ago
    • 3 years ago
  25. 3 years ago
  26. 3 years ago
  27. 3 years ago
  28. 3 years ago
  29. 3 years ago
  30. 3 years ago
  31. 3 years ago
  32. 3 years ago
  33. 3 years ago
  34. 3 years ago
  35. 3 years ago
  36. 3 years ago
  37. 3 years ago
  38. 3 years ago
  39. 3 years ago
  40. 3 years ago
  41. 3 years ago
  42. 3 years ago
  43. 3 years ago
  44. 2 years ago
  45. 2 years ago

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>