Mlaku-Mlaku di Malang Tempo Doeloe

71

Tak banyak yang Rusa ketahui dari kota Malang. Kota yang terkenal dengan Apel-nya itu cuma beberapa kali Rusa kunjungi. Pertama saat mau bertemu teman SMA yang kuliah di Malang, dan yang ke 2 saat jalan-jalan ke air terjun Cuban Rondo sama teman-teman kerja. Selain itu tak pernah ke Malang, padahal sebenarnya Malang tak jauh dari Surabaya di mana Rusa dikandangkan, halah. Akhirnya mendengar kabar bakal ada acara Malang Tempoe Doeloe, ini Rusa pikir kesempatan untuk mengenal kota Malang.

Suasana Malang Tempo Doeloe

Yay, pada Sabtu 21/5 kemarin Rusa jalan-jalan (dalam bahasa Jawa disebut mlaku-mlaku) ke Festival Malang Tempo Doeloe. Di mana pada tahun ini bertemakan Discovery Heritage. Acara yang diselenggarakan tanggl 19-22 Mei ini menawarkan kesempatan untuk mendalami lebih jauh mengenai kekayaan warisan sejarah budaya Malang. Sedangkan aktivitas yang dapat diikuti terdiri dari beberapa macam hal seperti tur budaya, kuliah umum, kelompok belajar, workshop, gelar tradisi, dan pasar rakyat yang pada tujuannya dilakukan untuk menyiapkan para pesertanya agar dapat meneliti lebih jauh lagi mengenai kebudayaan, kehidupan masyarakat, sejarah dan juga kesenian yang ada di wilayah Malang. Sayangnya karena Rusa di Malang cuma sehari, jadinya cuma bisa menikmati pasar rakyat dengan sajian tradisi Malang tempo doeloe.

Malang Tempo Doeloe adalah acara tahunan dari Malang Kembali, dan tahun ini merupakan tahun ke 6. Namanya saja Malang Tempo Doeloe, jadinya semuanya yag tersaji di acara ini bernuansa tempo doeloe, mulai dari setting lokasi, dekorasi tiap-tiap stand, dekorasi panggung-panggungnya sampai pada kostum pengunjung. Selain terdapat banyak lomba dan pertunjukan kesenian tradisional, di sini juga terdapat banyak makanan, minuman serta souvenir yang semuanya bernuansa tempo doeloe.

Stand dengan gaya tempo doeloe
Salah satu jajanan di Malang Tempoe Doeloe
Pengunjung dengan pakaian tempo doeloe

Di Malang Tempo Doeloe Rusa juga nyicipin berbagai jajanan dan minuman, diantaranya Pisang Bakar, Tahu Goreng, Es Campur Rondo, dalam bahasa Indonesia rondo berarti janda (jadi mikirin Dewi Persik) namanya aja yang janda isi dan rasanya gak beda jauh sama janda-janda yang lain, eh salah maksudnya gak beda jauh dengan es campur yang lain :D. Berikutnya Es Gandul, es batu yang diparut dikasih sirup dikit, terus digantung dengan tali jerami, lucu juga ya :). Selain itu Rusa juga nemu Roti Maryam, roti yang mirip dengan Roti Canai, di sini Roti Maryam ada berbagai rasa termasuk rasa keju. Gak banyak sih kuliner yang Rusa cicipin di sini, abisnya pas mau ngajak makan, teman-teman Blogger Ngalam pada udah makan, gak enak juga sih kalo harus makan sendirian.

Mlaku-mlaku di Malang Tempo Doeloe
Bersama teman-teman Blogger Ngalam
Di sebuah warung bersama Blogger Ngalam
Bersama cewek-cewek yang mengganggu perhatian Blogger Ngalam

Rusa gak sendirian di Malang Tempo Doeloe, alhamdulillah ditemenin sama beberapa teman Komunitas Blogger Ngalam yang terdiri dari @bennywn @_sandynata @nophindahoz @erda_earl @rezariefanda @sam_ardi @fajarmcxoem @fajarembun @divardha @ariskids @bee_is_cute. Makasih buat teman-teman Blogger Ngalam yang nemenin jalan-jalan di Malang Tempo Doeloe, sampek Rusa diseruduk sama kuda sialan itu :). Koq Rusa jadi mikir ya, mungkin si kuda sialan itu ngamuk gara-gara Rusa salah kostum ya. Gak pake pakaian jaman dulu, tapi Rusa malah pake kaos stabilo :) Makasih juga buat @erda_earl @rezariefanda buat foto-fotonya ya! Foto-foto dari kamera Rusa jelek semua, jadinya ijin comot punya kalian aja ya, hehe.

Rusa di Malang Tempo Doeloe
Rusa bersama @sam_ardi

Sangat keren sekali acara Malang Kembali dengan Malang Tempo Doeloenya ini. Semuanya lengkap ada di situ dalam kehidupan jaman dulu. Tapi sayangnya ada yang menggangu, yaitu pengendara sepeda motor yang lalu lalang di area acara. Selain merusak pemandangan yang sama sekali gak berhubungan dengan jaman dulu, tentunya juga sangat menggangu para pengunjung yang jalan-jalan di area acara yang diselengarakan di sepanjang jalan Ijen itu. Kalau ada yang mengeluh karena lokasinya luas dan capek kalau jalan kaki, ya mereka harus menggunakan kendaraan jaman dulu donk, termasuk dokar, becak maupun sepeda pancal. Lagian orang jaman dulu kan kemana-mana juga gak capek kalo jalan kaki, itu juga harus dirasakan donk di Malang Tempo Doeloe :).

71 COMMENTS

  1. ayo ayo… yang punya stok poto “bagus” saling sharing dong..
    ada yang tau gimana parahnya taman di jalan ijen pada hari senin??
    mengenaskan, terutama di bagian rumput rumputnya..
    bagaimana dengan sampahnya?
    11-12, di depan museum parah dengan tumpukan sampah..

  2. wew asyik yah, kalau ada usaha pelestarian budaya seperti itu.. terbilang unik, gak “sekedar” kesannya :D

    *umpetin kwitansi pembayaran jasa kuda buat nyeruduk rusa*

  3. wah…klo aku tau ada acara gituan,……..aku pasti datang…….lihat budaya tempo doeloe, makanan tempoe doeloe…dan model tempo doeloe…agar kita ingat sejarah…gak sombong kayak anggota Dewan dan parpol…yang bisanya nggerogotin uang rakyat…..wiuouy

Leave a Reply