Merasakan Megahnya Masjid Istiqlal Saat Sholat Idul Fitri

Masjid Istiqlal, masjid terbesar se Asia Tenggara, kebanggaan Indonesia dengan filosofi kemerdekaan memang menarik buat seluruh umat islam. Hampir 3 tahun di Jakarta tentunya bukan kali pertama sholat di masjid yang dibangun sejak 24 Agustus 1951 ini. Tapi bisa sholat di berbagai kesempatan di masjid kebanggan bangsa Indonesia ini, sungguh menjadi kebanggan tersendiri pula.

Sholat Jumat di sini sudah pernah, sholat Idul Adha pun selalu di masjid ini sejak di Jakarta, sholat tarawih juga beberapa kali pernah baik di tahun ini, pun tahun sebelumnya. Namun sholat Idul Fitri tak semua perantau bisa merasakannya, kecuali jika memang tidak mudik. Karena lebaran tahun ini memutuskan untuk tidak pulang ke kampung halaman, alhasil Rusa bisa merasakan sholat Idul Fitri di masjid ini.

Subhanallah.. Masih pagi, tapi sudah ramai

Cukup megagetkan, karena sebelum jam 06.00 atau 1 jam lebih sebelum sholat ied dimulai, masjid seluas 2,5 ha ini sudah dipadati jamaah hingga ke teras bagian luar. Beberapa lantai di atas pun sudah terlihat penuh beberapa jamaah.

Baru jam 06.00 pagi, masjid sudah penuh

Baru jam 06.00 pagi, masjid sudah penuh

Matahari belum benar-benar bangun, jamaah sudah penuh hingga teras luar

Matahari belum benar-benar bangun, jamaah sudah penuh hingga teras luar

Ternyata anggapan Rusa bahwa Jakarta tidak akan terlalu ramai jika lebaran, pun salah. Buktinya, di luar dugaan masjid segede ini  sudah sangat ramai walau hari masih gelap dan matahari belum menampakkan diri. Padahal saat berangkat, sempat melirik masjid SMA 3 deket kostan, masih sepi dan warga belum terlihat beramai-ramai memenuhi masjid.

Masjid 5 lantai ini (jumlah lantai disesuaikan dengan jumlah 5 waktu sholat) ini memang menjadi magnet buat warga ibukota. Semua berbondong-bondong ingin merasakan perayaan hari besar agama islam di masjid kebanggan bangsa ini. Contohnya saat hari raya Idul Fitri seperti ini. Dugaanku mereka sudah memenuhi masjid sejak malam takbiran dan waktu jamaah sholat shubuh.

Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. Allahu Akbar walillahilhamdu..

Ternyata masjid Istiqlal terlihat makin megah dan gagah ketika semakin dipenuhi jamaah. Ribuan orang dengan beragam model busana muslim, bermacam-macam atribut keislaman dan warna-warni mukenah jamaah memenuhi masjid. Gema suara takbir Allahu Akbar semua jamaah, membuat kebesaran Allah semakin terasa.

5 Lantai penuh jamaah

5 Lantai penuh jamaah

Warna-warni jamaah perempuan

Warna-warni jamaah perempuan

Hasanuddin Sinaga adalah imam yang memimpin shalat ied pagi itu, sedangkan Khatibnya adalah Malik Madani dengan tema khutbah “Idul Fitri dan Semangat Ukhuwah Wathaniyah.” Inti dari khutbah beliau adalah ingin menyampaikan bahwa Kemajemukan di Indonesia harus dikelola dengan baik untuk memperkokoh persaudaraan antar-anak bangsa. Memang sangat relevan dengan isu di masyarakat yang kurangnya toleransi antar umat. Aam Syuriah PBNU tersebut juga mengatakan “Bangsa ini sadar akan kemajemukan yang rawan potensi konflik antar-anak bangsa bila tidak dikelola dengan baik.”

Suasana masjid sesudah shalat ied

Suasana masjid sesudah shalat ied

Pemandangan ketika kelar sholat ied, dan para jamaah seperti menuju gereja Katedral yang memang bersebelahan dengan masjid

Pemandangan ketika kelar sholat ied, dan para jamaah seperti menuju gereja Katedral yang memang bersebelahan dengan masjid

Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1436 H, mohon maaf laihir dan batin.Maafkan segaa kesalahan Rusa, baik di dalam postingan atau di luar. Baik di blog maupun di social media. Sengaja atau pun tidak sengaja.

Taqabbalallahu minna waminkum, semoga kita dipertemukan kembai dengan Ramadan mendatang. Aaminn..

Share yuuk..
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

12 Comments - Add Comment

Reply

Leave a Reply to indobrad Cancel reply


5 + = twelve