Klenteng Kwan Sing Bio Menghadap Laut

Setelah kenalan dengan Mangrove Center Tuban, pulangnya mampir ke tempat yang tak kalah awesome di Tuban. Yak, Klenteng Kwan Sing Bio. Kebetulan, Klenteng ini gak jauh-jauh amat dari Mangrove Center Tuban, seperjalanan pulang tinggal belok sedikit ke jalan Raya  R.E. Martadinata Tuban Jawa Timur. Tuban terletak 90 Km wilayah barat Surabaya. Kalau mau ke Klenteng ini gak susah koq, karena klenteng ini berada di jalan raya utama jalur pantura (Pantai Utara) Jawa. Jadi kalo naik bis dari Surabaya juga bisa, karena pas melewati di depan Klenteng ini.

Nemu lukisan 2 dimensi bergambar Rusa

Kwan Sing Bio termasuk klenteng istimewa, karena klenteng ini adalah satu-satunya klenteng di Indonesia yang menghadap ke laut bebas. HUWAW MENGHADAP LAUT! Gak tau deh kalau di negara lain. Selain itu, klenteng yang didominasi oleh hiasan naga ini juga luas banget, jauh lebih besar dibanding Sam Poo Kong yang ada di Semarang, bahkan katanya, Kwan Sing Bio merupakan klenteng paling besar yang terletak di Indonesia. Luasnya adalah sekitar 4-5 hektar yang terdapat beberapa bentuk bangunan yang tentunya sangat unik, membuat sekan-akan berada di Beijing. AAAKKK Beijing!!!

Kwan Sing Bio juga biasa disebut klenteng kepiting, karena seperti di gerbangnya terdapat maskot kepiting. Kepiting itu sendiri pun ada maknanya, karena ternyata klenteng ini dulunya dibangun di atas rawa-rawa yang penuh kepiting.

Entah apa namanya, yang pasti ada di dekat pintu masuk

Masih bersama beberapa patung

Sebelum halaman belakang, terdapat ruangan gede berjendela seperti ini

Klenteng yang merupakan tempat ibadah umat Tri Dharma Budha ini, banyak terdapat beberapa bentuk bangunan dan patung serta lukisan dari berbagai macam karakter. Tapi Rusa tak bisa mengenalinya satu-satu. Lagian pas Rusa berkunjung ke situ juga gak ada yang memandu dan menjelaskan ini itu, jadinya ya seperti ke tempat-tempat wisata yang lain. Melihat-lihat di sekeliling dg tak lupa mengabadikannya dengan foto-foto. Huehehe.

Seperti foto di atas, di area tengah setelah pintu masuk, ada banyak patung-patung, entah patung apa aja, Rusa kurang tahu. Setelah dari area tengah itu bisa melnjutkan ke belakang, di mana di sana terdapat halaman yang cukup luas dengan terdapat bangunan yang cukup megah di mana terdapat gerbang, taman, kolam, dan jembatan yang menghubungkan dari halaman ke bangunan yang tampak laksana kaisar China itu.

Foto dari halaman, bangunannya tampak seperti ini

Ini kalau lebih dekat

Ini dia lebih dekat lagi

Siapa Bilang Pulau Bawean Gak Ada di Peta?

Seperti kita lihat dari foto-foto di atas, warna merah dan naga sangat mendominasi di seluruh area klenteng Kwan Sing Bio ini, sangat terasa sekali keindahan asitektur Tiongkok. Kita gak perlu jauh-jauh ke luar negeri kalau cuma ingin berfoto dengan background seperti halnya di Beijing. Cukup ke kabupaten Tuban, di mana klenteng ini berada di sebelah barat kota Tuban.

Ternyata Kwan Sing Bio sudah lumayan tua, dia sudah ada sejak tahun 1928 atau sekitar 84 tahun yang lalu, huwaa sudah hampir se abad yaa. Sampai sekarang, klenteng ini menjadi tempat tujuan wisata, baik lokal maupun dari luar negeri seperti Malaysia, Singapura bahkan China. Dan terntunya juga dari berbagai negara dari etnis Tioghoa.

Setelah Sam Poo Kong Semarang dan Kwan Sing Bio Tuban? Di kota mana lagi ya yang ada klentengnya? *siapin ransel untuk tujuan wisata berikutnya*.

Share yuuk..
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

73 Comments - Add Comment

Reply


3 + = nine