Ketika Cinta Bertasbih 2 | Azzam Cari Jodoh

Sinopsis

Film Ketika Cinta Bertasbih 2, dibuka langsung dengan kedatangannya Azzam dari Mesir setelah lulus dari Universitas Al Azhar. Setiba di bandara adegan berlanjut ke kampung halaman Azzam, akhirnya banyak adegan yang diambil di kampung halaman Azzam.

Cerita berlanjut dengan pernikahan Anna dan Furqan, sulitnya Azzam mendapatkan pekerjaan walau dia lulusan Universitas ternama, berlanjut juga pada sulitnya Azzam mencari jodohnya dan pada akhirnya film berakhir bahagia dengan menikahnya Azzam dan Anna.

Komentar

Setelah kecewa dengan KCB 1, saya pikir akan terpuaskan pada KCB 2 ini. Walaupun sebenarnya nonton KCB 2 bukan karena penasaran dengan dengan kelanjutan KCB 1, tetapi karena saya ingin melihat kualitas film yang kedengarannya sangat booming di mana-mana.

Ternyata apa yang saya tulis pada review KCB 1 sebelumnya bahwa konflik akan tertumpahkan pada KCB 2 tidak terjadi. Pada film KCB 2 tak jauh berbeda dengan KCB 1, masih tetap miskin konflik.

Konfilk hanya terjadi antara Anna dan Furqon yang saat Anna mengetahui suaminya yang terkena virus HIV, yang diakhiri dengan Anna meminta cerai. Padahal jika ingin membuat konflik, sangatlah banyak. Tapi sayang, masalah-masalah yang muncul tidak terlalu diolah lebih baik agar film menjadi lebih seru dan gregetan.

foto fim ketika cinta bertasbih 2

Akting Pemain

Akting para pemeran utama tampaknya tak berbeda dengan seri sebelumnya. Akting pemeran Furqon dan Husna masih saja pas-pasan, sekali lagi saya bilang pas-pasan. Lihat saja bagaimana mimik  Andi  Arsyil Rahman saat berdialog, atau Meyda Sefira yang memerankan Husna, berkali-kali dia sedih, berkali-kali juga dia menangis tapi sama sekali matanya tak berkaca-kaca apalagi mengeluarkan air mata. Pemeran Eliana (Alice Norin) dan Azzam, masih bagus sama seperti seri sebelumnya. Sedangkan untuk pemeran Anna, kyai Lutfi (Deddy Mizwar) dan Bu’e Malikatun (Niniek L Karim) saya sangat salut dengan akting mereka. Sangat menjiwai sekali. Tak salah rasanya tim seleksi memilih Oki Setiana Dewi untuk memerankan Anna. Aktingnya bisa saya sejajarkan dengan bagusnya akting Deddy Mizwar dan Niniek L Karim.

Film Pernikahan

Kenapa sih judulnya harus Ketika Cinta Bertasbih? Kenapa coba tidak diberi judul “Azzam Cari Jodoh?” dan soudtracknya dipercayakan kepada band Wali sekalian.

Saya baru tahu jika ternyata tema besar film ini adalah pernikahan, perjodohan atau perkawinan. Isinya cuma nikah, nikah dan nikah. Seakan-akan semua tokoh dalam film ini kebelet nikah semua. Coba bayangkan, Furqon kebelet nikah sama Anna, padahal dirinya terinfeksi virus HIV, Azzam yang kesana-kemari kemari cari jodoh, Ustadz teman Azzam yang diperankan Dude Harlino ingin menikahi Husna (adik Azzam), ditambah lagi anak seorang yang menawarkan anaknya pada Azzam kebelet banget ingin nikah sampai-sampai Azzam telat datang kerumahnya, begitu juga dengan tokoh Fifi yang diperankan Asmirandah, saking kebeletnya sampai-sampai dia tak sabar menunggu Azzam yang kakinya patah (yang ini sepertinya orang tua yang kebelet).

Tapi ada catatan adegan akad nikah atau ijab qabul dalam film ini hanya ditampilkan secara visual saja, tak ada lafadz  “saya terima nikahnya….” ditampilkan dalam film ini. Menurut saya ini bagus, karena pemeran tidak menjadi nikah beneran, karena jika rukun-rukunnya dilaksanakan pernikahan akan menjadi sah beneran.

Kesimpulan

  • Ending cerita sudah bisa ditebak dari awal
  • Akting pemain masih tak terlalu istimewa
  • Masih saja ada selipan-selipan iklan dimana-mana walau tak sefulgar seri sebelumnya
  • Masih miskin konflik
  • Nuansa religinya kental terasa
  • Pesan moralnya kuat
  • Indonesianya benar-benar terasa, bahkan batik muncul berkali-kali. Paling tidak film ini telah mengangkat batik budaya milik Indonesia. Saya rasa ini bagus. Karena saya belum pernah melihatnya di film lain.

Mau nonton silahkan, tidak juga silahkan!

45 thoughts on “Ketika Cinta Bertasbih 2 | Azzam Cari Jodoh

  1. Ezzavahlevi

    walau banyak yg mengkritik saya tetap cinta KCB………im KCB holic………emang sih film nya gak begitu sempurna….akting nya juga gak terlalu sip….tapi jika dibandingi kcb1 and kcb 2 saya lebih suka kcb 1…… klu mengenai eliana yg dari kcb 1 ampe kcb2 airmata nya emang sih gak keluar2…….. hanya mimik aj.agak jengkel jg sih……dibalik sempurna dan ketidaksempurnaan kcb ………saya tetap cinta kcb he..he……….

    Reply
  2. iskandaria

    Hehehe..
    Banyak yang suka, dan di sisi lain banyak juga yang menilai kurang bagus kayak mas Ibnu. Masing-masing dengan argumen dan sudut pandangnya.

    Kalo saya sih masih merasakan beberapa nilai lain selain sekedar soal cari jodoh. Banyak juga sih selipan nilai/ajaran Islam selain soal jodoh atau cinta. Tapi buat sebagian penonton, mungkin porsinya sangat kurang. Atau malah nggak terasa :D

    Saya paling suka dengan dialog yang diucapkan oleh Anna dan Kyai Lutfi. Muatan dakwah film ini lebih kental lewat dialog 2 tokoh tsb. Lewat Azzam juga tuh..

    Kalo soal kualitas akting, penilaian kita kayaknya sama yach :0

    Reply
  3. Wandi thok

    Satu hal yang patut kita ingat bahwa meski ini bernuansa islami, namun dalam aktingnya terkadang masih nggak menunjukkan perilaku yang islami mas. :roll: :lol:

    Reply
  4. dg-studio

    setelah melihat reviewnya
    jagi gak ingin nonton

    saya juga gak suka ide nikah
    yang digembar-gemborkan saat ini

    nikah muda, nikah sebelum pacaran, nikah saat kuliah, nikah gini, nikah gitu. bukunya dimana-mana.

    gak inget ama orang tua yang dibebani saat setelah menikah.

    duh, inilah kalau negeri kita miskin
    rakyatnya malas-malas lagi
    pikirannya cuman nikaaah terus.

    Reply
  5. zenteguh

    kekecewaan yang sama mas. Nama besar chaerul umam ternyata bukan jaminan untuk menghadirkan kualitas pada film ini. Bener kata sampean, mending judule azzam golek bojo ae..

    Reply
  6. KangBoed

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
    ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
    I Love U fuuulllllllllllllllllllllllllllll

    Reply
  7. KangBoed

    HADIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIRRRRRRRRR

    MENGUCAPKAN SELAMAT ATAS NAMA PERSAHABATAN DAN PERSAUDARAAN

    SEMOGA DENGAN BERJALANNYA WAKTU SEMAKIN MEMPERSATUKAN KITA SEMUA.. TIDAK MELIHAT SIAPA KAMU.. APA AGAMAMU.. APA MAZHABMU.. TETAPI DENGAN MENYADARI KITA BERASAL DARI YANG SATU..

    SALAM SAYANG SELALU

    Reply
  8. farhatkhan

    yups., spakat bro dengan ulasan akting tokohnya, tapi bagaimanapun juga dengans egala keterbatasan dan kekurangan film ini, film moralis dan kental nuansa dakwah “luar-dalam” seperti ini musti kita dukung lah, biar film serupa tapi dengan kualitas yang lebbih baik lagi akan tumbuh subur di kemudian hari ……nice blog bro…..lam kenal yach… :-)

    Reply
  9. kliwon

    overall film indonesia spt ini harus kita dukung. supaya lbh memajukan perfilman nasional daripada skedar film buka2n. mungkin opini2 yg menyemangati harus lebih diutamakan.

    dan soal tema nikah.
    menurut ane bagus bget digemborkan untuk provokasi lbh baik nikah muda daripada kumpul kebo.

    Reply
  10. adidarma

    lebih baik nikah dari pada zinah, kan lebih baik
    sebener nya inti cerita dari novel banyak menyindir bangsa ini, karena kebanyakan suka niru barat sono coba gini saya orang indonesia dan saya bangga jadi orang indonesia wong kesenian kita aja mau di colong ama bangsa laen sangking bagus nya, ada kata2 azzam yang sangat baik menurut saya tetang prinsip tetang islam^^ peace

    Reply
  11. Pingback: The Twilight Saga: New Moon | Antara Manusia, Vampir dan Srigala : rusabawean.com™

  12. san

    wajar kalo masih ada yang kurang, maklum mereka kan pemain baru,tapi kekurangan itu masih bisa ketutup dengan cerita yang mengandung banyak pelajaran..

    Reply
  13. ari

    ceritanya sebenarnya sayang banget klo harus cepet2 berakhir, pas akhirnya azzam dapetin anna kayaknya kurang di panjangin dikit ya alur ceritanya he..he..tp after all film ini emang TOP!!

    Reply
  14. Syakirah

    Salam…
    saya slh satu pggemar filem ni..a good film review though.. actingnya, x brapa menarik mugkin krn pelakon semua masih fresh..saya suka cara mereka berdakwah dgn mggunakan media spt ini, Film..mungkin ada bbrapa adegan yg terlepas pandang yg melanggar hukum dlm agama.biasalah, nobody’s perfect kan..tp, jujur, belum ada filem malaysia yg betul2 islami spt ini.. salute :)

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>