Generasi Biru | Pantomim, Animasi, Dokumenter

Jujur saya bukan Slankers atau penyuka lagu-lagunya band sejuta penggemar, Slank. Karena kalau untuk band Indonesia saya condong lebih suka Padi dan Dewa yang lebih punya lagu yang berat, bukan lagu yang hanya teriak diiringi musik. Dan jelas saya nonton film ini bukan tertarik karena yang main adalah personil Slank atau Nadine Chandrawinata, tapi saya penasaran karena film ini digarap oleh Garin Nugroho dan sejumlah penggarap film yang hebat lainnya seperti John De Rantau dan Dosy Omar. Makanya penasaran seperti apa sih film musikal dari Garin Nugroho ini?

Sebelum nonton, bayangan saya terhadap film ini adalah akan seperti filmnya dari Dewa yang berjudul Kamulah Satu-satunya yang diperankan Nirina Zubir dan Junior Liem yang sangat menghibur. Tapi ternyata bayangan saya salah. Film ini adalah film

dokumenter dari Slank yang penuh dengan pantomim, animasi, tari-tarian dan cerita-cerita dibalik lagu-lagu Slank yang banyak bercerita tentang realita kehidupan asli Indonesia. Film ini banyak bercerita dengan video konser Slank di seluruh Indonesia dan Timor Leste lengkap dengan ulah Slankersnya. Dan inti dari gerakan-gerakan pantomim dan tari-tarian para pemain adalah menceritakan tentang Bimbim bertemu dengan tokoh anak kecil yang selalu sembunyi di bawah meja karena melihat orang tuanya diculik saat dia bermain di bawah meja. Kaka bertemu dengan Nadine (pemanis buatan di film ini), Ivan dan Ridho bertemu tokoh manusia binatang yang berperilaku seperti binatang karena pernah merasakan dihajar layaknya seekor binatang, sementara Abdi bertemu dengan tokoh ibu yang anak-anaknya diculik di masa reformasi. SLANK berusaha melawan berbagai bentuk kekerasan dan cekal yang menyebabkan trauma-trauma tersebut. Pada akhirnya mereka bisa bersama-sama keluar menuju pulau biru. Pulau tanpa kekerasan dan ancaman, penuh dengan kedamaian. Itu intinya, dengan diiringi beberapa lagu Slank dari album pertama sampai terakhir.

Kesimpulannya:
Bagi yang mengharapkan film yang seru atau menghibur saya sarankan jangan nonton film ini. Karena film ini hanyalah film dokumenter yang penuh dengan pantomim dan animasi. Untuk betah menonton film ini sampai habis, saya perlu perjuangan yang kuat. Karena disaat film ini mulai diputar saja saya sudah dihinggapi kebosenan yang besar. Mungkin jika saya nontonnya di Televisi saya akan pindah ke channel lain, dan cari acara yang jauh lebih menghibur. Tapi karena nontonnya di bioskop, sudah jauh-jauh dan capek-capek datang ke bioskop dan sudah mengeluarkan uang Rp. 40.000 (untuk 2 orang) saya berusaha betah nonton film ini sampai habis, walaupun sepupuku yang saya ajak nonton sudah merengek-rengek ngajak pulang. Karena saking bosennya saya sempat berfikir, koq ditayangkan di bioskop sih? Seharusnya yang seperti ini dimainkan di panggung teater, atau di jual lewat video CD atau ditayangkan di Televisi agar yang merasa bosen bisa langsung pindah channel.

Tapi bagi yang suka banget sama Slank, maniak banget sama Slank atau anda Slankers apalagi suka dengan yang berbau animasi, hmmm pasti suka deh sama film ini. Karena film ini Slank banget, banyak bercerita dari lagu-lagu salank sampai para Slankers di seluruh Indonesia sampai Timor Leste lengkap dengan berbagai video konsernya.

Dapat hadiah pin cantik

Oh ya, saya dapat hadiah pin loh. Tapi sayang cuma dapat 1 walau beli tiketnya 2. Hiks… hiks… hiks…

Jenis Film : Musikal
Produser : Ursula Tumiwa, Anastasia Rina
Produksi : Set Film Dan Shooting Star
Pemain :Kaka, Bimbim, Ivanka, Ridho, Abdee, Bunda Iffet, Nadine Chandrawinata, Ophy Nambe
Sutradara : Garin Nugroho, John De Rantau, Dosy Omar
Penulis : Garin Nugroho

Share yuuk..
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

21 Comments - Add Comment

Reply


− 3 = one