FreShSBY #3 KulineriNet: Segar (?)

FreSh (Freedom of Sharing). FreSh merupakan ajang diskusi, kumpul-kumpul, networking, sharing ilmu antara kita semua yang hidup dalam industri kreatif. Siapa saja, baik itu desainer, programmer, animator, marketing, advertising, arsitek, pengusaha online, musisi, filmis, penulis, dan profesi lainnya bisa ikut berpartisipasi dalam forum ini. Begitulah yang dimaksud FreSh yang saya kutip dari webnya langsung.

Sedangkan FreSh Surabaya sendiri adalah Fresh yang diadakan di Surabaya (ya iya lah). Fresh Surabaya sudah ketiga kalinya diselenggarakan di Surabaya. Yang ke tiga ini baru saja diselenggarakan kemaren (27/7) di  Auditorium Telkom Margoyoso Lt. 7, Jl Margoyoso Surabaya, jam 18.30 WIB dengan bertemakan KulineriNet, seperti pada udangan yang saya post di sini.

Saya selalu hadir sejak kali pertama FreSh diselenggarakan di Surabaya. FreShSBY pertama di Stikom Surabaya membahas tentang Online Branding and The Rise of Indonesian Start Up, dengan pembicara Herman Kwok (SemutApi Colony dan Kaskus.us), Benny Chandra (Narablog senior Surabaya), dan Suko Widodo (Pemerhati komunikasi)

Para pembicara mempresentasikan dengan cukup baik, asik dan menghibur. Suko Widodo mempresentasikan tentang branding komunikasi politik dengan sangat menghibur, Herman Kwok yang membawa nama perusahaannya SemutApi tidak seperti sedang mempresentasikan perusahaanya, tapi menceritakan bagaimana KASKUS forum online dibranding abis-abisan akhirnya menjadi komunitas terbesar di Indonesia dan Benny Chandra membahas tentang Personal Branding lewat blog.

FreshSby #2 di selenggarakan di Stie Perbanas dengan bekerja sama dengan Acer. Saya sudah agak lupa apa tema #FreshSby yg diselenggarakan jam 12.00 itu. Yang pasti yang paling saya ingat adalah tentang Acer dan Saykoji yang merupakan pembicara sekaligus penghibur karena menyanyikan beberapa hitsnya.

Nah, sekarang saatnya saya membahas bagaimana acara #FreShSBY #3 ini. Yuk kita intip siapa saya para pembicaranya dan apa saja yang dibicarakan???

 

Para Pembicara

1. Jie W. Kusuma (Inijie.com)

Ini pembicara yang membuat saya serius memperhatikannya, selain karena pembicara pertama Jie membahas tentang bagaimana kisah suksesnya sebagai seorang blogger. Dia menceritakan mulai dari pertama ngeblog sampai akhirnya dia sering menang lomba dan dapat banyak penghasilan jarena blog dan karena blognya. Dan hanya pembicara pertama inilah yang membuat saya masih menarik.

2. Ivan Sielegar (Goorme.com)

Ivan adalah rekan Toni dari Navinot.com, di mana blog yang banyak membahas tentang tehknologi termasuk web dan internet. Seperti yang saya twit di #FreShSBY semalam, sama seperti di Novinot.com saya selalu gak mudeng dengan apa yang dibahas oleh Ivan, karena banyak menggunakan istilah-istilah Inggris. Termasuk slide dari presentasinya semalam yang isinya bahasa Inggris. Yang saya tangkap dari presentasi Ivan adalah Ivan sedang membahas tentang Goorme.com, itu saja.

3. Christianto Ardiansyah dan Antonio Carlos (Surabayafood.com) dan 4. Ibu Doni (Bebek Mercon)

Masih 11 12 dari seperti Ivan, saya dan teman-teman lainnya hanya senyum-senyum sendiri karena gak terlalu memperhatikan apa yg dibahas di depan.Yang saya tahu pasti adalah, ada beberapa orang di depan lagi ngomongin tentang perusahaannya, itu saja. Ivan ngomongin tentang Goorme.com,  Christianto Ardiansyah dan Antonio Carlos ngomongin SurabayaFood.com-nya dan Ibu Doni ngomongin tentang usaha Bebek Merconnya.

Dari kiri ke kanan: @sibair @liapippo @iLLawise

 

@RUSAbawean

Saya tahu, maksud dari presentasi-presentasi di atas bukan untuk mengenalkan perusahaannya dan atau produknya, akan tetapi lebih ingin sharing ilmu satu sama lain. Akan tetapi saya yang sebagai audien melihat seperti sedang memperhatikan ada sebuah perusahaan sedang presentasi. (maaf)

 

Banyak Kursi Kosong

Beda dengan FreShSby #1 dan #2 yang dipadati oleh anak muda dan mahasiswa, FreShSby #3 yang hanya terlihat kalangan dewasa dan sepi, apakah mungkin lokasinya bukan kampus seperti sebelumnya ya? padahal Telkom Margoyoso ini strategis lohhh, dekat sekali dengan Tunjungan Plaza. Apakah pemilihan jam acara yang dilakukan sore hari juga mempengaruhi??? Entahlah… yang pasti jam-jam segitu, rasa fresh sudah hilang, karena jam-jam tersebut adalah jam  capek.

Padahal jumlah peserta dalam sebuah acara serupa seperti di atas, sangat mempengaruhi peserta yang hadir. Semakin sedikit peserta yang hadir akan membuat semakin sepi dan ngantuk. Jika pembicara tidak bisa membawa acara menjadi lebih menarik, semakin boringlah acara tersebut.

Share yuuk..
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

28 Comments - Add Comment

Reply


5 + = fourteen