Fenomenal Ponari adalah Sebuah PR Untuk Dunia Medis Kita

Siapa Ponari? Mungkin sudah pada tahu siapa dukun cilik dari Jombang itu. Ini adalah fenomena penuh sensasi kedua setelah kehebohan tentang munculnya tukang jagal yang telahberhasil membunuh sampai 11 korban itu, yup Ryan.
Saya ingin mencoba menjelaskan sedikit informasi yang saya tahu tentang Ponari. Ponari adalah bocah lelaki yang masih duduk di bangku kelas 3 SD yang masih berusia 10 tahun dari Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Jombang. Yang mencuat kepermukaan karena terdengar kabar berhasil menyembuhkan saudaranya serta tetangganya hanya dengan meminum air yang telah dicelupkan dengan sebuah batu kecil. Konon, batu kecil milik ponari adalah batu
batu sakti. Batu dewa petir atau apalah istilahnya para penggemar Ponari menyebutnya.

Karena kesaktian batu Ponari yang bisa menyembuhkan sakit hanya dengan minum air yang telah dicelupkan dengan batu tersebut, akhirnya banyak warga yang ngantri ingin mendapatakan air yang telah dicelupi batu tersebut. Akhirnya tidak hanya warga Jombang saja yang datang ke rumah ponari untuk mendapatkan air Ponari tersebut. Sampai-sampai ribuan orang rela ngantri dan menunggu di depan rumah ponari.

Sekarang mari kita berfikir sejenak. Apa yang terjadi dengan bangsa ini? mengapa banyak sekali orang yang sampai rela mengantri berjam-jam di depan rumah Ponari. Sampai rela menunggu walaupun praktek Ponari dihentikan dan bahkan ada yang rela berhari-hari menginap di depan rumah Ponari, menunggu sang dukun cilik itu kembali beroperasi. Tak hanya itu, bahkan sampai ada yang meninggal gara-gara antrian tersebut, kabarnya ada 4 orang meninggal di antrian dukun cilik tersebut.

Kalau melihat aksi para penggemar Ponari,

  • sepertinya sudah tidak ada alternatif lain untuk bisa cari obat orang sakit
  • sudah tidak ada lagi tempat berobat
  • tidak ada lagi obat mujarab
  • tidak ada lagi dokter pintar
  • atau sudah tidak sanggup bayar pengobatan mahal

yang ada hanyalah Air Ponari atau bisa kita plesetkan Air PONARI SWEAT.

Ini mungkin PR buat para dunia medis kita, yang makin hari makin mahal. Mungkin ini juga sebuah teriakan bangsa kita bahwa berobat di rumah sakit itu susah, mahal atau pelayanan yang buruk. Tentunya ini PR ini perlu dikerjakan dengan jawaban yang benar oleh tenaga medis kita.

Share yuuk..
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

18 Comments - Add Comment

Reply


6 + = nine