Earth Hour Surabaya 2012, Ini Aksiku! Mana Aksimu?

Yeah, 31 Maret 2012 mulai jam 20.30-21.30 WIB Surabaya kembali ikutan berpartisipasi mematikan lampu dan alat-alat elektronik yang gak terpakai. Tahun ini adalah tahun ke 2  kota Surabaya menjadi bagian dari perhelatan akbar Earth Hour yang digelar oleh WWF (World Wild Foundation) sebuah lembaga konservasi internasional. Sama seperti tahun sebelumnya, acara berpusat di Grand City mall and convention hall.

Bertanduk di Earth Hour

Acara mematikan lampu di Grand City dimulai dengan mematikan saklar secara simbolis oleh Bambang DH (Wakil Walikota Surabaya), Piyu Padi (Duta Earth Hour Surabaya), Sim Thang Chuan (CEO Grand City), Kepala Badan Lingkungan Hidup, dan Gilang (Koordinator Volunteer Surabaya). Setelah semua lampu mati, masyarakat Surabaya yang hadir di halaman parkir outdoor Grand City ini langsung mengelilingi lilin raksasa 60+. Menariknya tahun ini adalah selain dihibur oleh komunitas parkour, capoeira dan tarian Papua saat gelap, Piyu Padi sangat mencuri perhatian dengan menyanyikan beberapa lagu romantis nan bikin galau dari Padi dengan akustik.

Orang-orang pada teriak Piyu! Rusa donk teriak Gilang! (ke 3 dari kiri) #antimainstream

Before After di Grand City

Ah dan pemandangan tidak menyenangkan akhirnya muncul, Rusa lihat beberapa pasangan anak muda, mesra-mesraan di depan panggung sambil menikmati lantunan-laantunan yang dianyanyikan Piyu. OK FINE dunia ini emang milik kalian berdua. Gak peduli ya sama berapa ribu orang yang hadir di Grand City, mentang-mentang lagi gelap dan ada lantunan lagu romantis dengan iringan gitar akustik, lupa sama orang di sekeliling. Akhirnya Rusa pun kabur deh ke lilin raksasa yang membentuk 60+, yang dikeliling masyarakat Surabaya yang berkumpul mulai jam 18.00 di Grand City itu.

Selain panggung utama, lilin raksasa yang membentuk 60+ ini emang menjadi pusat perhatian masyarakat yang hadir. Lilin yang mempunyai pesan “Setelah satu jam jadikan gaya hidup!” ini emang asik dibuat backround foto-foto. Lilin yang ditangan menambah keindahan sekaligus aksesoris pemanis saat foto-foto.

Huwaa rame dan keren bangettts

AHA! Rusa gak mau kalah donk ya, ikutan deh foto-foto dengan backround lilin 60+ ditambah penerangan menggunakan lilin yang di tangan *HUWAW Rusanya punya tangan*. Plis jangan teriak narsis, karena naris adalah wajib! Huehehehe.

Rusa masuk di angka 0

Maunya bertanduk, eh ada yang ikutan di belakang. Hiks

Acara di Grand City ditutup dengan pengundian sepeda Polygon yang menjadi pendukung acara ini. Ah ngiler sekali sama sepeda itu. Rusa udah pegang kupon, dengan harap-harap cemas nomor kupon yang Rusa pegang yang diteriakkan MC, tapi sayang Mbak Dewi Fortuna rupanya belum berpihak sama Rusa.  Hiks. Tapi gak papa, ada 2 mbak-mbak yang berpihak sama Rusa, seperti di bawah ini.

#bahagiaitusederhana

Usai sudah Earth Hour 2012. Jangan cuma berhenti di 1 jam, ingat terus logo 60+ yang mempunyai makna “Setelah 1 Jam, Jadikan Gaya Hidup!” teruslah melakukan aksi yang lebih cinta kepada bumi, yang lebih ramah sama lingkungan. “Ini Aksiku! mana Aksimu?” jangan cuma kita teriakkan, tapi menjadi motto baru untuk mengingatkan, bahwa selebrasi ini adalah sebenernya ajakan kepada kita untuk bergaya hidup yang lebih ramah lingkungan, bukan cuma mematikan lampu selama 1 jam saja.

Ok teman, sampai ketemu di Earth Hour 2013! Ini Aksiku! Mana Aksimu?

Terima kasih buat yang sudah menymbang foto. Foto 1: Frenavit.  Foto 2, 4, 5, 6 dan 7: Mas Dito. Foto 3: Sarkaje Kaskus.

Share yuuk..
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

56 Comments - Add Comment

Reply


− six = 3