Berkebun Hore Bersama Surabaya Berkebun

Kegiatan yang positif akan menginspirasi banyak orang, termasuk gerakan Indonesia Berkebun yang dipelopori oleh Shafiq Pontoh dan Ridwan Kamil.  Indonesia Berkebun adalah gerakan yang mengubah lahan kosong di perkotaan menjadi hijau dan bermanfaat. Rusa tahunya Indonesia Berkebun adalah gerakan yg nanam-nanam di kota, baik nanam bunga, sayur bahkan sampai buah-buahan.

Karena memang gerakan ini mengispirasi banyak orang, masuklah inspirasi ini ke kota Surabaya (dan berbagai kota lain di Indonesia) yang dikenal dengan kota yg banyak taman kotanya. Maka lahirlah Surabaya Berkebun dengan dipimipin (cieh dipimpin) oleh siapa lagi kalau buak Shinta Aditya, atau sering kita kenal dengan @mbakchin di Twitter.

Minggu 13 November 2011 adalah aksi penanam pada kebun pertama buat teman-teman Surabaya Berkebun, bertempat di taman belakang Matchbox Too Cafe. Dimulai jam 07.00 pagi, teman-teman petani kota sudah siap menghijaukan taman belakang cafe yang berada di Jalan Jawa 33 Surabaya itu.

Dibuka oleh Mbakchin dengan menyampaikan, goalnya Surabaya Berkebun adalah menyebarkan semangat berkebun di Surabaya. Perempuan yang terkenal aktif di social media ini nemambahkan bahwa Surabaya Berkebun bukan gerakan pertama yang ingin membuat Surabaya lebih hijau, sebelum-sebelumnya sudah ada beberapa gerakan yang mendahuluinya. Bedanya, Surabaya berkebun ingin lebih menularkan semangat berkebun melalui social media.

Mbakchin Membuka Acara

Ternyata menanam tanaman itu tak segampang yang Rusa pikirkan, menanam itu gak bisa sembarangan, karena harus diketahui bibit apa yang ditanam dan bagaimana lahannya. Nah itu ilmu yang Rusa dapatkan saat mengikuti Tanam Perdana dari Surabaya Berkebun ini.

Semangat Menanam

Semangat Menanam

Rusa banyak belajar tentang bagaimana berkebun itu. Seperti, tanaman kecil dan besar itu ditanam di lahan seperti apa? selain itu bagaimana cara memilih pupuk yang baik untuk jenis tanaman kita. Ditambahkan lagi, sebelum menanam juga perlu diketahui jenis kesuburan tanahnya, serta yang terpenting adalah memanfaatkan bahan-bahan alami saja, karena yang alami akan jauh lebih awet.

Dari Pusdakota yang hadir memberikan banyak tambahan ilmu, bahwa bunga Gelombang Cinta itu tidak boleh seharian kena sinar matahari langsung, dan tidak boleh make media-media yang bisa mengikat air terlalu lama.

Di akhir acara, ternyata kedatangan Dyah Katarina istri Wakil Walikota Surabaya, Bambang DH. Ibu yang punya kegemaran berkebun di rumahnya ini banyak memberikan tips-tips bagaimana berkebun. Dia juga memberikan semangat berkebun kepada teman-teman yang hadir, dengan mengajak ayo menyumbang oksigen di Surabaya dengan menanam. Di akhir dia mengatakan senang banget kalau teman-teman senang berkebun. Karena Surabaya butuh partisipasi masyarakat. Kalau kita mau mewarisi anak cucu kita, kita bisa mewarisinya dengan menanam pohon.  Hmm benar juga ya? hehe.

Dyah Bambang DH, sharing Berkebun

Dyah Bambang DH Mengajarkan Menanam

Aksi berkebun di dalam kota kemaren itu benar-benar rame banget, ada total 40 orang yang hadir, huwaw! Gak nyangka kalau dalam acara perdana gini, arek Suroboyo rame banget yang dateng. Ternyata memang benar kalau arek Suroboyo itu emang ingin Surabaya Hijau. Di antara dari 40 orang yang hadir, ada dari teman-teman Geografi Unesa, Pusdakota, SMA 6 Surabaya, anak Arsitek ITS, dan Poltekkes Surabaya. Dan kebanyakan teman-teman yang hadir, mengetahuinya melalui twitter. Benar yang dikatakan Mbakchin, bahwa Surabaya Berkebun ingin menularkan semangat berkebun melalui social media.

Kiri-Kanan: Firda, Rusa, Wina, Rosda dan Adam

Selesai Menanam, Foto Bersama

Tagline “Menanam dengan Hore” yang dipakai Surabaya Berkebun berhasil, karena ternyata menanam dan berkebun itu benar-benar hore!

Share yuuk..
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

59 Comments - Add Comment

Reply


seven − 5 =