Belajar Branding Bersama Piyu Padi

Mewakili kalangan blogger, Rusa bersama Benny Chandra, Sibair, Cak Wigi, Imammtq dan Soepolenk dapat kesempatan untuk menghadiri acara Marketeers Offline Gathering (MOG) bertajuk “a Rebranding with Character”  yang diselenggarakan di Black Canyon  Coffee, Surabaya Town Square (Sutos) 15.30 Kamis kemaren 19/5. Acara keren ini menghadirkan DR. Jacky Mussry, Vice President MarkPlus, Inc sebagai host dan tentunya Piyu Padi sebagai guest speaker.

DR. Jacky Mussry sedang membahas Branding dengan Karakter

Di kesempatan pertama DR. Jacky Mussry yang sebagai host menjelaskan bagaimana branding dan rebranding with character. Menurutnya, orang akan memilih brand yang punya karakter. Dan karakter dibangun tidak dengan sebentar. Bagaimana membangun karakter? salah satunya adalah dengan cara menemukan yang otentik. Dicontohkan adalah Inul, Inul punya goyang ngebor, tapi setelah goyang ngebor Inul populer, banyak yang menggunakan goyang ngebornya, alhasil yang meniru goyang ngebor Inul hanya akan dikenal dengan mirip Inul. Karena goyang ngebor otentiknya Inul. Jadi intinya kita jangan sampai dikenal dengan mirip ini mirip itu, kita harus dikenal dengan karakter kita sendiri dari apa yang otentik dari kita sendiri.

Piyu sedang membahas tentang Piyu 3.0

Setelah banyak diceritakan tentang branding dengan karakter oleh Vice President MarkPlus, akhirnya tibalah Piyu selaku guest starnya untuk prensentasi. Piyu cerita bagaimana memulai perjalanan karirnya di musik sebelum bersama Padi hingga sekarang sukses mengorbitkan band-band baru. Dia menceritakan mimipi-mimpinya dan fokus untuk mencapainya. Menurut Piyu, mimpi tidak akan terwujud tanpa keyakinan yang kuat dan fokus pada sumber dayanya. Dia juga menambahkan jangan lupa menggunakan strategi, seperti membuat beda dengan yang lain. Dia mencontohkan seperti pada pemilihan gitar yang dia pakai dan style yang dia tampilkan. Dia bilang sebenarnya pakai rambut panjang itu buat dia gak nyaman, tapi apalah buat itulah ciri khas yang ingin tetap dia tampilkan. Branding buat dia adalah dengan menonjolkan karakter dan dengan membedakannya dengan yang lain.

Buat Piyu, kesuksesan tidak berbanding lurus tangible assest (uang, fasilitas dan sebagainya) namun justru lebih menuntut kekuatan karakter sebagai salah satu intangible yang utama.

Ditambahkan lagi sama Piyu, Jangan lupa fokus pada waktu, seperti pemain band, jangan lupa luangkan waktu yang konsisten untuk latihan. Kuncinya adalah dengan latihan, latihan dan latihan. Curhatnya karena dia fokus di musik, musik sudah menghabiskan waktunya.Orang yang akan fokus pada bisnis, tidak ada waktu yang akan dibahas selain bisnis, bisnis dan bisnis. Begitu halnya Piyu, tak ada selain waktu untuk membahas musik, musik dan musik.

Diceritakan Piyu, bagaimana dia membranding dirinya, dia tidak ingin terus hanya dikenal sebagai anggota band Padi ataupun hanya gitaris atau pencipta lagunya Padi saja. Piyu ingin dikenal dengan PIYU tanpa ada embel-embel Padi di belakangnya. Yup Piyu emang sukses membranding dirinya. Itulah yang disebut Piyu 3.0 oleh MarkPlus.

Di akhir, musisi bernama lengkap Satriyo Yudi Wahono ini berpesan, untuk jadi pemain band yang sukses, harus berani hidup susah. Seperti yang dia ceritakan bagaimana susahnya saat di awal-awal karirnya harus pindah ke Jakarta dan memulai karirnya di sana dengan bondo nekat alias bonek.

Rusa bersama Piyu | Foto by Sibair

Rusa bersama Piyu | Foto by Benny Chandra

Selesai Piyu berbagi tentang bagaimana Piyu 3.0 atau branding yang Piyu lakukan, akhirnya acara ditutup dengan menyanyikan 2 lagu yang biasa dibawakan Padi. Yay lagu Harmoni dan Seperti Kekasihku :) Dan tak lupa setelah itu rebutan foto bersama Piyu 😀

Makasih Marketeers buat undangannya :)

Share yuuk..
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

50 Comments - Add Comment

Reply


five − = 1