7 Alasan The Voice Indonesia Lebih Menarik

Dalam setiap hal di dunia ini pasti ada pro dan kontranya, apapun itu. Sebenar dan sesalah apapun, sebagus dan seburuk apapun itu. Karena tidak ada satu hal apapun di dunia ini yang disukai semua orang, pun sebaliknya.

Nah bicara singing competition atau talent search, di Indonesia sempat panas dengan persaingan 3 talent search yang sama-sama hadir dalam jangka waktu yang sama. Oke, mungkin tulisan ini sudah basi, karena persaingan ini udah tak lagi panas dan programnya pun udah mau berakhir, paling tidak untuk season kali ini. Tapi gak papa, kan pasti ada season berikutnya. Ya walau kita gak tahu apakah akan ada 2 tahun lagi atau dalam hitungan beberapa bulan lagi.

Ketik VOICE RUSA kirim ke 7288!

Ketik VOICE RUSA kirim ke 7288!

Mari lupakan kualitas audio visual yang tak bagus pada Indosiar, dan lihat 7 faktor lain yang membuat The Voice Indonesia lebih menarik untuk diikuti.

1. Format Acara yang Bagus

The Voice aslinya berasal dari produsen reality show asal Belanda, John de Mol. Dari tangannya lahir acara-acara semacam Big Brother dan Fear Factor, yang sempat menjadi raja rating di televisi Amerika dan Inggris pada pertengahan 2000-an.

Ini dia stage The Voice Indonesia

Ini dia stage The Voice Indonesia

The Voice ini formatnya bagus karena penuh dengan unsur game. Sebut saja Battle Round, yang di mana mengadu 2 kontestan dalam setiap tim, agar bisa maju ke babak berikutnya. Namanya juga Battle, di sini kontestan bertarung duel dalam bentuk duet. Seru ya?! Lainnya adalah sistem audisi di mana coach tidak melihat fisik kontestannya, sistem eliminasi yang tak sepenuhnya diserahkan kepada vote SMS, tapi keterlibatan keputusan coach yang lebih tahu perkembangan anak didiknya.

2. Kualitas Kontestan yang Luar Biasa

Bedanya The Voice dengan talent seacrh yang pernah ada, adalah bukan lagi hanya mencari bakat baru, tapi juga memoles bakat-bakat yang ada untuk menjadi lebih baik lagi. Di The Voice Indonesia season 1 ini Indosiar mencari penyanyi-penyai professional yang sangat berbakat seperti penyanyi café profesional, guru vocal, bahkan para finalis dari talent search yang pernah ada di Indosiar untuk ikut audisi. Sebut saja nama-nama yang pernah ikut audisi adalah Micky mantan juara 3 AFI (gagal di Blind Audition), Rebecca 5 besar Mamamia (masuk Live Show 24 besar), Ayu Nand finalis Stardut (masuk Live Show 24 besar) dan juga Karina finalis AFI 2005 yang gagal di Battle Round kalah dengan basangan battlenya Grevi.

Perform Tiara di Semi Final
Perform Leona di Semi Final

Awalnya Rusa pikir keberadaan Micky AFI di Blind Audition adalah taktiknya Indosiar aja untuk menaikkan The Voice. Tapi setelah melihat nama-nama deretan finalis talent search yang pernah ada di Indosiar jadi sadar bahwa Micky AFI memang benar ikut audisi, dan jikalau lolos pasti akan bersaing bersama kontestan luar biasa lainnya di Battle Round dan sampai babak Live Show.

Perform Billy di Semi Final
Perform Agseisa di Semi Final

3. Tidak Ada Pembohongan Publik

Sampai saat ini, tidak pernah terlihat di The Voice Indonesia ada pembohongan-pemboha publik. Seperti misal, tidak ada eleminasi dengan alasan hari Kartini, dan lain-lain. Rusa melihat kejujuran dalam program cara ini. Sampai sejauh ini menonton sejak Blind Audition hingga ke babak Grand Final.

4. No Drama

Semua orang juga tahu, kalau acara The Voice dari Negara manapun memang sama sekali tidak menjual drama. Dan memang terbukti, di The Voice Indonesia sejak Blind Audition sampai masuk ke Semi Final kemarin, sama sekali tidak terlihat ada drama. No drama tapi sangat menegangkan.

5. Coach yang Gak Lebay

Para coach gak banyak omong saat mengomentari kontestan setelah perform hingga harus menghabiskan 20 menit hanya buat komentar dibanding 5 menit kontestan perform. Komentar coach juga tak berlebihan kalau memang bagus dia akan komentar bagus, pun sebaliknya. Tapi tanpa harus mencela dan mematikan kepercayaan diri kontestan.

Dari kiri ke kanan: Giring ganesha, Glenn Fredly, Sherina Munaf dan Armand Maulana

Dari kiri ke kanan: Giring ganesha, Glenn Fredly, Sherina Munaf dan Armand Maulana

Rusa jadi coach The Voice Indonesia di timeline aja ya. Komen doank sik :D

Rusa jadi coach The Voice Indonesia di timeline aja ya. Komen doank sik :D

Peran coach juga bakal matiin langkah anak didiknya. Jadi di The Voice ini, coach tetap berperan walau ada vote SMS dari pemirsa. Istilahnya penton dan coach ikut berkontribusi dalam menilai kontestan maju ke babak berikutnya atau tidak.

6. Lebih mencari Kualitas Dibanding Popularitas

“Saya yakin The Voice Indonesia lebih mencari kualitas, dibanding popularitas” seperti itulah yang disampaikan oleh Ayu Nanda, saat tereliminasi karena masuk dalam bottom two dan tidak diselamatkan oleh coachnya. Hingga akhirnya dia harus pulang dan tidak bisa melanjutkan ke babak berikutnya.

7. Tak Melihat Fisik Kontestan

Blind Audition, begitulah bentuk audisi dalam The Voice ini. Audisi ini para coach tidak melihat fisik dari pesertanya dengan membelakangi kontestan saat menyanyi. Ini adalah masalah suara, jika suaranya oke, coach akan push a button dan otomatis kursi langsung berputar dan kontestan akan masuk ke babak berikutnya. Nah jika ada lebih dari 1 coach yang push a button, kontestan berhak milik dengan siapa dia akan dilatih. Di sini serunya, kontestan tidak lagi akan memohon-mohpn agar bisa lolos, tapi coach akan merayu habis-habisan kontestan agar mau bergabung ke timnya.

Tiara saat Blind Audition

The Voice bener-bener mementingkan kualitas suara, tak melihgat fisik serta umur kontestan.

So, The Voice Indonesia sudah masuk Grand Final (episode terakhir season ini), ayo nonton atau kalau gak kamu akan menyesal tidak menjadi saksi sejarah singing competition bergengsi yang pernah ada di Indonesia. Melihat Leona 17 tahun yang nyanyi lagu barat keren gila, yang kita gak tahu anak dari pelosok Kediri (dari Kediri rumah Leona masih masuk jauh) ini belajar nyanyi di mana. Atau ingin melihat dia nyanyi lagu barat dengan sentuhan keroncong dengan cengkoknya Leona yang kental?

Ketik VOICE LEONA kirim ke 7288 untuk mendukung Leona!

Ketik VOICE LEONA kirim ke 7288 untuk mendukung Leona!

Ketik VOICE TIARA kirim ke 7288 di Grand Final The Voice Indoensia

Ketik VOICE TIARA kirim ke 7288 di Grand Final The Voice Indoensia

Ketik VOICE AGSEISA kirim ke 7288 untuk mendukung Agseisa dari Banjarmasin!

Ketik VOICE AGSEISA kirim ke 7288 untuk mendukung Agseisa dari Banjarmasin!

Ketik VOICE BILLY kirim ke 7288!

Ketik VOICE BILLY kirim ke 7288! Buat semua pendukung Billy!

Atau ingin melihat Tiara arek Suroboyo yang meginspirasi perempuan yang tidak cantik untuk tetap percaya diri mengejar apa yang dia cita-citakan? Gaya Tiara menyanyikan lagu rap, akan selalu mengagumkan. Atau ingin lihat Agseisa anak 19 tahun yang pernah duet bareng Nidji dan J-Rock, dan pernah mengisi soundtrack film True Love. Atau ingin melihat Billy, satu-satunya cowok di 4 besar ini. Yang terkenal dengan sangat soulful saat membawakan lagu berbahasa Inggris, dan sangat senyawa dengan piano yang dimainkan saat sambil menyanyi.

Saksikan perform Leona, Tiara, Agseisa dan Billy di Grand Final The Voice Indonesia Minggu 2 Juni 2013 di Indosiar!

Share yuuk..
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on TumblrEmail this to someone

30 Comments - Add Comment

Reply


+ 3 = ten